
Saat Aisyah lagi terpuruk, menyalahkan dirinya. Ratiman sedang Asyik menikmati acara pertunangan itu. Namun tanpa Ratiman sadari ada karyawan Aisyah yang rumahnya dekat dengan tunangannya Ratiman.
Ya dialah yang mengirim vidio tersebut. Namanya Pak Kusdi. Pak Kusdi merasa tidak rela kalau Bosnya dikhianati, makanya dia langsung ngirim vidio itu.
Malam itu Aisyah tidak bisa istirahat namun dia harus istirahat besok masih banyak persoalan yang harus dia selesaikan.
Tepat jam 12 malam, Ratiman pulang. Dia langsung masuk, dia pikir aman, jadi dia masuk dengan tenang. Aisyah menghidupkan lampunya. Ratiman sungguh kaget dengan adanya Aisyah yang belum tidur.
" Darimana Mas, jam segini baru pulang" tanya Aisyah sambil menekan emasinya.Dia pengen tau apa yang akan Ratiman jawab.
" Dari temen, masa g boleh, kamu aja sering kan ketemu temen temen kamu " Ratiman belum apa apa udah ngejawab dengan nyolot.
Aisyah sangat geram lalu dia tujukan vidio itu sama rekaman suara telpon Ibunya tadi. " coba kamu jelaskan tentang itu semua"
" Mas gampang bagi aku, kamu g usah selingkuh, asal kamu ngomong sudah tidak nyaman bersama aku, aku akan kabulkan semua keinginan kamu untuk menikahi gadis itu" ujar Aisyah masih dengan berusaha tenang.
" Ayo kita duduk ya, kita selesaikan masalahnya, mungkin disini aku yang salah "
" aku tidak bisa menjadi istri yang kami harapkan, disini aku minta maaf kalau selama ini aku terlalu menekan kamu mungkin"
" Sekali lagi aku minta maaf ya mas, cuma aku sudah tidak mau untuk terus hidup dengan orang yang tidak menyayangi aku "
" Sekarang kamu tidak usah menjelaskan apapun, karena aku g mau dengar kebohongan lagi"
" Sudah cukup aku tersakiti begini dan bukan sekali , aku mencoba bersabar demi anak anak dan aku menaruh sebuah harapan semoga kamu bisa berubah"
" Dan sekarang terpaksa aku mengambil keputusan buat kita berdua, silahkan angkat kaki dari sini, dan tolong barang yang aku kasih inventaris buat kamu tinggalkan. Bawa saja barang yang kami punya yang di beli hasil keringat kamu "
" Mungkin kamu paham sampai sini "
" Silahkan semua sudah ada di teras, Tas kamu dan juga barang kamu"
" Aku lelah pengen istirahat, setelah kamu pergi aku mau tidur, besok aku masih banyak yang harus di urus "
" Jangan khawatir nanti surat perceraian aku yang akan urus "
" Silahkan" pungkas Aisyah sambil menahan sesak di dada.
Ratiman mati kutu, dia tidak bisa mengelak, semua bukti sudah didepan mata. Dia akhirnya pergi karena mungkin dia malu atau harga dirinya ternodai.
" Eh mas maaf, kunci mobil, stnk dan Atm tolong kembalikan "
" Saya tidak meminta Atm kamu, cuma Atm untuk operasional Pabrik " ucap Aisyah lagi.
Dengan berat Ratiman meninggalkan semua yang Aisyah minta. Lalu dia melangkah ke pintu. Namun dia berbalik dulu. Dia menatap Aisyah dengan banyak makna. Lalu ia bejalan ke kamar anaknya. Dan mencium kening Aulia sambil berkata " Maafkan Bapak nak " sambil berurai air mata.
Ratiman pun pergi, Aisyah meluruh ke lantai sambil menangis, dia memukul mukul dadanya yang sesak. Sakit luar biasa saat itu.
Ratiman bingung mau pergi kemana kontrakan yang dulu sudah diisi oleh orang lain.
Sementara di rumah tunangannya Ratiman Pak Kusdi datang. Dia ingin memberi tahu tentang siapa Ratiman. Akhirnya mereka tau bahwa yang mau menikahi anaknya itu bukan seorang bos, yang bos itu istrinya.
__ADS_1
Yang ironisnya anak gadis itu bekerja di pabriknya Aisyah. Oh sungguh miris. Keluarga Fitri sungguh kaget dan tercengang mengetahui fakta itu.
Aisyah tidak mengenal semua karyawannya. sebab ada yang mengurusnya yaitu sepupu Aisyah sendiri .
Setelah mereka tau. Fitri menelpon Ratiman dan disuruh balik lagi kerumahnya. Kesempatan bagi Ratiman untuk bisa ikut dulu menginap untuk sementara waktu sebelum dia dpat kontrakan.
Tibalah Ratiman di rumah Fitri. Baru saja sampai di depan pintu Fitri sudah melayangkan tangannya, Ratiman kaget. Belum juga dia sadar akan apa yang terjadi. Tangan Ibunya Aisyah melayang kembali.
Kedua pipi Ratiman memerah karena tamparan Ibu dan anak.
" Ini ada apak bu, Fit " tanya Ratiman sambil bingung setengah mati.
" Kamu itu hanya jongos ternyata, apa yang kamu pake itu punya istri kamu, yang dulu itu bos kamu kan " cerca Ibunya Fitri tidak terima sebab merasa ditipu sama Ratiman.
Ibunya Fitri sudah sangat bahagia mau punya menantu baik, kaya, pengertian. Jurus Ratiman kan seperti itu, sebelum jadi dia akan sangat sabar dan baik. Nah setelah didapat di cari mangsa lain.
Ibunya Fitri sangat murka, dan melempar cincin yang baru saja disematkan oleh Ratiman ke jari Fitri. Fitri meraung tidak terima dipermalukan seperti ini.
Fitri sangat tau kebaikan Bosnya, cuma Fitri anak baru jadi tidak tau kalau Ibu Aisyah itu bos besarnya istri dari Ratiman.
Yang dia tau Ratiman salah satu bos disitu, sebab Ratiman suka ikut mengontrol ke bagian produksi kalau barang yang mau dikirim belum siap. Dan yang paling memanipulasinya adalah penampilan Ratiman yang sangat perlente. Itu semua karena Aisyah yang selalu membeli barang bermerk untuk Ratiman.
Dengan semua itu para gadis tertipu. Disisi yang lain Aisyah mendapat laporan tentang karyawan yang bernama Fitri tersebut. Dia selidiki ternyata hubungannya sudah berjalan delapan bulan sampai ke jenjang pertunangan.
Aisyah memerintahkan untuk memecat karyawan yang namanya Fitri. Dan suruh membuka lowongan untuk bagian pengiriman barang serta persiapan yang biasa dihandle oleh Ratiman.
Pagi paginya di pabrik jadi heboh gara gara skandal itu. Fitri masuk dengan tenang seolah tidak ada masalah.
Saat sampai di mejanya langsung dia dipanggil oleh personalia dan langsung dipecat secara tidak hormat.
Siangnya Ratiman datang ke pabrik dengan tidak tau malu, dia datang seolah tidak ada masalah. Mungkin dia pikir dia diusir dari rumahnya saja, bukan dari pabrik, dia yakin Aisyah tidak akan melakukan itu padanya.
Makanya dengan percaya diri yang tinggi dia masuk keruangan kerjanya. Namun dia dihalangi oleh petugas keamanan yang kebetulan ada disekitar situ.
" Maaf pak, bapak tidak boleh masuk " kata petugas keamanan tersebut.
" Ini ruangan saya, siapa yang berani larang saya masuk ke tempat kerja saya " ujar Ratiman sambil terus nyelonong masuk ke ruangannya. Sebab bapak keamanan tidak bisa melarang maka dia menelpon sepupunya Aisyah yang bertanggung jawab tentang karyawan.
Sepupunya Aisyah datang keruangan Ratiman dengan tenang. " maaf mas, saya minta dengan hormat untuk meninggalkan ruangan ini, sebab Ibu pimpinan yang sudah ngasih perintah " ucap sepupu Aisyah dengan sopan. Dia masih menghargai Ratiman sebagai suaminya Aisyah.
Ratiman pun pergi ke rumah Aisyah dia bersujud di kaki Aisyah. Aisyah merasa hatinya dipermainkan, ia tidak mau menerima dengan semua kelakuan Ratiman.
Aisyah tetap dengan pendiriannya untuk tetap berpisah. Saat Ratiman masih bersujud anak anak sudah siap mau berangkat ke sekolah.
" Pak Ayo antar aku ke sekolah kata Astri " Ya mereka sangat polos, tidak tau persolan yang lagi menimpa kedua orang tuanya.
" Pak cepet aku hampir kesiangan '" ucap Hasan sambil menarik tangan Ratiman.
Memang di satu sisi Ratiman sangat menyayangi anaknya Aisyah, tidak dipungkiri semenjak Astri dilahirkan dialah yang menjadi bapaknya. Sampai umur 9 tahun Astri belum tau bapak kandungnya.
Aisyah menahan tangis, dia tidak ingin hati anaknya dipatahkan dengan melarang Ratiman mengantar mereka sekolah. Aisyah tidak bisa menuruti egonya, akhirnya Aisyah mengijinkan Ratiman mengantarkan sekolah anak anaknya.
__ADS_1
Setelah mengantar anak anak sekolah Ratiman kembali kerumah Aisyah dan kembali membujuk Aisyah. Aisyah hatinya merasa tersayat sayat, apalagi Aulia bangun dan langsung memeluk bapaknya.
Ratiman sangat dekat dengan anaknya baik ank kandung atau anak sambung. Aisyah sungguh dilema. Dia tidak mau anaknya hancur. Haruskah dia mengorbankan dirinya.
Aisyah tersadar dengan lamunannya saat ini Ratiman sudah kembali bersama Aisyah. Hubungan terjalin hanya karena anak anak saja.
Aisyah jarang sekali ngobrol berdua sama Ratiman kalau tidak untuk masalah anak.
Aisyah tidak bisa berpisah karena Aisyah tidak ingin menghancurkan hati anaknya.
Hari terus bergulir dua tahun berlalu dari ketemunya Aisyah dengan Dwi di pengajian itu. Ada yang nyari Aisyah ke rumahnya.
Sahabatnya jaman dulu, sahabatnya Dwi juga.
Disinilah sekarang Aisyah di teras rumah Dwi. Ya Dwi ingin bertemu dengan Aisyah di rumah pribadinya, dan ngomongnya bersama istrinya Uci. " Syah pertama aku mau minta maaf yang sebesar besarnya atas semua yang terjadi, mungkin aku dan kamu tidak berjodoh, maukah kamu tetap menganggap aku sebagai sahabat kamu kaya waktu kecil dulu" itu permintaan Dwi saat itu. Dan Dwi menyerahkan satu kotak yang berisi foto foto mereka saat bersama dulu.
" Syah ini aku serahkan sama kamu ya, seandainya aku yang berpulang dulu kamu sudi sekiranya aku mengenang aku sebagi sahabat kamu " ujar Dwi sambil berlinang air mata.
Uci tidak banyak bicara, begitupun Aisyah tidak mampu mengatakan apapun pada Dwi.
Tenggorokannya tercekat tidak mampu mengatakan apa apa, Ada yang menusuk hatinya, rasa sakit menghujam dadanya.
Tidak bisa dipungkiri kalau hatinya masih mencintai Dwi sangat besar. Namun Aisyah harus sadar kalau semua sudah ditakdirkan pasti semua akan terjadi. Namun kalau tidak ya sekeras apapun usaha mereka tetap tidak akan terjadi.
6 bulan berlalu setelah pertemuan itu. Di bulan Romadhon ada berita kalau Dwi pingsan sehabis buka puasa. Dan dilarikan kerumah sakit terdekat.
Dwi dinyatakan koma, Dokter mengajurkan untuk operasi bypass untuk masang ring di jantungnya, namun semua itu tidak menjanjikan banyak hanya 20 persen saja.
Mungkin untuk biaya tidak masalah baik Uci atau pun Dwi orang yang berduit. Cuma masalahnya kesempatan hidupnya sangat kecil.
Aisyah dijemput sama saudaranya Dwi untuk datang kerumah sakit, Sebab pas siuman Dwi mencari Aisyah.
Sampailah Aisyah dirumah sakit, Dwi di ruangan isolasi, Uci ada diluar ruangan tersebut. Saat melihat Aisyah datang Uci langsung menghambur memeluk Aisyah dia menangis memilukan. Aisyahpun ikut menangis. Dan Uci lagi keadaan hamil anak ke tiga. Setelah Uci melepas pelukannya. Uci menyuruh Aisyah masuk.
Ajaibnya saat Aisyah masuk Dwi sadar kembali setelah tadi pingsan lagi. Ujung jarinya sudah membiru.
" Syah maafkan aku, tolong jangan membenciku, kalau aku pulang, aku menunggumu di pintu surga " itulah ucapan terakhir yang Dwi keluarkan setelah itu Dwi menghembuskan nafasnya untuk selama lamanya. Tangis Aisyah pecah, dia sungguh sangat terpukul, Aisyah tidak menyangka Dwi akan pergi begitu cepat, di umur yang ke 40 tahun.
Aisyah sungguh sangat terpukul, Jenazah Dwi dibawa pulang dan dimakankan dekat orang tuanya. Ibunya baru berpulang satu tahun yang lalu.
Sahabat sahabat Dwi dan Aisyah hadir semua memeluk Aisyah, mereka yang menyaksikan kisah cinta Dwi dan Aisyah yang tidak pernah terwujud.
Kekasih hati yang tidak pernah dimilikinya telah berpulang, separuh jiwanya terbawa pergi. Aisyah sungguh terpuruk, beberapa bulan Aisyah jatuh sakit. Dia tidak kuat ditinggal kekasih hati.
Ratiman mencoba menghibur Aisyah. Dia sangat tau perjuangan Dwi dan Aisyah.
Aisyah saat dikhianati masih bisa bangkit dengan cepat. Namun saat ditinggalkan Ibunya dan sekarang Dwi. Aisyah bener terpuruk.
Yah segitu dulu kisah Aisyah yang sangat memilukan.
bagaimanakah nasib Aisyah selanjutnya setelah ditinggalkan kekasih hati.
__ADS_1
kita tunggu bab berikutnya.
Terimakasih bagi semua yang mendukung karyaku🥰🥰🥰🥰💖💖