
Setelah Aisyah terjun kembali mengelola Pabriknya. Usaha makanannya mulai pulih kembali, sedikit demi sedikit. Aisyah melakukan market yang dia jalani seperti dulu. Aisyah mengadakan banyak promo untuk memikat banyak pembeli. Dan orang orang yang dulu bekerjasama dengan Aisyah. Kembali bergabung, karena mereka percaya dengan cara dagang Aisyah yang menjaga sekali kwalitas dan kuantitas.
Aisyah tidak pernah kemaruk, dia menerima orderan sesuai kemampuan dia tidak aji mumpung, seandainya dia belum mampu dia tidak akan ambil. Namun Aisyah terus berusaha memperbesar pabriknya supaya berapapun orang minta Aisyah mampu melayaninya.
Ratiman semakin rendah hati, Dia minta ijin pulang kepada Aisyah. Ratiman menjadi kaku menghadapi Aisyah semakin rendah diri. Akhirnya dia memaksakan diri untuk pulang kampung dulu, mungkin jika dia cerita sama Ibunya maka akan ada sedikit pencerahan.
Aisyah tidak melarang, Ratiman ingin membawa anaknya, Aisyah tidak curiga sedikitpun dengan ijin pulangnya Ratiman.
Aisyah masih berpikir mungkin Ratiman kangen keluarganya. Makanya Aisyah memberikan ijin untuk Ratiman dan Aulia pulang kampung. Yang Aisyah pikirkan toh mengunjungi neneknya.
Singkat cerita Ratiman sudah sampai dari kampungnya. Disambut oleh Ibunya, Rumah Ratiman yang sekarang bagus dan luas.
Ibunya heran yang datang cuma Ratiman da Aulia. Ibunya masih berharap kalau Aisyah masih di mobil. Namun yang ditunggu tunggu tidak juga turun. Akhirnya Ibunya bertanya karena tidak biasanya Ratiman pulang bawa anaknya tanpa Aisyah. Merasa ada yang janggal dengan kelakuan Ratiman.
" Man ko Aisyah g ikut " tanya Ibunya.
" Aisyah sibuk bu " jawab Ratiman pendek.
" Aulia kenapa mamah g ikut ' tanya Ibunya Ratiman kepada cucunya.
" Bapak marah mamah tidak boleh ikut " jawab Aulia jujur.
Memang sehari sebelum Ratiman pulang. Terjadi duku perdebatan antara Ratiman dan Aisyah. Asalnya Aisyah sangat keberatan anaknya dibawa. Namun Ratiman mencoba meyakinkan dan Ratiman beralasan kalau Aisyah sibuk jadi anaknya tidak akan keurus.
Dan Aisyah masih nego, mau ikut biar Aulia disana ada yang ngurus. Sebab Aulia dari kecil sakit sakitan sering mengalami kejang.
Panas sedikit saja dia kejang. Aulia tidak tahan panas . Suhu tubuhnya tidak boleh lebih dari 36.5 derajat lebih dari itu akan kejang. Itulah yang membuat Aisyah khawatir.
Bukannya menerima Ratiman malah balik memaki Aisyah dengan kata kata orang yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan.
__ADS_1
Apa yang ada dihatinya, kekecewaan akan kemampuan dirinya malah dilampiaskan kepada Istrinya. Jadi Aisyah itu tidak mudah menghadapi suami sudah tidak berpendidikan, rendah dirinya tinggi, emosinya juga tinggi. Ratiman yang dulu seolah mati.
Karena rasa sakit hati Aisyah akhirnya merelakan kepergian Ratiman dengan membawa Aulia.
Ibunya Ratiman langsung memandang Ratiman dengan tajam. Ibunya tidak terima kalau sampai Ratiman macam macam.
" Coba jelaskan ada apa sebenarnya , jangan bikin bingung " kata Ibunya Ratiman.
" Bu aku sama Aisyah kayanya g cocok , Aisyah terlalu tinggi aku tidak nampu menjangkaunya " ujar Ratiman.
" Lalu apa yang akan kamu lakukan " tanya Ibunya lagi.
" Aku ingin berpikir dulu sejenak bu, biarkan aku beberapa hari disini buat memikirkan semuanya " ujar Ratiman lagi.
" Kalau untuk berpikir sejenak silahkan, tapi apa kamu tidak kasihan sama anak yang masih kecil kamu pisahkan dengan Ibunya.
" Iya bu aku ingin kasih pelajaran sama Aisyah biar dia tidak semena mena, kelemahan diakan di anak, dia sangat sayang pada anak, maka aku punya maksud biar dia kesini menyusul anaknya. Dan aku mau buat perjanjian supaya dia mau menyerahkan kembali usahanya untuk aku kelola bu " ujar Ratiman dengan tidak tau diri.
" G bu, pokoknya Ibu tunggu saja Aisyah akan memohon sama aku, biar balik lagi kerumahnya " ujarnya lagi.
" Ya sudah kamu bawa anak kamu istirahat kayanya anak kamu kelelahan " ucap Ibunya lagi tanpa mengerti apa yang menjadi tujuan kepulangan Ratiman.
Besok nya apa yang ditakutkan Aisyah terjadi. Aulia demam, dikampung tidak ada klinik yang dekat, harus ke cilacap kota dulu memakan waktu 3 jam. Ibunya Aisyah panik lalu beliau berinisiatif telpon Aisyah.
Aisyah mendapat kabar anaknya sakit panik bukan kepalang. Aisyah telpon sepupunya menitipkan Astri dan Hasan sekalipun ada Art tetap Aisyah tidak bisa meninggalkan anak anaknya dengan orang lain.
Setelah Kakak sepupunya datang, Aisyah segera pergi dia minta ditemani temanya Alea supaya bisa gantian nyetir. Setibanya di kampung Aisyah langsung membawa Aulia ke rumah sakit yang di kota Cilacap itu.
Aulia dirawat beberapa hari, untung tidak terlambat. Sehingga mudah pulih kembali.
__ADS_1
Setelah dinyatakan sehat Aulia bisa dibawa pulang. Aisyah memutuskan langsung pulang ke Bandung karena dia khawatir kalau pulang lagi ke kampung takut kambuh lagi.
Ratiman tidak setuju terjadi lagi perdebatan.
Aisyah keukeuh dengan pendiriannya. Begitupun Ratiman sama tidak mau ngalah.
Aisyah dengan cepat mambawa Aisyah masuk ke dalam mobil. Dan Alea buru buru menjalankan mobilnya. Ratiman mengejar pake mobil dia.
Kejar kejaran pun dan Alea sangatlah pintar dia ngambil jalan yang Ratiman sendiri tidak tau arah kemana. Ratiman kehilangan jejak Aisyah. Dengan terpaksa dia kembali ke kampungnya, apa yang direncanakan nya gagal total.
Sesampainya dirumah Ibunya Ratiman bukan disambut dengan baik malah diusir oleh Ibunya untuk kembali ke Bandung dan berkumpul lagi dengan anak dan Istrinya.
Ratiman tidak ada pilihan kecuali kembali ke rumah istrinya. Dan dia harus menekan egonya. Selama dalam perjalanan dia terus berpikir gimana caranya meluluhkan lagi hati Aisyah supaya dia bisa menguasai harta Aisyah.
Ternyata maksud dari kesabarannya ada udang di balik batu, keluar sudah sifat asli, ketamakan, keserakahan. Orang akan berubah menjadi iblis setelah mengenal uang tanpa mengenal rasa bersyukur. Nah itulah Ratiman sekarang yang sedang dirasuki oleh Iblis serakah.
Sungguh jauh berbeda dengan Dwi. Dwi itu mencintai Aisyah dari miskin, jelek , bau, sampai menjadi cantik. Malah kemajuan Usahanya banyak campur tangan Dwi. Namun cintanya Dwi dan Aisyah tidak bisa bersatu karena Aisyah tidak mau menyakiti wanita lain. Dan akhirnya memutuskan menikahi karyawannya yang dikira baik ternyata berubah menjadi tamak.
Mungkin saat ini Ratiman lagi khilaf. Jadi dia sangat mengerikan dengan niat niatnya. Karena harga dirinya merasa diinjak injak oleh istrinya. Timbullah dendam ingin menghancurkan Aisyah dengan cara mengambil alih semua hartanya.
Itulah sifat Manusia yang tidak pandai bersyukur. Dia tidak ingat saat pertama kali dia memohon kepada Aisyah supaya bisa bekerja ditempat Aisyah. Aisyah yang tidak tega an akhirnya menerima dia bekerja. Dan karena Ratiman baik dan nurut juga jujur pada waktu itu maka dia dipercaya sama Aisyah.
Cukup lama penilaian Aisyah, sehingga memutuskan menikahi Ratiman. Namun manusia bisa berubah kapan saja. Ya sekarang Ratiman lagi dalam keadaan tersesat.
Cukup dulu ya. Masih banyak kisah kisah Aisyah yang semakin pelik dan komplek.
Mari kita tunggu bab yang selanjutnya.
Terimakasih like nya buat pembaca semuanya.
__ADS_1
I LOVE YOU buat semuanya.