
Sementara keluarga Ratiman masih mendebatkan. Dirumah Aisyah justru lagi mengadakan rapat dadakan. Aisyah memanggil semua keluarganya berkumpul dirumah Aisyah, kenapa harus di rumah Aisyah. Sebab rumah Aisyah lah yang paling besar. Dan cukup ngumpul semua keluarga baik dari pihak Ibunya juga dari pihak Bapaknya.
Aisyah membicarakan maksud dan tujuan mengumpulkan keluarganya. Aisyah bicara langsung bahwa dia memutuskan untuk menikah dengan Ratiman. Aisyahpun mengatakan kalau ini jawaban hasil sholatnya.
Maka semua keluarga besar Aisyah setuju, ada yang meragukan namun Aisyah langsung mampu membungkamnya. Aisyah wanita yang tidak pernah gegabah dalam mengambil keputusan. Pasti dia hasil pemikiran yang sangat panjang. Bagi Aisyah memutuskan itu semua tidak mudah. Perlu perjuangan untuk meyakinkan hatinya.
Balik lagi ke situasi Ratiman di kampungnya.
Ratiman bicara " Saya akan tetap menikah, setuju atau tidak saya akan tetap menikah "
" Saya pulang bukan untuk minta persetujuan tapi saya memberi tahukan bahwa saya mau menikah, Dan saya nikahi adalah bos saya sendiri. Apa yang salah coba' Ujar Ratiman .
Kedua Kakak Ratiman mau menjodohkan Ratiman sama Rika. Makanya keduanya tetep tidak setuju. Akhirnya keluarganya Ratiman terbelah jadi dua kubu, ada yang setuju, ada yang tidak. Untung adiknya yang cuma satu itu setuju.
Maka terdapat lah satu keputusan dua hati lagi keluarga Ratima. akan bertolak ke Bandung. Ratiman menelpon Aisyah mengabarkan bahwa dua hari lagi Keluarganya kesana.
Aisyahpun memutuskan begitu Ratiman dan keluarganya datang akan langsung mengadakan pernikahannya. Walaupun hanya ijab kabul dulu yang penting sah dulu.
Aisyah langsung telpon para sahabatnya. Keluarganya langsung bergerak mempersiapkan semuanya.
Sampailah kabar ini kepada Dwi. Sungguh Dwi meradang, Dia tidak mampu berbuat apa apa. Dia ingat janjinya, kalau sampai Aisyah nikah beneran dia akan melepasnya. Dwi sungguh tidak ikhlas.
Sungguh Dwi tidak sanggup kehilangan yang kesekian kalinya. Dwi menangis dalam diam. Dia tidak ingin pulang ke rumahnya. Sebab kalau pulang bisa saja Uci yang akan jadi bulan bulanan Dwi.
Dwi mencari ketenangan. Dia pergi ke pantai Pangandaran. Dia bermaksud menghindari pernikahan Aisyah, dia tidak ingin menyaksikannya.
Setibanya di pangandaran dia langsung menginap di sebuah hotel. Saat dia mau masuk ke kamarnya. Dia merasa ada yang dia kenal masuk ke kamar sebelah kamar yang dia sewa.
Ya dia Wulan, baru saja Wulan melangsungkan pernikahannya dengan seorang anak Kiyai tempat dia menimba ilmu agama.
Wulan menginap satu malam disitu, keluarga Wulan sudah pulang duluan, ada yang pulang ke Bandung, ada juga ke pangandaran.
Dwi merasa penasaran dengan wanita itu. Namun Dwi tidak mungkin menunggu dia keluar lagi. Akhirnya dia memutuskan untuk segera masuk ke kamarnya.
Keesokan harinya, Wulan dan suaminya turun buat sarapan, begitupun Dwi dia juga turun buat sarapan. Dwi dibuat tercengang dengan penampilan Wulan yang bercadar.
Dwi tetap mengenali Wulan dari tinggi badan serta matanya Wulan yang meneduhkan.
Dwi takjub dengan perubahan Wulan yang 180 derajat berubahnya. Wulan digandeng ustad tampan. Wajah yang ke Arab Arab an memang Ustadz Fauzan ada keturunan Arab dari Umi Patimah.
__ADS_1
Dwi akhirnya memberanikan diri untuk menyapa " Assalamualaikum 'ucap Dwi.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
" Wulan apa khabar " tanya Dwi basa basi.
" Baik " jawab mereka lagi.
" Gimana Alif sudah bisa apa sekarang " tanya Dwi lagi.
" Ya sudah mau masuk sekolah paud "
" Oh iya, maaf perasaan dia masih kecil" jawab Dwi sedikit malu.
" Ya sudah lanjut aja sarapannya, permisi saya duluan " ucap Dwi lagi sambil melangkahkan kakinya .
" Dwi merasa malu dia tidak pernah mencari Wulan dan anaknya. Anak Wulan seolah terlupakan, Dia sadar malah dia terus mencari keberadaan Aisyah. Disaat Aisyah sudah dekat malah menikah dengan orang lain.
Akhirnya Dwi menyadari satu hal. Bahwa sekencang apapun dia mengejar kalau memang bukan miliknya, pasti akan pergi darinya. Tidak peduli Secinta apa dia pada Aisyah. Kalau bukan jodoh tetap akan pergi darinya. Sekuat apa kita menggenggam, akhirnya pergi juga.
Sementara di Rumah Aisyah lagi sibuk mempersiapkan semua.
Hari yang di nanti tiba. Ratiman dan keluarganya sudah datang dari kemarin sore.
Aisyah masih didalam kamar, Aisyah tidak menyuruh orang lain untuk Make up. Dia make up sendiri.
" Sah" akhirnya gema suara itu memenuhi ruangan itu. Aisyah masih linglung. Perasaan g nyaman menyerangnya. Ada rasa keraguan dalam hati saat kata sah sudah menggema
Entah syetan apa yang mengganggu hati Aisyah secara tiba tiba.
Aisyah dipanggil oleh Alea dan disandingkan dengan Ratiman, perasaan gugup menyerang keduanya. Baik Ratiman ataupun Aisyah.
Acara pun berakhir. Ratiman mengantarkan keluarganya ke terminal. Kebetulan yang datang hanya Adik dan Ibunya, dan Kakaknya 1 orang. Jadi tidak repot untuk kepulangannya.
Setelah mengantar pulang Ibunya. Ratiman masuk ke rumah Aisyah dengan perasaan ragu. " Bu, saya mau pulang dulu " kata Ratiman pamit.
" Apa mas, mau kemana mas " Alea yang menjawab bukan Aisyah. Alea menyembunyikan senyumnya sebenarnya dia ingin tertawa terpingkal pingkal mendengar Ratiman pamit ke Aisyah. Namun Alea tidak berani melakukannya.
Aisyah hanya meng anggukan kepala dengan kaku. Entah harus apa hang dia katakan.
__ADS_1
Pulanglah Ratiman ke kontrakan nya. Dengan maksud mengambil pakaiannya.
Dia baringkan tubuhnya yang lelah, maksud dia istirahat sebentar. Mungkin karena kelelahan akhirnya dia tertidur sampai berkumandang Adzan subuh.
Ratiman bangun dia linglung, dia masih mengumpulkan nyawanya. Dia berasa mimpi.
Betulkah dia sudah menikah, tapi kenapa ada di kontrakan dia. Ratiman sudah sedih karena dia berfikir pernikahannya hanya sebuah mimpi. Saat dia sudah sadar sepenuhnya, baru dia menepuk jidatnya sendiri. Maksud dia pulang buat mengambil bajunya. Dia akan diam di rumah Aisyah.
Sementara dirumah Aisyah, Alea masih ada, dia nginep di rumah Aisyah, dia mengolok terus Aisyah yang punya suami brondong, namun ditinggalkan di malam pertama.
Alea tidak puas puasnya, dia merasa baru kali ini ada pengantin pulang disaat malam pertama. Alea bikin status yang bikin orang bertanya dan salah paham.
Dasar Alea bikin masalah aja, langsung saja banyak sekali yang telpon Alea menanyakan kebenaran berita itu. Alea sadar kalau sudah bikin gaduh dunia persilatan. Dia harus segera mengklarifikasi , sebelum berita menggelinding liar. Maksud hati bercanda malah orang yang membacanya malah serius.
Banyak teman Alea yang mengenal Aisyah juga. Termasuk rekan bisnis suami Alea.
Gaduh lah akhirnya.
Bingung sudah Alea dibuatnya. Ulah nya sendiri, dia yang harus bertanggung jawab.
Akhirnya Alea menelpon Ratiman, ternyata Ratiman sudah depan rumah Aisyah.
" Kenapa kamu malah pulang ke kontrakan " cerca Alea.
" Maaf bu saya lupa, saya ketiduran ,saya kecapean " jawab Ratiman dengan polosnya.
" Ha ha ha ha " akhirnya pecah tawa Alea mendengar jawaban Ratiman yang lugu.
" Tapi kamu tau kan kalau kamu sudah menikah, kamu sadarkan " tanya Alea lagi.
" Sadar bu, cuma saya lupa aja dan ketiduran kan sudah saya bilang tadi " jawab Ratiman lagi tidak mau disalahkan.
Aisyah hanya tersipu malu. Dia bener g ngerti dengan pikiran Ratiman.
" Ya sudah kamu kesini, saya mau klarifikasi di sosmed saya " ujar Alea sambil menarik Ratiman dan dia sambil berbicara sendiri.
Baik Aisyah ataupun Ratiman tidak ada yang bicara keduanya jadi canggung. Entah harus gimana memecahkan kecanggungan itu.
Nanti lagi ya cerita tentang Aisyah.
__ADS_1
Kita nantikan kisah lebih menarik lagi tentang Aisyah yang menikah dengan seorang yang sangat lugu. apa ya g akan terjadi.
Selamat membaca.