
Aisyah sudah sejak dini menanamkan disiplin baik ke anaknya atau juga ke karyawannya. Namun entah sejak kapan Ratiman bikin ulah, biasanya setiap ada masalah dialah yang gerak cepat. Dan mampu memberi solusi.
Mungkin Ratiman merasa terabaikan dengan kesibukan Aisyah yang luar biasa. Aisyah sekarang dipanggil kemana mana untuk wawancara. Aisyah sudah semakin terkenal dikalangan Ibu ibu, sebab Aisyah yang masih muda mampu memberikan edukasi buat Ibu ibu.
Awalnya hanya dilingkungan setempat, namun lama lama merambah ke wilayah wilayah yang lain. Aisyah mendidik juga mahasiswa mahasiswa untuk bisa berwira usaha.
Mungkin karena itu Ratiman menjadi sedikit cemburu. Dulu Aisyah banyak masalah yang menyangkut Asmaranya dan rumah tangganya. Ratiman selalu ada untuk itu.
Kini Aisyah punya kesibukan yang luar biasa.
Namun Aisyah tidak pernah mengabaikan anaknya. Astri yang masih kecil selalu dibawa kemanapun Aisyah pergi, Kecuali merias. Itupun sekarang kalau ada job sudah Aisyah alihkan kepada muridnya yang kompeten dan sangat berbakat.
Aisyah kini sedang merintis lagi buka salon untuk kaula muda, yang memegang peranan adalah mahasiswa mahasiswa. Waktu senggang mereka dibuat untuk berkarya.
Di Pinggirnya dibuat kafe untuk kaula muda.
Ya Mahasiswa yang dekat dengan Aisyah ikut serta dalam pengembangan itu. Ada yang nanam modalnya, ada yang tempatnya ada juga ide ide, dan bagi yang tidak mempunyai semuanya maka mereka memberikan tenaganya.
Sahabat sahabat Aisyah mendukung semua usahanya. Aisyah tidak melulu cari keuntungan buat pribadinya. Namun dia berbuat itu semua untuk membantu orang orang yang kesulitan untuk berusaha.
Aisyah tidak banyak mengeluarkan modal. Dia banyak mengeluarkan ide ide usaha bagi mereka yang punya modal namun mentok di ide.
Kecerdasan Aisyah yang sangat cemerlang itulah banyak orang mencarinya. Hanya sekedar untuk konsultasi. Di usianya yang baru menginjak 28 tahun dia sudah menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.
Dari seorang gadis miskin, jelek bau, berubah menjadi Wanita cantik, cerdas, dan mapan, juga bijaksana, tidak ketinggalan dermawan.
Namun hidup manusia tiada yang sempurna.
Aisyah memang boleh dibilang sudah sukses untuk masalah materi. Tapi tidak dengan asmaranya. Bukan tidak ada yang datang melamar. Namun Aisyah seolah hatinya sudah terkunci.
Nama Dwi masih bertahta dalam hatinya. Entah sampai kapan enyah nya. Maka dari itu Aisyah tidak ingin menerima cinta yang baru. Namun Aisyah juga tidak mau menerima Dwi yang selalu mengejarnya. Aisyah tidak mau menyakiti hati istrinya dan anak nya.
Aisyah mengambil langkah mencari kegiatan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Aisyah selalu memikirkan ide ide buat mengembangkan usaha bersamanya. Dia ingin berguna bagi orang lain.
Ada dalam sebuah hadis " Sebaik baiknya manusia adalah orang yang paling berguna bagi orang lain " Nah Aisyah yang regius itu melaksanakan hadis tersebut.
Selain usaha Aisyah juga bekerjasama dengan pesantren tempat dia mencari ilmu.
Dia membuka kelas kelas belajar Al'Qur'an. Baik bagi ibu ibu, ataupun anak anak, Remaja, juga tingkat Dewasa.
Dan tempat tempatnya adalah mereka yang yang meng infakan sebagian hartanya. Sehingga semua bisa berjalan lancar. Sebab dukungan dari semua lapisan masyarakat.
__ADS_1
Pemerintahnya juga tidak mau ketinggalan. Membantu baik materi, perijinan, juga akses.
Itulah sekali lagi kalau kita bekerja sama semua menjadi ringan. Apa yang kita cita cita kan akan terwujud, Jangan lupa Allah yang pertama kita pinta baik petunjukNYA dan minta dilancarkan jalannya.
Sebesar apapun usaha kita kalau kita sombong tidak menyertakan Allah didalamnya. Maka tunggu saja kehancurannya. Keberkahan akan datang bila setiap langkah kita selalu meminta petunjuknya.
Aisyah mewujudkannya. Aisyah menjadi barometer buat wanita wanita dilingkungannya. Sekarang tidak ada lagi wanita yang nganggur. Tidak ada lagi ibu ibu yang ngerumpi.
Sekalipun berkumpul, ada dirumah rumah yang dijadikan tempat berkarya. Semua waktunya itu sangatlah bermanfaat.
Suami dan anaknya ke urus, sisa waktunya dipakai berkarya. Hasil karyanya Aisyah ambil dan Aisyah pasarkan dengan dibantu oleh teman temannya.
Semua menjadi berguna, hidupnya menjadi berwarna, bergairah.
Bahagia Kah Aisyah, kalau disebut bahagia mungkin kalau melihat luarnya orang akan melihat seorang Aisyah itu sangat bahagia, sempurna. Kalau boleh jujur Aisyah selalu sedih dalam hatinya. Kenapa Dia selalu teringat akan Ibunya. Dia kini sukses Ibunya tidak merasakannya. Aisyah hanya mampu berdoa saja untuk kelapangan Ibunya.
Masalah hati Aisyah yang terkunci pada satu nama itu menjadi satu siksaan bagi Aisyah.
Aisyah kadang kalau malam hari tiba disaat waktunya istirahat. Dia bermunajat sama Allah meminta menghapus nama orang tersebut, Minta melupakan cintanya.
Cintanya pada Dwi bukan hilang, semakin ditekan semakin subur. Sakit hati Aisyah.
Mungkin inilah ujian hidupnya. Tidak ada yang tau semua menganggap Aisyah sempurna. Mereka selalu menuruti apa yang dikatakan Aisyah jika mereka meminta pendapat Aisyah.
Banyak rumah tangga yang terselamatkan oleh Aisyah karena mereka mengikuti setiap langkah yang Aisyah kasih.
Dwi kembali membuat ulah. Dwi menyuruh orang orangnya membuat suatu pertemuan seolah membutuhkan sosok Aisyah. Memang yang datang kalangan Ibu ibu muda dan mahasiswa.
Acara diadakan disebuah hotel bintang lima. Aisyah dapat undangan untuk menjadi pembicara sebagai wanita muda yang sukses membawa kemajuan buat orang lain. Yang mengundang dari kelompok pemuda berkarya.
Aisyah kurang teliti dia tidak membaca semua. dibawah ada nama Dwi sebagai penanggung jawab acara.
Pada waktunya tiba Aisyah sengaja datang lebih awal dia diantar ponakannya. Hanya didrop kebetulan mobilnya memang mau dipinjam ponakannya.
Sesampainya ditempat acara Aisyah disambut oleh panitia. Hal yang paling mengagetkan Aisyah adalah ada meja paling ujung Dwi tersenyum padanya.
Aisyah ingin berbalik namun dia harus profesinal. Dengan terpaksa Aisyah mengangguk saja tanpa memberikan tangannya untuk bersalaman, Dan memang tidak pernah bersalaman dengan lawan jenis.
Aisyah duduk ditempat yang sudah disediakan. Dan disitu sudah ada namanya.
Aisyah tidak nyangka Dwi akan datang kemejanya untuk menyapa langsung dan dengan sengaja menyentuh tangannya. Aisyah terkejut dan dengan cepat mengibaskan tangannya supaya tangan Dwi lepas dari tangannya.
Sungguh Aisyah merasa dilecehkan. Dia sudah sangat menjaga marwahnya. Dia tidak mau dipandang buruk sama orang, Apalagi banyak orang disitu yang baru ketemu.
__ADS_1
Dwi bukannya marah dengan sikap Aisyah malah tertawa, yang membuat Aisyah begitu malu dan akhirnya marah.
" Maaf Pak bisa dikondisikan tangannya, kita bukan muhrim loh " Ketus Aisyah. Aisyah bener bener jengkel.
" G apa apa sebentar lagi mau jadi muhrim kan bu " Jawab Dwi sambil cengengesan.
" Maaf banget pak, bisa g bapak kalau ngomong jangan banyak ngehalu, dan kenapa Bapak ada disini, kaya hantu saja selalu mengikuti tanpa tau juntrungnya " tukas Aisyah saking jengkelnya.
Aisyah sudah tidak memandang orang lain disitu. Dia mencoba mempertahankan harga dirinya sebagai muslimah. Yang tidak boleh sedikitpun direndahkan.
" Idih siapa yang nge halu lihat saja sebentar lagi kamu akan datang ke rumahku untuk minta dinikahi " ujar Dwi sebegitu pd nya.
" Ya ampun pak, maaf kalau bicara tentang itu nanti ya, kalau acara sudah selesai, ini kan kita mau ada acara. Bapak jangan bikin mood saumya buruk, nanti saya mau bicara apa kalau keadaan mood saya buruk" Ucap Aisyah lagi sengaja Aisyah seolah memberi harapan. Padahal hanya memutus pembicaraan agar Dwi bisa ngasih ruang buat dia.
" Baiklah kamu janji jangan kabur, kalau sudah selesai kita ngobrol dulu ya, sekalian ngasih honor kamu "
" pak bukankah kalau honor biasanya sudah langsung ditransfer ya?" Tanya Aisyah keheranan. Namun Aisyah tidak peduli. Dia sudah menyusun rencana supaya dia bisa menghindar dari Dwi.
Acara pun dimulai, Aisyah melakukan tugasnya dengan baik. Peserta sangat kagum dengan apa yang Aisyah tuturkan. Perlu di garis bawahi Aisyah tidak pernah mengenyam bangku kuliah. Dia hanya tamatan Sma, Namun dia mampu menorehkan prestasi yang sangat gemilang.
Perhargaan sudah banyak dia raih. Namun semua itu tidak lantas menjadi Aisyah yang sambong, justru sebaliknya Aisyah semakin rendah hati.
Aisyah kalau ke orang lain itu akan sopan sekali, Namun jangan salah kalau ada orang mengusiknya dia akan melawannya.
Aisyah sudah menjadi wanita tangguh, semua air matanya dicurahkan saat bertemu Yang Maha Kuasa, saat menjalankan ibadahnya.
Yu ah para pembaca kita rehat dulu, nanti di bab berikutnya kita akan lihat keseruan antara Dwi dan Aisyah.
Sering debat tapi saling cinta dan merindukan. Namun tidak bisa bersama.
Menyakitkan memang buat keduanya.
Apakah akan ada jalan buat mereka bersatu.
Yu kita tunggu saja. Selamat membaca.
Tidak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada semua pendukung, saya tidak bisa mengucapkan satu persatu.
Semoga kalian dibalas sama Allah semua kebaikannya. Semua dukunganmu membuat semangat buat saya pribadi.
Semoga karya ini menjadi motivasi bagi yang membacanya, dan jadi sebuah pembelajaran bagi kita semua.
I LOVE YOU
__ADS_1
selamat membaca.
.