
Sakit yang dirasakan Aisyah saat terusir dari rumah suaminya. Aisyah mencoba kuat, Aisyah menelpon orang kepercayaannya Ratiman. " Halo Man, kamu dimana" tanya Aisyah.
" Saya dipabrik Teh, ada apa ?" jawab Ratiman curiga karena mendengar suara Aisyah yang sengau seakan habis menangis.
" Kamu kesini tapi bawa mobil, tolong cepat ya, Kamu jemputnya di rumah Alea ya " Sahut Aisyah.
" Baik Teh " Ratiman tidak banyak kata, dia langsung mengambil mobilnya lanjut menjemput Aisyah ke rumah Alea.
Tanpa banyak tanya , Ratiman mengantarkan Aisyah ke Pabrik. kebetulan diatas ada kamar cukup luas untuk tinggal sementara sebelum mendapatkan rumah. Aisyah tidak mau pulang ke rumah Ibunya. Aisyah khawatir menyakiti perasaan Ibunya. Aisyah nunggu waktu yang tepat buat memberi tahu kan semuanya.
Setelah mengantar Suneri ke klinik Revan pulang ke kontrakan dulu bersama Suneri. Revan ijin pulang dulu ke Rumah yang ditempati Aisyah selama ini. Ibunya Revan mengijinkan. Ibunya Revan bersiasat, membiarkan Revan pulang. Karena dia yakin kalau Aisyah sudah pergi dari rumah. Seakan Aisyah minggat sendiri tidak di usir olehnya. Membuat nama Aisyah tambah buruk di mata Revan.
Sesampainya di rumah, Revan langsung masuk sebab dia punya kunci sendiri. Menemukan rumah yang terkunci Revan sedikit heran, tapi Revan berusaha tenang, Dia g mau panik, semua masalah harus dia selesaikan. Ada penyesalan dalam hatinya. Dia terburu emosi hingga keluar kata kata keramat yang membuat dia harus terpisah dengan Aisyah. Revan sadar siapa Aisyah. Wanita tidak akan mudah hancur hanya dengan berpisah darinya. Revan sangat tau pribadi Aisyah yang tidak akan menangis berlebihan hanya seorang laki laki yang mengkhianatinya. Justru Revan lah yang takut berpisah dengan Aisyah.
Revan masuk ke kamarnya. Dia melihat seperti tidak ada yang terjadi. Dia mencoba membuka lemari, Revan syok karena semua baju Aisyah sudah kosong.
Revan berlari ke kamar anaknya, sama baju mereka juga sudah tidak ada. Revan meluruh dia merasa kehilangan. " Maaf kan aku Aisyah, karena ketidak berdaya an nya Aisyah dan anaknya jadi korban. Revan serba salah. Dia menyayangi Ibunya dan adik angkatnya.
Revan tidak bisa ngambil keputusan, semua terjadi begitu saja. Godaan Suneri sangat dahsyat sehingga tidak bisa menghindarinya akhirnya dengan disentuh satu kali Suneri hamil. Revan tidak sadar kalau dia lagi ditipu habis oleh Suneri. Harusnya Revan tau kalau Suneri tidak virgin saat Revan sentuh. Saat itu Revan sudah sangat lama tidak menyentuh Aisyah, semenjak hamil besar. Sehingga hasrat yang tertahan akhirnya tersalurkan kepada Suneri
Revan menangis pilu. Dia teringat anak anaknya. Apalagi anak yang baru dilahirkan oleh Aisyah sama sekali dia belum pernah menggendongnya. Dia dikuasai oleh Ibunya dan istri mudanya. Dan sampai puncaknya Aisyah yang harus kalah. Aisyah mengalah bukan berarti kalah. Aisyah hanya lagi menepi untuk melanjutkan hidupnya. Aisyah lagi menata hati yang rapuh. Tidak ada orang yang diceraikan bahagia, dia hanya pura pura tegar. Tidak ada yang tau setiap malam dia bersimpuh dihadapan Tuhannya meminta kekuatan.
Revan akhirnya meninggalkan rumah tersebut. Dia ingin mencari Aisyah dan ingin menyelesaikan masalahnya. Tiba dari rumah Alea sahabat Aisyah Revan mengetuk pintu.
Tok tok tok, " Assalamualaikum " salam Revan.
" Waalaikumsalam " jawab Alea sambil membukakan pintu.
" Eh Mas Revan, ada apa ya " Tanya Alea pura pura g tau. Sebab Aisyah meminta untuk merahasiakan kepergiannya.
" Apa Aisyah kesini tadi " tanya Revan.
" Tadi sih kesini nitip anak anak. Tapi tidak lama kemudian diambil kembali dan katanya mau pulang kerumahnya" jawab Alea sesuai instruksi Aisyah. Karena Aisyah sudah memprediksi semuanya. Untung pabrik Aisyah sudah pindah Dua tahun lalu tanpa tau Revan, tempat yang lama dipake paking saja
Lalu Revan melajukan kendaraannya memecah jalanan untuk menuju tempat produksi yang dulu.
Setibanya disana, tidak ada Aisyah ataupun anak anak. Yang ada hanya para karyawan yang berjumlah 4 orang. " Assalamualaikum. teh Ibu Aisyah ada kesini g" tanya Revan kepada karyawan Aisyah.
" G ada pak, sudah lama Ibu tidak pernah kesini Pak " jawab karyawan Aisyah lagi
" Ya udah, makasih ya " ujar Revan lagi.
Revan berpikir g mungkin Aisyah kerumah Ibunya. Revan hafal betul sifat Aisyah yang tidak mau membebani Ibunya. Sesulit apapun Aisyah akan tanggung sendiri penderitaannya. Hidup 5 tahun dengan Aisyah Revan sudah sangat hatam dengan kebiasaan Aisyah. Aisyah tidak akan menyusahkan orang lain. Air mata Revan menetes tanpa disadarinya. " Kemanakah kamu Dek, Sesakit itu ya kamu " Sehingga kamu tidak bisa menunggu penjelasanku " kata hati Dwi.
__ADS_1
Lain Revan lain juga dengan Aisyah. Aisyah tidak terus melulu menyesali takdirnya. Aisyah bangkit dengan lebih giat lagi bekerja. Dia berusaha mengembangkan usahanya. Dia menghubungi teman temannya yang bergerak di bidang makanan, Aisyah menawarkan kerja sama kepada perusahaan mereka. Alhamdulillah dengan kegigihan Aisyah dan Ratiman semakin banyak orderan yang masuk ke perusahaan Aisyah.
Hari ini Aisyah ada janji dengan teman lamannya. Dia mau kerja sama. Kebetulan teman nya Aisyah suka mengekspor makanan. Aisyah bertemu dan membawa sample yang dibutuhkan. Alahamdulillah Makanan yang diproduksi sama Aisyah memenuhi kriteria buat diekspor keluar negri.
Aisyah setiap hari sibuk, Ratiman yang bertanggung jawab untuk mengirim barang. Bagian produksi dipegang oleh sepupu Aisyah. Semua berjalan lancar. Ratiman juga sangat menyayangi Anak anak Aisyah. Tanpa Adanya Revan anak anak tidak kekurangan kasih sayan. Apa lagi Astri dari dilahirkan sampai berumur 6 bulan tidak pernah satu kali pun tersentuh oleh Ayahnya. Yang Astri tau Ayahnya Ratiman.
Astri tumbuh dengan baik, kalau Hasan tumbuh jadi anak yang temperamen. selalu buat masalah kalau bermain dengan orang lain. Aisyah sadar Hasan sudah terkena mentalnya. Karena perpisahannya anak lah yang menjadi korban. Ratiman berusaha menyentuh hati Hasan mendekati dengan cara menyayangi dengan tulus. Ratiman sangat prihatin dengan kehidupan Aisyah.
Namun dengan ketegaran Aisyah semua tertutupi. Tidak terasa waktu terus bergulir. Panggilan sidang pun datang ke rumah Revan. Revan dipaksa ibunya untuk pindah kerumah yang didiami Aisyah dulu. s
Sekarang istri mudanya yang berkuasa.
Surat dari pengadilan keterima ditangan Revan, sidang akan diadakan 2 hari yang akan datang. Suneri memaksa Revan untuk tidak datang supaya cepat selesai. Ibunya Revan memaksa Revan untuk menyerahkan sertifikat Rumah. Dia meyakini kalau surat rumah itu atas nama Revan. Ibunya bermaksud sebelum keputusan cerai, Ibunya akan mengganti Nama surat rumah tersebut.
Supaya tidak bisa dijadikan harta gono gini.
Namun apa yang dia lihat sangat mengejutkan nya. Nama yang tertera di surat rumah itu nama Aisyah. Dan Revan sangat tau hukum agama. Segala bentuk yang sudah diberikan kepada istrinya itu mutlak hak milik istrinya. karena pas menikah Rumah itu dibikin mahar buat Aisyah. Jadi otomatis rumah itu sudah hak milik Aisyah.
Aisyah bukanlah orang yang serakah. Aisyah sama sekali tidak peduli dengan rumah itu. Dia tinggalkan rumah itu beserta isinya juga suratnya . Aisyah tidak pernah terlalu mencintai dunia. Aisyah berprinsip seandainya itu akan menjadi miliknya pasti akan menjadi miliknya.
Revan sungguh sangat sadar apa yang akan terjadi, hak Aisyah harus dikembalikan kepada Aisyah. Dia tidak mungkin mengambil kembali. Namun sebaliknya dengan Ibunya dan Suneri, tetep ngotot untuk memiliki rumah tersebut. Mereka ingin mengganti nama sertifikat itu.
Ibunya Aisyah sampai mau membayar orang untuk meluluskan keinginannya.
Waktu sidang pun tiba, Aisyah datang dengan pengacara nya saja. Dia tidak ada yang mendampingi karena memang dia tidak bicara sama siapapun. Ratiman di rumah menjaga Anak anak Aisyah. Mereka sudah terbiasa dengan Ratiman jadi mereka anteng saja saat Aisyah pergi.
Akhirnya sidang pertama selesai, dan gugatan diterima. Nunggu 2 minggu lagi untuk mendengarkan dari pihak Revan. Namun seandainya tidak datang lagi maka saat itu juga keputusan bisa diambil.
Aisyah pulang dengan naik taxi. Tanpa disangka Revan turun dari motornya untuk mendekati Aisyah. Sebab Revan tadi berusaha untuk datang, walaupun diwarnai dengan drama dulu. Akhirnya Revan bisa pergi juga dengan alasan mau ketempat konveksinya.
Revan setengah berlari mencoba menjangkau Aisyah yang mau masuk ke dalam Taxi. Dan Revan berhasil menangkap tangan Aisyah. Aisyah sangat terkejut. Dia sungguh tidak menyangka dengan hadirnya Revan.
" Dek aku minta waktu buat bicara sama kamu, Aku ingin menjelaskan semuanya " Revan memohon sama Aisyah. Kapan lagi pikir Revan Aisyah tidak diketahui Revan tinggal dimana. Revan pernah mencari ke rumah Ibunya Aisyah pun. Ternyata Aisyah bener tidak pulang ke rumah Ibunya.
" Maaf Mas, tidak ada lagi yang harus dibicarakan, Mas sudah bukan suami saya lagi " jawab Aisyah.
" Kita sudah haram untuk bersentuhan Mas, jadi tolong lepaskan tangan saya " kata Aisyah lagi.
" Maaf " Revan melepaskan tangan Aisyah. Aisyah pun naik ke dalam taxi tanpa melihat Revan lagi.
" Pak boleh ya rubah lokasi tujuan " ujar Aisyah. Aisyah khawatir Revan akan mengikutinya. Memang apa yang disangka Aisyah terjadi Revan mengikuti taxi yang ditumpangi Aisyah.
Aisyah berhenti di sebuah pasar swalayan yang pintunya banyak. Aisyah sudah merencanakan semua. Aisyah menyuruh sopir taxi pura pura nunggu Dia. Seolah Aisyah akan balik lagi naik taxi. Padahal Aisyah keluar lewat belakang disana Ratiman sudah standby di mobilnya bersama anak anaknya. Di sepanjang perjalanan tadi Aisyah sudah menelpon Ratiman supaya menjemputnya.
__ADS_1
Revan bener bener tertipu, saat taxi jalan Revan dibuat haran sebab Aisyah tidak kujung keluar dari pasar swalayan tersebut.
Revan sangat kecewa karena tidak berhasil berbicara dengan Aisyah. Revan pulang dengan perasaan yang tidak menentu. Revan sungguh kecewa pada dirinya sendiri. Dia frustasi. Apa yang harus dia lakukan. Aisyah adalah cintanya, tapi harus terpaksa terlepas karena dia tidak mampu menentang Ibunya. Ada saja fitnah yang mendatangi Aisyah.
Aisyah hanya seorang gadis miskin tapi kenapa banyak sekali yang membenci dia karena kemiskinan nya. Padahal tidak sedikitpun Aisyah meminta belas kasihan pada mereka. sungguh Aisyah merana dengan segala apa yang dia alami.
Ratiman dengan setia menemani Aisyah yang lagi terpuruk. Semua keluh kesah Aisyah Ratiman mendengarkan nya. Tidak sedikit pun dia lelah. Ratiman sangat sabar dan sangat menyayangi Aisyah. Kemanapun Aisyah pergi Ratiman selalu menemani.
Revan akhirnya menyuruh orang untuk mencari rumah Aisyah. Dia menyewa orang. Tidak memakan waktu lama akhirnya ketemu dengan mudah. Memang rumah yang Aisyah tempati tidak begitu jauh dengan rumahnya.
Revan mendatanginya. Saat itu kebetulan Ratiman sedang ngirim barang. Jadi Aisyah posisinya sendiri. Anak anak lagi dibawa Alea ke rumahnya. Alea sangat menyayangi anak anaknya Aisyah. Tiba tiba pintu diketuk tanpa ada salam. Karena Aisyah tidak menyangka yang datang itu Revan maka dia membukanya.
Aisyah sangat kaget. " Ada apa Mas datang kesini " Tanya Aisyah sambil.mundur.
" Dek tolong beri kesempatan Mas untuk menjelaskan masalah yang terjadi sebenarnya " ucap Revan.
" Setelah Mas menjelaskan terserah Ade mau gimana Mas pasrah dengan keputusan Ade " ujar Revan lagi.
" Maaf mas kita ngomong jangan disini. Tidak ada orang takutnya jadi fitnah, ingat Mas kita bukan suami istri lagi " jawab Aisyah.
" Dek itu baru talak satu. Mas masih bisa merujuknya. Saya rujuk sekarang Aisyah untuk jadi istriku kembali " kata Revan dengan yakin.
" Tidak Mas, saya tidak mau rujuk " jawab Aisyah dengan tegas.
Revan sakit hati karena ditolak mentah mentah sama Aisyah. Dia datang dengan keyakinan penuh Aisyah mau menerima dia kembali dan mau di madu. Aisyah tidak akan menentang tentang poligami. Itu yang dipikirkan Revan. Dia sungguh tidak menyangka akan penolakan tersebut. Sehingga Revan gelap mata.
Revan mendorong Aisyah agar masuk kerumah. Lalu dia dengan sigap mengunci pintu. Aisyah berlari maksudnya ingin masuk ke kamarnya. Malah menjadi malapetaka buat Aisyah. Revan memaksa Aisyah melayaninya.
Revan begitu bernafsu menyentuh Aisyah. Namun berbekal bela diri yang Aisyah kuasai. Aisyah dengan cepat menendang ************ Revan. Sehingga Revan menjerit kesakitan. Kesempatan itu di ambil oleh Aisyah untuk melarikan diri untung ada pintu darurat, Aisyah berlari melalui pintu darurat. Dan Aisyah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat.
Disinilah sekarang Revan ditempat ketua Rt. Revan disidang, Aisyah tidak terima dengan perlakuan Revan padanya. Aisyah sungguh merasa jijik. Apalagi Aisyah tau Revan sudah menyentuh Wanita lain. Aisyah mau memperkarakan Revan kepada yang berwajib.
Bapak rt mendukungnya untuk melaporkan perbuatan Revan. Namun Ratiman mengingatkan pada Aisyah ada perasaan anak anak yang harus dipikirkan. Dan keputusan cerai pun belum ada. Aisyah berpikir ulang.
Namun Aisyah meminta dibuatkan surat perjanjian. Seandainya Revan berani menggangu lagi Aisyah maka Aisyah tidak segan akan menuntut Revan. Revan setuju dan berkali kali meminta maaf sama Aisyah.
Aisyah hanya bisa menangis dalam diam. Sungguh hatinya sangat sakit dengan perilaku Revan kepadanya. Tidak ada lagi Revan yang lembut. Revan yang dikenal Aisyah dulu telah hilang.
Saat sidang ke dua tiba, Revan tidak datang karena merasa sangat malu sama Aisyah. Ketuk palu sudah dilakukan maka resmilah Aisyah menjadi seorang janda. Hak Asuh anak jatuh ke tangan Aisyah. Harta gono gini rumahnya akan dijual Aisyah dan uangnya akan dibagi dua. Aisyah tidak mau serakah.
Aisyah akan menggunakan uang tersebut untuk membeli hunian lagi. Buat dia dan anak anaknya.
Begitulah kisah Aisyah kini resmi menjanda. Kita akan masuk ke bab kehidupan Aisyah setelah menjada. Kita lanjut ke bab berikutnya.
__ADS_1
Selamat membaca semoga bermanfaat dan bisa menjadi satu pelajaran.
Bersambung