
Astri anak yang cerdas berkulit putih, namun badannya sedikit berisi, beda sama adiknya Aulia yang tinggi sama dengan Mamahnya.
Astri tinggi badannya 160 cm, bb nya 70, bisa membayangkan, badannya seperti apa. Astri itu sangat cerdas menurun dari Aisyah.
Banyak klien yang datang untuk konsultasi.
Yang paling membuat Astri kepikiran adalah
saat ia reuni bersama teman teman. Mereka sudah pada sukses, ada yang menjadi seorang Dokter, Apoteker, dan lainnya.
Cuma yang membuat Astri tidak habis pikir saat dia menangani vina temannya itu yang sudah menjadi seorang dokter.
Vina seorang gadis cantik yang terlahir kaya, dia sangat mudah mendapatkan apapun, Diapun diberi kecerdasan diatas rata rata.
Dia mencapai untuk menjadi seorang dokter itu sangat mudah.
Namun dia konsultasi sama Astri, dia mengeluhkan kalau dia sudah tidak mempunyai tujuan hidup.
astri sebelum menangani kliennya pasti Astri akan diskusi sama Mamahnya Aisyah.
Aisyah memberikan solusi agar anak itu disuruh banyak banyak ke majelis taklim.
Dan harus sering datang ke tempat yatim piatu atau sering jalan jalan dan melihat mereka yang kekurangan.
Astri mengikuti saran dari Aisyah, Dan kliennya mengikuti terapi yang dianjurkan oleh astri.
Mungkin tidak langsung berdampak, namun sedikit banyak dia sudah punya kegiatan dan tujuan.
Seminggu dua kali Vina konsul dan terapi sama Astri. Kemarin puncaknya Vina ingin bertemu dengan Aisyah langsung.
Vina merasa tertarik mengenal seorang Aisyah yang sangat inspiratif.
Suatu sore, Aisyah saat itu baru pulang mengajar Ibu Ibu mengaji. Pas sampai rumah sudah ada tamu.
Ternyata seorang Vina. Aisyah senang bisa mengenal seseorang yang selalu dibicarakan Astri.
" Assalamualaikum mah " sapa Vina.
" Walaikumsalam Neng Vina " jawab Aisyah.
" Sudah lama " tanya Aisyah.
" Baru saja mah , maaf mengganggu waktu mamah ya " ucap Vina.
" Tidak menganggu sama sekali, saya sangat senang ketemu dengan anak muda yang berprestasi " ucap Aisyah lagi.
" Sebentar ya, mamah masuk dulu " ucap Aisyah.
__ADS_1
" Oh iya mamah silahkan " jawab Vina.
Tidak lama kemudian Aisyah keluar lagi dan sudah berganti pakaian yang lebih santai walaupun masih tertutup rapat.
Aisyah meminta Vina bercerita tentang hidupnya, semenjak kecil sampai saat ini.
Mengalir lah cerita Vina, Aisyah dan Astri menyimak. Padahal Astri sudah sedikit banyak sudah mendengarnya dan sudah pula diceritakan sama Aisyah.
Hanya Aisyah ingin mendengar langsung dari Vina sendiri.
Setelah mendengar cerita seorang Vina yang tidak pernah kekurangan harta dari kecil. Namun disini Aisyah garis bawahi ternyata keluarganya terlalu menomor satukan uang.
Keharmonisan keluarganya kurang yang didapat oleh seorang Vina. Dan Aisyah paham apa yang harus Vina lakukan.
Akhirnya Aisyah memberi jadwal pengajian bersama keluarganya dan Aisyah lah yang mengisinya.
seminggu sekali Aisyah akan datang ke rumahnya. Mereka menyambut Aisyah dengan antusias. Sebenarnya mereka orang baik. Cuma mereka tidak ada yang mengingatkan.
Akhirnya Keluarga Vina jadi salah satu anggota pengajian yang Aisyah pimpin.
Dan hasilnya Subhanallah, mereka semua hijrah dan keluarga mereka menjadi hangat.
Tidak lagi hampa. Seminggu sekali mereka akan pergi bersama untuk mempererat tali persaudaraan. Dan cinta kasih antara anak dan Orang tua.
Disini bisa di garis bawahi, tidak semua masalah bisa diselesaikan oleh uang.
Astri ada trauma tersendiri dengan pernikahan Aisyah, Ada rasa takut di diri Astri sehingga dia harus menolak atau membatalkannya.
Seperti saat ini ada teman Aisyah berkunjung kerumah Aisyah kebetulan anaknya itu teman kecil Astri.
Ibunya meminta Astri menjadi menantunya.
Awalnya Astri menerima, Namun beberapa minggu kemudian Astri ingin memutuskan dan membatalkan pernikahan.
Aisyah sangat bingung, tidak mungkin Aisyah membatalkan begitu saja tanpa sebab.
Seandainya saat itu Astri tidak menerima mungkin tidak akan serumit ini. Atau Astri jangan dulu menjawab iya akan lebih baik urusannya.
Aisyah sungguh sangat malu, Ibu Tini teman bisnisnya Aisyah, g mungkin Aisyah datang dan langsung membatalkannya.
Tapi Astri juga tidak bisa dipaksa, Aisyah meminta pada Ratiman memikirkan alasannya.
Sungguh persoalan yang sangat rumit.
Keluarga Bu Tini suada siap siap mau datang di hari minggu yang akan datang.
Mereka akan membawa keluarganya. Aisyah tidak mampu menjawab. Sungguh resiko yang diambil akan besar, ada kemungkinan bakal berpengaruh kepada kerjasama yang selama ini terjalin.
__ADS_1
Karena Aisyah tidak punya cara akhirnya keluarga Bu Tini datang diterima oleh keluarga Aisyah.
Bu tini menyampaikan maksud kedatangannya. Aisyah tiba tiba punya ide untuk membatalkan tapi bukan keluar dari keluarganya.
" Gimana bu jawaban nya, kapan kesiapan anak anak menikah" tanya Bu Tini
" Begini bu, Astri sebenarnya mau menikah secepatnya, Namun Astri masih terikat kontrak selama 5 tahun dan selama kontrak berlangsung Astri tidak boleh melangsungkan pernikahan baik resmi ataupun siri. Sebab takut menggangu penelitian yang lagi Astri jalani ' jawab Aisyah.
" Kalau berkenan maukah Aa Rahmat menunggu Astri selama itu " ujar Aisyah lagi.
" Waduh 5 tahun kelamaan bu " ucap Bu Tini.
" Kenapa bisa ngambil kontrak itu kan sudah tau ada yang melamar " ucap Bu Tini sedikit emosi.
" Maaf bu waktu Astri mengambil kontrak itu saat Astri masih Kuliah S2 nya. Sebenarnya kontrak itu tinggal 3 tahun lagi. Apa pihak Ibu mau menunggu?" tanya Aisyah, sambil hatinya ketar ketir takut menyetujui dan mau menunggu.
" G bisa mah, aku g bisa menunggu selama itu " jawaban Rahmat, yang memang sangat diharapkan oleh kelurga Aisyah.
" Oh ya udah kalau gitu bu, mungkin kami mohon maaf g bisa melanjutkan lamaran ini " ucap Bu Tini pada Aisyah.
" Iya bu g papa, sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besarnya " sahut Aisyah lega.
" Kalau begitu kami pamit ya bu Maaf sekali lagi, dan ini semua saya bawa lagi " ucap Bu Tini dan mengambil semua yang dia bawa tadi.
Aisyah tersenyum, namun hatinya sungguh lega, apa yang diusahakan semua bisa teratasi tepat waktu, dan tidak menyinggung orang lain.
" Selamat , selamat' seru Astri sambil mengelus dadanya.
Semua yang melihat tertawa , habis merasa lucu dengan tingkahnya.
" Kamu enak g mikir ,gimana caranya membatalkan tanpa menyakiti orang lain' ujar Aisyah.
" Iya kan aku punya mamah yang hebat, yang selalu bisa melepaskan sebuah masalah ' jawab Astri sambil memeluk Aisyah.
" Mamah aku kan paling hebat, tau aja yang aku mau ' kata Astri lagi.
" Tapi nanti lagi kamu jangan main terima saja
tapi ujungnya g mau , dan nyuruh mamah mu yang membatalkan " kata Ratiman mencoba memperingati Astri karena ini bukan pertama kalinya. Aisyah lah yang harus selalu membereskan semua masalah yang Astri timbul kan.
" Iya , Iya Pak Aku g akan gitu lagi " jawab Astri sambil cengengesan.
Seminggu sudah berlalu, Astri sudah kembali beraktifitas.
tunggu bab selanjutnya ya.
Terima kasih atas semua yang mendukung karya ku.
__ADS_1