Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Salahkah hati ini ingin menepi


__ADS_3

Akhirnya Niko diajak ke rumah Wulan, Dan semua keluarga Aisyah ikut mengunjungi keluarga Wulan.


Tidak memakan waktu lama akhirnya sampai juga ditempat yang mereka tuju.


" Assalamualaikum" Aisyah dan keluarga mengucapkan salam.


" Walaikumsalam" jawab orang yang ada didalam.


Wulan yang membukakan pintu, " akhirnya datang juga yang ditunggu tunggu dari kemari n" ucap Wulan.


Mereka bersalaman, dan duduk ditempat yang sudah tersedia disana.


Aisyah mulai membuka pembicaraan.


" Sebelumnya saya sekeluarga mohon maaf yang sebesar besarnya, mungkin kedatangan kami mengganggu waktunya, malah kami telat datang dengan waktu yang telah kami janjikan karena suatu hal" ucap Aisyah.


" Gak papa mungkin namanya rencana Manusia tidak selamanya sama dengan rencana Allah" jawab Wulan bijak.


" Ya begitu mba Wulan benar sekali, justru saya kesini ingin meluruskan masalah jawaban Astri yang diberikan kepada Nak Alif" ucap Asiyah lagi.


" Bukan kami tidak ingin menjalin kekeluargaan dengan keluarga Mba Wulan namun saya tidak menginginkan istri saya terus terkenang masa lalunya yang selalu membuat dia bersedih" kata Ratiman.


" Ya betul bu, saya menyaksikan perjuangan Mama saat terpuruk dan mencoba bangkit dari kenangan masa lalunya saya tidak ingin Mama terus menahan rasa sedihnya itu, walau bagaimanapun Om Dwi itu bersama Mama semenjak Mama masih kecil, dan saat mau pergi pun meninggalkan sejuta kenangan baik manis dan pahit " ucap Astri panjang lebar.


" Jadi kami mohon maaf tidak bermaksud untuk menyinggung sedikitpun perasaan keluarga Ibu Wulan" ucap Astri.


" Baik kalau begitu saya menerima alasannya, cuma saya ada satu pertanyaan, apakah Astri ada rasa sama Alif anak Ibu?" tanya Wulan.


" Mungkin sebelum tau kalau Mas Alif Anak ya Om Dwi ada rasa sedikit, namun semua itu sudah saya kubur dalam dalam sebab say tidak mau bahagia diatas penderitaan Mama saya" jawab Astri.


" Ya kalau begitu Aisyah yang tidak boleh egois, biarkan mereka bahagia lupakan saja masa lalu, jangan lebay, dan terus dikenang saya aja yang pernah jadi istrinya, tidak tuh terpuruk terus" ucap Wulan sangat menohok.


" Maaf bu, mungkin kasus Mama saya berbeda dengan kasus Ibu Wulan, Saya bisa merasakan kepahitan Mama saya, tanpa harus orang mengatakannya Mamah sendiri sudah berusaha bangkit dari keterpurukannya, dan saya mencoba menghindari segala macam yang bisa membangkitkan ingatan Mama saya ke masa lalunya" jawab Astri sedikit emosi.


" Berarti kamu Aisyah yang tidak bisa membiarkan anaknya bahagia, kamu yang selalu ingin di perhatikan sama semua orang, kamu yang tidak pernah bisa move on" ucap Wulan menggebu.


" Sebenarnya saya tidak pernah melarang Astri berhubungan dengan siapapun termasuk dengan Alif, akan tetapi Astri sendiri yang memilih tidak melanjutkannya" jawab Aisyah dia merasa dipojokan dalam hal ini.


Wulan melihat ada anak yang di pangkuan Astri sambil berkata tidak kurang pedas.


" Atau kamu memilih seorang duda kaya raya, biar bisa menaikan statusmu menjadi istri yang kaya raya itu" ucap Wulan tambah membakar emosi.

__ADS_1


" Maaf bu, semua yang Ibu ucapkan tidak benar, saya tidak pernah punya hubungan dengan siapapun sebelum masalah ini tuntas, tida etis rasanya kalau satu masalah belum saya selesaikan, saya sudah memulai dengan masalah baru" jawab Astri tidak kurang tegas.


" Begini saja ya bu, percuma kami datang kesini kalau Ibu tetap tidak menerima keputusan anak kami, kami datang baik baik dan sudah menjelaskan duduk persoalannya, saya sekeluarga permisi saja tidak bisa lama, masih banyak hal yang harus kami urus daripada berdebat yang dengan orang yang tidak mau mengerti." ucap Ratiman jengkel.


Merak akhirnya kompak berdiri dan meninggalkan rumah Wulan tanpa menunggu jawaban lagi. Sebab percuma bicara dengan orang yang hatinya tertutup dengan kedengkian.


" Baru segitu saja hidupnya udah sombong, lihat saja Alif akan mendapatkan istri yang lebih segalanya dari kamu, akupun tidak sudi berbesanan sama kamu Aisyah." teriak Wulan sambil menutup pintu dengan kencang.


" Ko jadinya seperti ini Mah, kenapa harus memaksa" tanya Alif.


" Sebenarnya aku ingin membalas dendam sama anaknya Aisyah kalau sampai kamu menikah dengannya, aku akan menyiksa batinnya seperti aku dulu saat jadi istri Ayah kamu" tanpa sadar Wulan menyampaikan niat buruknya pada anak dan suaminya.


" Astagfirullah, sadar sayang kamu kenapa jadi seperti itu, bukankah kamu sudah bertaubat sama Allah, kenapa kamu jadi terjerumus dengan bisikan syetan" ucap Suaminya sambil memeluk Wulan untuk memberikan ketenangan.


Selama ini hati Wulan iri sama keberhasilan Aisyah, dan Wulan sangat membenci Aisyah karena Dwi sampai diujung usianya masih mencintai Aisyah, cintanya Dwi pada Aisyah begitu dalam dia menyaksikannya dan itu yang membuat dia sangat membenci Aisyah.


Sebesar apapun berusaha tetap kebencian itu masih bertahta dihati Wulan.


Ya saat terakhir Dwi mau bertaubat ada satu pintanya dalam doanya saat itu Wulan menyaksikannya. Dalam doanya Dwi.


" Ya Allah, hamba benar benar bertaubat padaMu, tetapi hati hamba sangat mencintai seorang wanita, hamba memohon padamu seandainya kami tidak dipersatukan di dunia ini, persatu kalah kami di akhirat kelak" itu doa terakhir Dwi ada disana.


Wulan mencoba terus mencoba mendekatkan diri sama Allah, namun kebencian merajai hatinya. Sampai saat tadi terbuka semua tabir yang Wulan tutupi selama ini.


Keluarga Aisyah sampai juga di penginapan mereka dan Astri bermaksud mau langsung mengantar Niko ke Villa, takut keburu sore.


Astri dan Aulia menuju Villanya Kakek Arya, mereka menyewa sepeda motor, biar cepat sampai, sebab sebentar lagi matahari mau tergelincir.


" Assalamualaikum" ucap Astri dan Aulia.


" Walaikumsalam" jawab Art yang ada disana.


Villa itu milik Kakek Arya, maka ada art segala di Villanya.


Astri dan Aulia disuruh masuk dan menemui Kakek Arya, namun bukan hanya ada Kakek Arya disana, ada Rangga juga adiknya Reza ada disitu berkumpul juga sepupu mereka Rudi dan Randy.


Meraka menyambut Astri dan Aulia. Kakek sudah menceritakan pada Rangga siapa Astri dan Aulia. Rangga jadi teringat Astri dan Hasan saat itu mereka berusia sekitar 13 tahun, Hasan berumur 17 tahun, Aulia berumur 9 tahun. Dan Fauzan belum ada.


Rangga jadi ingat kenangan saat Aulia terjatuh dari sepeda dialah yang menggendongnya dan mengobatinya.


Aulia dan Astri lebih dekat dengan Rangga daripada dengan Hasan, sebab saat itu Hasan lagi tersesat dan selalu membuat ulah.

__ADS_1


Untung ada Rangga yang menggantikan peran Hasan sebagai kakak lelakinya.


Rangga menatap Astri dan Aulia, dia sungguh tidak menyangka akan kembali bertemu dengan adik adik angkatnya itu.


" Dek kamu lupa sama Kakak, tidak kangen kalian berdua sama kakakmu ini" ucap Rangga sambil merentangkan tangannya siap untuk memeluk kedua adiknya itu.


" Kangen kak , Aulia lah yang duluan menghambur ke pelukan Rangga sebab memang dia yang sering di asuh oleh Rangga, yang mengerjakan pekerjaan rumah nya, juga yang menemani di rumah saat tidak ada orang.


Kakek Arya sangat terharu dengan pertemuan ketiga saudara angkat itu, Air Matanya menetes di pipi yang sudah keriput dimakan usia. Dia sangat ingat cerita Rangga dengan keluarga Aisyah yang selalu memberi kehangatan pada Rangga yang selalu kesepian semenjak ditinggal Ibunya.


Rangga yang terpuruk dan tidak mau menuruti perintah Ayahnya untuk kuliah yang Ayahnya tentukan dan akhirnya melarikan diri.


Dan diketemukan dengan keluarga Aisyah yang sangat baik. Walau dalam rumah Aisyah pun banyak masalah. Namun Aisyah masih mampu memberikan suatu kehangatan.


" Dek, kenapa Mama gak diajak sekalian, Kakak kangen banget sama beliau" ucap Rangga sendu.


" Sebaiknya Kakak yang kesana, hati Mama sekarang lagi kurang nyaman, Mama baru saja mendapatkan kata kata yang tidak mengenakan" jawab Astri.


" Siapa yang berani mengatai Mama?" tanya Rangga.


" Udah ah Kakak jangan sampai tau, bahaya Kakak gak akan membiarkan orang itu hidup tenang" jawab Astri yang sangat tau sifat Rangga seperti apa.


Dulu Rangga yang selalu jadi garda terdepan. bila ada keluarga Aisyah yang menyakiti, tidak akan dibiarkan oleh Rangga.


" Oh iya Kak, Om Dwi sudah meninggal, pas umurnya 40 tahun" ucap Astri lagi.


" Inalillahi, terus Mama gimana sedih dong?" tanya Rangga.


" Jelas lah jangan ditanya, untung ada Bapak Ratiman yang selalu mendampingi Mama" ucap Astri lagi.


" Bapak Ratiman sudah tobat ya, dulu aja sering nyakitin Mama" ucap Rangga.


" Alhamdulillah, Bapak sudah baik dan sangat baik malah, bersabar mengahadapi Mama yang berubah jadi sangat sensitif setelah Om Dwi tiada" ungkap Astri.


" Ya maklum cinta sejati yang tidak pernah bisa menyatu" sahut Rangga.


Astri, Aulia cepat akrab dengan semua keluarga Rangga, dan mereka berencana mengajak semua keluarga Aisyah untuk menginap di Villanya selama liburan. Hitung hitung nostalgia.


Gimana reaksi Aisyah bertemu dengan anak angkatnya yang sudah 15 tahun tidak bertemu. Yu kita tunggu bab selanjutnya. jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2