
Astri menjadi dosen di sebuah universitas yang cukup terkenal di kota Bandung.
Astri ditunjuk untuk menjadi seorang pembimbing. Kebetulan ada satu mahasiswa yang g lulus lulus.
Pas Astri coba lihat siapa anak tersebut, ternyata anak yang dulunya adalah Kakak kelasnya waktu di Smp.
Otomatis ada satu rasa yang g nyaman.
Astri bingung cara menghadapinya. Sebab dulu Anak ini pernah meminang Astri.
Dan Astri menolak terang terangan dan anak ini akhirnya cuti kuliah dan mengabaikan kuliahnya itu.
Atas dorongan orang tuanya akhirnya dia masuk kembali dan mencoba untuk mengejar ketinggalannya. Dan sampai lah dia di ujung kuliahnya. Yaitu tinggal mengerjakan skripsinya.
Disaat menentukan para pembimbing dia sangat bahagia sebab dia mendapatkan pembimbing dambaan hatinya.
Dia belum berhenti mengejar cinta Astri dengan berbagai cara. Namun dia tidak menyerah.
Hari ini adalah jadwal bimbingan bagi Taufik.
Astri berusaha profesional, Pas Taufik masuk
Dia memandang Astri tak berkedip. Soalnya dia kaget dengan perubahan Astri.
Dulu Astri itu kurus tidak begitu tinggi memang. Sekarang berat badannya mencapai 70 kg, Namun tidak mengurangi kadar kecantikannya.
Taufik terpana dengan Astri yang sangat berbeda sekali dengan dulu saat dia melamar nya. Berapa tahun tidak bertemu sudah banyak perubahan di diri Astri.
Astri memakai polesan makeup sedikit. Ya kan Aisyah seorang MUA otomatis menurun ke anak anak nya pada pintar berdandan.
" Mau terus berdiri disitu " ucap Astri mengagetkan Taufik.
" Eh maaf bu, Saya g nyangka lihat Ibu tambah cantik aja " jawab Taufik.
" Sudah sekarang serius, mana skripsi kamu " tanya Astri sambil memasang wajah jutek.
" Oh iya bu, ini " jawab Opik sambil tetap matanya tidak lepas dari wajah Astri.
Astri menjadi risih maka dia berinisiatif untuk mengusir secara halus dulu biar konsentrasi dalam membaca skripsinya itu.
" Ya udah saya baca dulu, nanti kalau beres saya baca, saya panggil lagi " ucap Astri.
" G bisa nunggu disini aja bu ?" tanya Opik sambil tersenyum dan tidak juga berdiri.
Astri jengkel juga, " Kalau kamu disitu terus melototi saya kerja, apa saya bisa konsen, kan g bisa, ayo kamu tunggu dulu diluar nanti saya panggil lagi" kata Astri lagi.
" Baik bu, apa g sebaiknya Ibu ngasih no wa Ibu biar nanti kalau sudah selesai periksa bisa tinggal Wa saja " ucap Opik lagi menyebalkan.
__ADS_1
" Tapi jangan no wa mamahnya ya bu " ucap Opik lagi nyindir Astri sebab dulu Astri ngerjain Opik dengan memberi no Ibunya Astri, Ya Aisyah itu.
Untung Aisyah itu orang yang sangat bijaksana jadi Opik g malu saat dia salah Wa Astri.
Astri pengen tertawa sebenarnya namun iya jaim. Jadi dia menahan tawanya.
" Bu kalau mau tertawa jangan ditahan tertawa saja. Nanti keluar dar bawah
loh " ujar Opik lagi, bukannya pergi malah banyak bicara yang g guna.
" Kamu mau pergi g sih, bikin aku g kelar kelar saja kerjaan ku " ucap Astri sambil sedikit agak marah.
" Baiklah saya keluar dulu " Akhirnya dia keluar juga .
Astri menarik nafas dan menghembuskan nya akhirnya pergi juga pengganggu nya.
Astri memeriksa dengan cepat, Namun baru satu bab sudah hancur, Astri mencoba bab keduanya tambah parah.
Astri bingung, ko ada skripsi ko hancur sekali.
Akhirnya Astri memutuskan untuk memanggil anaknya.
Datanglah anak itu sambil tersenyum g jelas. Mau dimarahin malah senyum senyum sendiri.
" Wah kamu kayanya betah ya kuliah disini " sindir Astri.
" Coba kamu perbaiki dari bab satu lagi " perintah Astri.
" jangan dibawa ke saya kalau masih hancur seperti ini " Dengan tegas Astri memperingati Opik. Opik bukan takut atau tersinggung dibegitukan malah dia kesenangan merasa diperhatikan lebih.
" Baik bu " Jawab Opik sambil mengambil kembali skripsinya.
" Permisi bu, saya balik dulu ya, awas Ibu jangan kangen dan jangan nyari saya ya" Dengan tidak tau malu nya Opik ngajak bercanda Astri. Yang sudah sebel dari tadi.
Opik pulang dengan hati gembira dikiranya Astri sengaja menyuruh revisi semua, agar bisa sering bertemu dengannya.
" Dasar kepedean " ucap Astri dalam hati.
Astri berpikir gimana caranya Opik tepat waktu jagan molor lagi sebab ini adalah tahun terakhir bagi Opik
Kalau dia g lulus lagi maka dia akan di do.
Astri sangat berat menangani mahasiswa seperti Opik.
Astri harus punya cara supaya dia bisa lulus.
Astri terpaksa harus membantu Opik untuk bisa membereskan skripsinya .
__ADS_1
Akhirnya Astri menjadwal Taufik lebih banyak bertemu dengannya supaya bisa dia bimbing dari awal lagi.
Tidak terasa waktu cepat berganti, Ujian sidang harus segera dilaksanakan, Namun yang namanya Taufik masih belum juga dapat tanda tangan dari dosen pembimbing karena masih saja ada yang harus direvisi.
Karena tidak ada cara lain, Astri menyuruh Taufik datang kerumahnya biar bisa menyelesaikan nya tepat waktu yang ditentukan untuk sidang.
Maksud baik Astri disambut gembira oleh Taufik. Dan hasilnya sungguh mencengangkan. Entah sengaja ataupun tidak ternyata sebenarnya Taufik punya kemampuan untuk itu.
Hari yang ditunggu tiba Taufik lulus dengan nilai yang memuaskan. Orang Tua Taufik datang kepada Astri untuk mengucapkan terimakasih.
Namun tidak disangka Orang tua Taufik datang ke rumah Aisyah dan met maksud
melamar Astri.
Ini yang membuat baik Astri juga Aisyah tidak ada pembicaraan sama sekali tiba tiba melamar.
Astri mau ngejawab tidak siap takut menyakiti orang tua Taufik, tapi untuk menerima Astri sangat berat dibuatnya.
Dari dulu tidak ada perasaan sedikitpun, kini Astri dalam dilema.
Akhirnya kembali Aisyah yang menjawab supaya tidak membebani anaknya itu.
" Terimakasih Ibu dan Bapak juga Nak Taufik mau datang ke rumah kami, Sebelumnya saya minta maaf , sebenarnya saya pribadi bahagia sekali Nak Taufik berkenan untuk melamar anak kami Astri. Namun sangat disayangkan posisi Astri saat ini lagi dalam masa taaruf dengan seseorang. Bukankah dilarang dalam agama juga seandainya seorang wanita dalam masa ta'aruf menerima pinangan dari pria lain sebelum ta'aruf nya itu selesai" jawab Aisyah panjang lebar.
Lagi dan lagi Aisyah yang harus menjawab semua itu. Aisyah sangat tau hati anaknya.
Akhirnya merekapun pulang dengan hati kecewa, namun apa mau dikata semua harus terima, sebab salah mereka juga datang tanpa pemberitahuan.
Itu sekelumit kisah Astri ada lagi tempo hari tiba tiba ada yang datang lagi orang tua rekan Astri yang bernama Fadil.
Saat itu Astri posisi lagi ngajar, tidak ada di rumah. Orang tua Fadil datang mau meminang Astri tapi wajah Astri Nya sendiri tidak tau, kebetulan di rumah ada Aulia.
Ibunya Fadil langsung memeluk Aulia. Tanpa ba bi bu langsung mengutarakan maksudnya.
Mereka langsung meminta Astri untuk jadi menantunya, tapi mereka berpikir kalau Astri itu Aulia.
Kembali Aisyah harus menjawab terpaksa mengecewakan. Sebab anah sekali mau melamar kepada orangnya saja tidak tau.
Mereka jauh juah datang dari kota Jakarta.
Aisyah bukan tidak menghargai namun perkawinan bukan main main. Ada perasaan khawatir jika belum mengenal sosok yang akan menikahi anaknya itu.
Sebab pengalaman Aisyah sendiri lah yang membuat sangat hati hati bagi Astri untuk menerima calon pendampingnya.
Nah pembaca gimana nasib Astri siapakah calon jodohnya kita tunggu di bab selanjutnya
Selamat membaca. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada yang memberikan likenya. Juga dukungannya.
__ADS_1
Para pembaca sudi kiranya memberikan kepada karya saya kritik dan komennya terimakasih.