Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Ibra menginnginkan


__ADS_3

Keluarga Ibra sampai juga di rumahnya, benyak sekali pertanyaan di benak orang tuanya.


Ada apa dengan anaknya ini, tidak bisa ditahan akhirnya keluar juga pertanyaan itu,


" Bra sebenarnya kamu sama Silvy sudah kenal berapa lama?"


" Eu eu baru satu bulan" jawab Ibra ragu.


" Ko kamu kaya yang belum kenal betul" ucap Ayahnya.


" Jangan sampai nikah bohongan ya" sahut Ibunya.


" Ya masa nika bohongan, beneran lah bu" ucap Ibra lagi.


Pamannya Silvy pulang ke apartemen yang biasa Silvy tempati, istrinya masih di rumah Silvy.


Ada ganjalan di hati Bibinya Silvy, sebab sikap silvy dan suaminya mencurigakan. Namun Bibinya tidak bisa apa apa sebelum dia bisa membuktikan kecurigaannya.


Di lain tempat Hasan telah menemukan bukti pelecehan terhadap Mira dengan bantuan Robert, dan rekamannya sudah diserahkan pada Kepolisian.


Ternyata Surya lah yang melecehkannya.Mira merasa terpukul selama ini dia sangat percaya dengan Surya, dia dibutakan dengan semua kata kata dan juga janji janjinya.


Mira merasa terpuruk dan malu, kini dia berusaha untuk mencari sesuatu supaya dia terhindar dari rasa malu juga dari penyesalan yang berkepanjangan.


Mira masuk ke toilet dan mendapatkan apa yang dia inginkan, awalnya ragu namun dia tidak mampu menahan semua derita yang ditimbulkan orang paling dia percaya selama ini.


Sesal sudah tidak ada guna dia merasa orang yang paling buruk, rasa malu yang menekannya, sehingga dia langsung saja meneguk cairan pembersih wc itu.


Tidak berselang lama temannya pada berteriak melihat Mira tergelatak dengan mulut yang berbusa.


Petugas dengan sigap membawa Mira kerumah sakit, namun nahas Mira audah menghembuskan nafasnya sebelum sampai di rumah sakit.


Keluarga Mira yang dihubungi begitu kaget, sebab tidak ada yang tau kalau Mira di sel, Sani pun datang untuk segera membereskan jenazah Mira supaya bisa cepat di bawa pulang dan tidak banyak menimbulkan pertanyaan.


Surya yang mendengar berita itu, syok bukan main, dia sudah sangat mencintai Mira sejak dulu, sampai sekarang dia rela melakukan apa saja yang penting Mira ada disisinya.

__ADS_1


Mira sudah dikebumikan, ada dalam diri Hasan penyesalan, namun dia tidak bermaksud sedikitpun untuk membuat Mira mengakhiri hidupnya.


Hasan hanya ingin membersihkan namanya, dan menghukum orang yang salah, namun semua sudah kehendak Yang Maha Kuasa.


Manusia hanya berencana tapi semua Tuhan lah yang menentukan. Hasan hanya bisa mendoakan saja, Mira diampuni dosanya.


Ibra merenung, dia takut juga dengan kecurigaan orang tuanya, tapi jik tidak seperti itu dia sudah menerima uangnya, mau membatalkan juga percuma.


Ibra curiga kalau hubungan Silvy dan Pamannya itu ad dalam tanda kutif.


Semua orang tidak mudah dibohongi, dengan sikap Silvy yang sangat manja pada Pamannya itu, mungkin orang akan melihat seperti seorang istri yang akan manja suaminya.


Hari terus berlalu, pernikahan Silvy pun di gelar, tidak terlalu meriah, hanya orang orang terdekat Silvy yang di undang.


Orang tua Silvy tidak memaksa, yang penting selamat dan keberkahan buat anaknya.


Dengan seiring waktu, tibalah Silvy di tempat yang Pamannya sediakan, Ibra bingung sebab surat perjanjian melarang dia berbuat yang tidak tidak sama istrinya.


Dan ini satu rumah, juga tempat yang sangat kecil dan pasti akan sering bertemu, itu yang ada dalam pemikirannya.


Ibra hanya dinikahkan saja tanpa boleh menyentuh sedikitpun. Setelah mengantar Ibra ketempat kontrakannya, Silvy dan Omnya langsung pulang ke apartemennya.


Mereka berdua sudah tidak kuat menahan hasrat mereka, sebab persiapan pernikahan juga kesibukan Omnya sehingga mereka terpisah beberapa waktu, dan menyebabkan rindu berat.


Kini Silvy dan Omnya sedang asyik malam pengantin, yang menikah siapa yang menikmati siapa, Silvy sangat pandai memimpin permainan sehingga Omnya tidak bisa jauh jauh dari dia, tidak lagi ada wanita yang lebih hebat dari Silvy, itu pikiran omnya.


Ya nafsu syetan kadang lebih nikmat dari pada yang halal.


Di sisi lain Ibra membayangkan dirinya malam pengantin namun dia harus tidur sendiri dan kedinginan, dia merasa ada desakan gairah dalam dirinya sebab beberapa saat yang lalu sempat melihat silvy tanpa busana.


Sehingga gairah yang sangat menggelora tidak mudah dia redam, akhirnya dia memanggil sahabatnya yang biasa menemaninya disaat suntuk, tempat berbagi suka dan duka.


Sani datang memenuhi panggilan sahabatnya Ibra, dia merasa kasihan kepada Ibra kenapa dia sampai terjerumus dengan pernikahan yang akan merugikan dia.


Sani tau semua tentang Ibra, semuanya sudah Ibra ceritakan pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Karena Ibra diliputi gairah, sani tau apa yang harus dilakukannya. Sani membawa Ibra ke kamar mandi dan mengguyur Ibra sampai dia merasa tidak lagi bergairah.


Dan semua berhasil, Ibra keluar dengan kedinginan, lalu Sani memberikan pakaian ganti, dan Sani berlalu dari kamar Ibra, dia ingin menyiapkan makanan buat sahabatnya itu.


Dia sangat prihatin dengan sahabatnya itu, tidak beruntung, padahal oraknya lumayan cerdas namun mungkin belum ada yang cocok dengan pekerjaannya sehingga dia serba salah dalam bekerja.


Sani memasak yang simple saja, dia berusaha supaya Ibra tidak kesepian dan tidak merasa terpuruk, dia sahabat yang paling baik untuk Ibra.


Ibra datang setelah berganti pakaian.


"Sini duduk sini" ucap Sani sambil dia bergeser memberikan sedikit ruang buat Ibra.


" Maafkan aku yang selalu membuatmu repot ya" ungkap Ibra merasa bersalah sebab selalu saja dia menghubungi Sani bila dia ada masalah.


Namun kesalahan Ibra sekarang memutuskan tanpa melibatkan Sani pas mau di suruh menikah itu. Sehingga pernikahan terjadi tanpa bisa dicegah.


Setelah ini menyesal, namun bukan Sani kalau tidak bisa membuat Ibra kembali tertawa.


" Bra jangan kamu pusingin tentang pernikahan ini"


" Kamu cukup jalani dan tidak usah berbuat apa, yang di butuhkan mereka cuma nama saja kan, dan pengakuan, sudah kamu cukup laksanakan saja semua perintah dari mereka tanpa harus melibatkan perasaanmu dan juga jangan ikut campur urusan mereka"


" Dan kontraknya sampai dia melahirkan bukan?" tanya Sani.


" Iya sampai melahirkan, setelah itu kami boleh bercerai" jawab Ibra.


" Ya sudah kamu jangan bersedih, memang ini seharusnya tidak boleh, sebab kamu mendukung perzinahan antara mereka" ucap Sani lagi.


" Dan uang yang kamu terima itu adalah uang haram, tidak boleh memainkan suatu pernikahan, jadi kalau kamu bisa jangan kamu pake uang tersebut dan nanti setelah kontrak ini selesai maka kembalikan uangnya"


ucap Sani panjang lebar, Dia tidak mau Ibra terjerumus.


" Kalau kamu memang membutuhkan pekerjaan dan kamu bisa datang ke tempat ini pasti disana kamu di terima, sebab yang punya pabrik sangat baik" ucap Sani lagi.


" Makasih San tanpa kamu aku terus saja berkubang dalam dosa" jawab Ibra sambil menerima kertas yang ada tulisan alamat sebuah perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2