
Jika kita merasa mampu untuk mewujudkan mimpi maka jangan ragu, usahakan sampai mimpi itu tercapai.
Seperti wanita tangguh ini, boleh terpuruk, boleh mengeluarkan air mata, namun itu semua bakal menjadi titik balik hidupnya.
Ujian hidupnya dijadikan satu motifasi buat kemajuan hidupnya, cibiran hinaan dianggap sebagai suatu cambuk buat dia berlari mengejar mimpi.
Aisyah menjelma jadi sosok yang sangat kuat. Dia tidak mudah menyerah, Dia berusaha menciptakan suatu usaha buat membantu orang orang yang butuh pekerjaannya.
Di Lingkungannya dia dikenal sebagai seorang wanita yang sangat baik hati dan juga dermawan siapapun yang kesulitan datang kepada dia pasti ditolongnya.
Waktu terus bergulir Astri sudah berumur 2 tahun, Aisyah berarti berumur 27 tahun. Dia masih tetap menjanda, bukan tidak ada yang datang melamar. Aisyah selalu belum siap memulai lagi rumah tangganya.
Aisyah merintis usaha barunya lagi. Dia buka pelatihan makeup untuk Ibu ibu yang ada di lingkungannya. Itu diajarkan secara gratis dan Aisyah memberikan 1 paket makeup buat Ibu ibu itu sendiri.
Aisyah juga mengajarkan mengaji untuk Ibu ibu setempat. Banyak yang suka dengan Aisyah, Aisyah yang gemar membantu sesama.
Suatu saat Uci datang menemui Aisyah untuk bicara dari hati ke hati. Sebenarnya Uci malu datang ke tempat Aisyah kerja yaitu tempat produksinya. Tapi Uci sudah tidak tahan dengan sikap Dwi yang semakin hari bukan sadar tapi tambah parah.
Disinilah Uci dan Aisyah, disebuah kafe yang ternama di kota Bandung.
" Sebelumnya saya mau minta maaf sama kamu Syah " Ucap Uci membuka pembicaraan.
" Untuk apa minta maaf sama saya " jawab Aisyah.
" Saya merasa bersalah karena membuat suami saya menderita " lanjut Uci
" Aku telah egois, aku hanya mementingkan perasaan saya, merebut Dwi dari kamu, dengan segala cara " ucap Uci lagi.
" Tapi sampai saat ini Dwi g pernah bisa mencintaiku, kami dulu bersahabat, segala masalah Dwi dan kamu, selalu Dwi cerita sama aku, Namun dengan jahatnya aku, memanfaatkan Dwi yang lagi hancur karena tolakan dari keluarganya juga keluargamu.
Saat itu Dwi begitu menderita, namun aku malah menjebak dia " lanjut Uci.
" Itu sudah masa lalu, dan saya sudah tidak mau membahasnya, saya ingin maju tidak ingin melihat kebelakang " ujar Aisyah.
" Tapi bisakah kamu meninggalkan Dwi buat aku " ucap Uci lagi.
" Sebentar sebentar, apa maksudnya mba ?"tanya Aisyah keheranan dengan omongan Uci.
__ADS_1
" Iya aku minta kamu pergi yang kauh dari hidup Dwi supaya Dwi tidak memikirkan kamu lagi" dengan tidak tau malunya Uci meminta Aisyah untuk pindah keluar kota.
" Maaf mba, saya tegaskan sekali lagi, saya sudah lama tidak berhubungan dengan suami mba, perlu mba ketahui saya hanya fokus ngurus anak dan usaha saya, kenapa mba ngusir saya dari tempat saya sendiri, punya hak apa mba melakukan itu sama saya "
" Mau saya adukan omongan mba sama suami mba " lanjut Aisyah sedikit terpancing emosinya.
" Coba saja kalau berani, kamu tidak punya bukti untuk mengadukan itu semua " tukas Uci.
" Baik dengarkan ya baik baik jangan kaget siapkan mentalnya mba !" seru Aisyah sambil meng utak atik handphonenya.
Terdengarlah semua percakapan Uci dan Aisyah. Uci tidak terima dia mau merebut handphone nya Aisyah. Namun Aisyah sangat sigap untuk menepis tangan Uci.
Uci semakin meradang, dia mengangkat tangannya mau menampar Aisyah. Aisyah bukan wanita lemah ada yang menyerang dia sudah siap dari tadi dia hanya menunggu orang menyerangnya. Dengan sekali tangkap dan terkunci tangannya Uci dibelakang tubuh Uci. Uci menjerit kesakitan, lalu Aisyah dorong dengan kencang sehingga di tersungkur, tepat bibirnya mengenai meja yang ada didepannya. Keluar lah darah segar.
Bertepatan dengan itu Dwi datang, Aisyah sengaja sejak masuknya ke kafe sudah memberi tahu kan Dwi tentang Uci yang datang menemuinya. Terpaksa Aisyah membuka dulu blokir nya. Dia chat Dwi dan langsung rekaman yang tadi juga terkirim sama Dwi.
Dwi yang sedang melakukan rapat juga menghentikan dulu, Dia khawatirkan Aisyah, takut Uci nekat makanya Dwi langsung meluncur ke kafe yang Aisyah kasih tau.
Melihat Uci dilantai sambil bercucuran darah dari bibir dan hidung, Dwi langsung menolongnya. Tapi wajahnya terlihat sangat murka sama Uci, namun karena di depan umum jadi dia menahannya.
Tanpa banyak kata, Dwi menyeret istrinya dibawa ke klinik dulu, setelah itu langsung di bawa pulang.
Ya Dwi sangat murka, dia dorong Uci dengan keras, untung jatuhnya ke tempat tidur. Namun sedetik kemudian Uci dijambak, Dwi membuka sabuknya, Lalu seterusnya begitulah Uci babak belur. Itu terjadi bukan sekali, sering, Uci sudah terbiasa tubuhnya menerima siksaan itu.
Namun hebatnya dia masih bertahan dan masih kuat cintanya. Tidak masuk diakal cinta yang buta dan tuli. Rasa sakit fisik tidak dirasakan. Asal Dwi baik lagi sama dia, Uci akan memaafkan, sungguh hubungan yang tidak baik
Sebenarnya Aisyah itu ibu sama Uci, namun sebal juga dengan berani mengatur hidupnya.
Kita tinggalkan Uci dan Aisyah.
Ditempat yang berbeda Revan lagi berdebat sama istrinya, Disebabkan ingin merayakan ulang tahun anaknya. Revan tidak cukup uangnya. Keran jobnya sepi sementara istrinya sangat boros. Disebabkan pertengkaran itu Istrinya Revan minggat ke tempat temannya.
Dan dia menceritakan semua yang terjadi.
Temennya menyarankan untuk ikut kerja bersama dia di sebuah garment di jakarta.
Kebetulan istrinya Revan bisa menjahit dulu pernah kerja menjahit di konveksi.
__ADS_1
Istrinya Revan pulang dengan hati gembira karena dia akan mencari uang sendiri tidak akan tergantung lagi sama suaminya.
Sepulangnya ke rumah kontrakannya, istrinya Revan bicara sama Revan untuk bekerja di Jakarta. Dan Revan dengan mudah mengijinkan. Untuk sementara waktu istrinya pergi sendiri, jadi anaknya Revan yang ngasuh kebetulan umurnya udah satu tahun.
Dan minumnya dari kecil sudah susu formula. jadi kalau ditinggalkan dia tidak masalah.
Pergilah Istrinya Revan ke Jakarta bersama temannya itu. Benar saja sesampai nya disana Sun langsung diterima kerja. Dan besoknya langsung masuk kerja.
Revan merasa cukup lega istrinya pergi. Sebab selama ini terlalu sering cekcok jadi Revan bersyukur istrinya menjauh walaupun untuk bekerja.
Tidak terasa sebulan sudah berlalu, istrinya Revan pulang untuk menengok suami dan anaknya. Istrinya Revan membujuk Suaminya untuk ikut ke Jakarta.
Awalnya Revan menolak, namun karena mulut manisnya Sun akhirnya Revan memutuskan untuk ikut dengan Istrinya. Dan kalau dipikir pikir diBandung juga jobnya lagi sepi. Dan rumah pun masih ngontrak.
Sampailah pada hari dimana Revan dan istrinya pindah ke Jakarta, yang paling miris Revan tidak sama sekali menghubungi Aisyah
untuk pamit sama kedua anaknya. Revan pergi begitu saja hanya pamit sama Alan saja.
Revan benar benar menjelma jadi manusia yang tidak punya hati. Anaknya pun tidak dianggap sama sekali.
Balik lagi kepada Uci, Uci memohon sama Dwi untuk tidak menceraikan dirinya. Dwi mengancam seandainya Uci berani menemui Aisyah l, maka Uci akan ditalak sama Dwi.
Uci berjanji tidak akan menggangu lagi Aisyah, dan Uci begitu takut dengan ancaman Dwi.
Sekarang Aisyah merasa hidupnya agak nyaman pengganggu pengganggu sudah menjauh semua. Aisyah mulai fokus lagi dengan pekerjaannya.
Alahamdulillah usaha yang baru dirintis dua bulan itu sudah ada kemajuan. Ibu ibu dikerahkan bikin kue kering. Dan Asiyah menjualnya. Kebetulan relasi Aisyah sangat banyak.
Dengan ketekunannya Aisyah bisa memperbesar usahanya. Dia menyewa sebuah rumah untuk packing.
hai para pembaca ikuti terus Kisah Aisyah
gimana perjalanannya akankah sekarang mulus, tunggu kisah yang lebih seru lagi.
Di setiap bab nya akan ada sebuah konflik yang menegangkan.
Terimakasih untuk dukungannya, kepada semua pembaca yang saya cintai, semoga dengan kebaikan pembaca semua Allah yang membalas kebaikan pembaca semua.
__ADS_1
I love you untuk semua🥰🥰🥰🥰
Aisyah