Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Jejak Nuri


__ADS_3

Kelompok yang diketuai Wandi sudah bisa melacak keberadaan Nuri. Namun mereka kayanya bukan orang sembarangan juga. Sebab tempat itu yang Wandi tau tempat penyimpanan senjata ilegal.


Wandi berpikir mungkin ini musuh yang masa lalu, yang masih punya dendam sama Hasan.


Wandi sangat tau sepak terjang Hasan sebab mereka berdua itu anak gank yang diketuai Bapak Wandi.


Sekarang di ketuai oleh Robert adik bungsu Wandi. Wandi dan Hasan sudan taubat tidak mau berurusan lagi dengan dunia hitam. Mereka sudah hijrah.


Namun, karena saat ini terpaksa, Nuri diculik. mau tidak mau melibatkan gank tersebut.


Sinyal sudah kelihatan, Anak buah Wandy ada yang menyusup ada yang mencoba mencari perhatian, mereka sudah terlatih. Penjaga yang didepan dengan mudah dilumpuhkan oleh kelompok Wandi, sementara Hasan dan beberapa orang masuk ke dalam lewat atas .


Terdengar orang lagi berdebat di suatu tempat yang belum tampak, suaranya sudah terdengar, tempat nya seperti labirin . susah ditembus.


Wandi ngasih tau Hasan supaya hati hati banyak jebakan disana. Tidak lama dari situ ada yang melesat dia seolah terbang tidak terbaca pergerakannya.


Sangat lincah, Hasan bingung di tidak tau dia kawan atau lawan. Namun bajunya sekelebat hampir sama dengan kain yang tertinggal dikamar.


Hasan langsung berfikir dialah penculiknya tadi.


Keadaan Nuri sudah lemas, Mulutnya di lakban, kaki dan tangannya diikat. Tiba tiba ada yang masuk ke dalam tempat Nuri disekap. Dia duduk dengan anggun, dia berpakaian serba hitam, mukanya ditutup kain hitam tipis.


Dari matanya serta gestur tubuhnya seperti seorang Wanita. Dia nyuruh seseorang membangunkan Nuri. Nuri disiram sehingga do gelagapan, Nuri membuka matanya. Nuri masih tidak mengerti kenapa dia diculik. Salah apa dia, dia ketakutan.


" Sudah bangun kamu cantik" tanya orang tersebut.


" Kamu siapa, kamu mau apa ?" Tanya Nuri.


" ha ha ha....." dia tertawa terbahak bahak,


" Kamu nanya kenapa kamu di culik begitu" sentak orang itu.


" Dasar pengecut, kenapa kamu tidak hadapi saja Suamiku, tidak usah main culik culik segala" teriak Nuri.


" Biarkan Suami mu datang kesini menjemput istrinya tercinta " sahut orang tersebut.


" Apa salahku " teriak Nuri lagi.

__ADS_1


" Kamu memang tidak salah, kamu cewek lugu, tapi yang menjadi kesalahan kamu, kenapa kamu mau nikah sama Hasan " jawab nya.


Nuri terdiam, dia menyimak semua yang barusan orang itu katakan, apa yang sebenarnya terjadi.


Tidak lama masuk lagi orang yang sama persis dandannya seperti orang yang tadi. Hasan ada di belakangnya, penjaga semua sedang bertarung, yang lolos cuma Hasan dan orang yang berpakaian sama dengan yang didalam.


Hasan perlahan masuk lewat jalan yang lain, dia sembunyi dulu, Dia tidak mau gegabah sebab di dalam ada orang yang berpakaian sama sedang berdebat.


" Dek kenapa kamu lakukan ini, wanita ini tidak berdosa sama sekali sama kamu" kata orang yan baru datang.


" Dia hadir setelah lama kamu selesai dengan Hasan, apa yang menjadi kamu nekad begini, dan kamu memakai identitasku" sahutnya lagi.


" Sebaiknya Kakak jangan ikut campur dengan urusanku, ini semua ku lakukan demi anakku yang membutuhkan Ayahnya" jawab orang satunya lagi.


Hasan di balik lemari berpikir, bahwa ini ada hubungannya dengan sani. Mungkin dia dendam sebab Hasan menolaknya saat di rumah sakit tempo lalu.


" Dek sudahi semua, ngomong baik baik sama Hasan, kalau kamu masih mau melanjutkan ini terus aku yang terpaksa melawan mu " ujar orang tadi.


" Aku tidak akan menyerah kak, ayo bertarung denganku sudah lama pula aku tidak mengasah kemampuanku " Tantan orang tersebut.


" Baiklah, merekapun bertempur sama sama kuat, tampa mereka sadari Hasan masuk perlahan, Orang yang masuk kedua sengaja membawa orang masuk pertama keluar dari ruangan.


Surya menodongkan pistol ke mereka berdua. Hasan sudah pasrah sam Nuti dalam gendongnya. Dia berpikir inilah akhir hidup mereka.


Suara tembakan menggema, Hasan memejamkan matanya, namun Hasan tidak merasakan sakit dan yang tumbang itu justru Surya.


Hasan membuka matanya, Nuri sudah diambil alih oleh kelompok Wandi.


Hasan kembali kedalam ingin menyelesaikan semuanya. Yang dia tadi dengar harus diselesaikan dia sudah menduga siapa pelaku penculikan itu.


Dua orang berkelahi itu masih sama kuat, Hasan melihatnya, namun dia tidak bisa gegabah, baju mereka sama, postur tubuh sama juga. Yang membedakan hanya suara saja.


Tiba tiba Wandy datang dan melumpuhkan salah satunya, Hasan pun sama melumpuhkan yang satunya lagi. Hasan dan Wandi Sudah kompak dari dulu, merak sudah paham apa yang harus dilakukan walaupun hanya dengan satu isyarat saja.


Kelompok Wandy yang lain datang lagi, Mereka melumpuhkan sisa yang masih ada di situ dan membawa Surya yang tadi sudah roboh.


Semua di bawa ke markas Robert yang luka luka, dibawa kerumah sakit keluarga Robert.

__ADS_1


Termasuk dua orang itu, mereka semua dikumpulkan. Dan satu satu di interogasi.


Banyak mantan anak buahnya Wandy dan Hasan yang berkhianat ikut ke Surya, juga seorang penghianat.


Surya punya dendam sama dengan orang yang tadi berkelahi didalam.


Kedua orang tadi dimasukan ke tempat khusus, Hasan dan Wandy kompak membuka penutup kepala juga mukanya.


Tidak salah dugaan Hasan, Sani lah salah satunya. Tapi Hasan heran ko bisa Sani berkelahi selama pacaran dengannya Sani gadis yang lugu , boro boro berkelahi dia untuk membela dirinya saja sulit.


Namun sekarang sungguh sangat mencengangkan bela dirinya cukup tinggi.


Wandi kembali membuka yang satunya lagi.


Kedua orang itu tercengang tidak percaya.


" Mba Mira " kompak mereka berteriak. Sungguh tidak menyangka akan melihat Mira ditempat itu.


Mira yang mereka kenal itu perempuan yang Sholihah, alim, beliau seorang ustadzah, suka ngajar di pesantren tempat Wandi dan Hasan menuntut ilmu.


Mereka berdua sangat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Mira kembali memakai kembali tutup kepala dan mukanya, berbeda dengan Sani. Dia membiarkan dirinya terbuka. Sebab dia memang sengaja biar Hasan melihatnya.


" Mba saya untuk saat ini tidak mau banyak bertanya pada Mba, kebetulan saya sudah mendengar tadi perdebatan antara Sani dan Mba Mira.


"Mungkin saya bisa menyimpulkan disini yang sengaja menculik Nuri adalah Suni, bekerja sama dengan Surya bukan begitu San?" tanya Hasan pada Sani.


" Kamu salah Mas, justru saya datang kesini mau menyelamatkan Mba Nuri dari Mba Mira " jawab Sani tanpa ragu.


" San kamu tidak usah ngeles, tadi obrolan kamu sangat jelas bukan " tukas Hasan.


" Mas saya itu lebih tua dari Mira, kalau saya boleh jujur Mira itu Adik ku " ucap Sani lagi.


Hasan dan Wandi dibikin bingung, mereka tidak bisa gegabah untuk menangkap siapa sebenarnya penculiknya itu.


Yu kita tinggu siapa sebenarnya yang menculik Nuri, jawabannya ada di bab berikutnya.

__ADS_1


Selamat membaca ,makasih yang masih setia mengikuti, kutunggu like, vote, dan komennya serta hadian hadiahnya .


Semoga amal baik Kakak kakak semua di balas sama Allah SWT, Aamiin


__ADS_2