
Aulia akhirnya menyetujui untuk dilamar oleh Reza, Aulia bicara pada papahnya dulu sebelum ke Aisyah Ibunya, Aulia memang lebih dekat dengan sang Ayah.
" Pah, kalau ada yang mau lamar aku apa Papah setuju? tanya Aulia.
" Siapa yang sudah berani melamar anak Papah" tanya Ayahnya Aulia.
" Ada atuh Pah, masa kaya gitu jawabannya" sahut Aulia sedikit cemberut.
" Iya, papah cuma nanya siapa orang nya yang berani lamar anak Papah yang judes ini" canda Ayahnya.
Saat asyik berbincang sambil bercanda tanpa mereka sadari Aisyah ada di belakang mereka.
" Apa yang sedang kalian diskusikan?" tanya Aisyah.
" Mah anak kita ada yang mau lamar katanya" ucap Ratiman.
" Siapa sayang yang sudah mau lamar kamu" tanya Aisyah.
" Mah, katanya Mas Reza besok malam mau kesini lagi, mau lamar aku" akhirnya Aulia jujur sama kedua orang tuannya.
" Serius, perasaan kamu kalau ketemu Reza berantem melulu" ucap Aisyah.
" Ya karena mereka berantem terus akhirnya tumbuh benih benih cinta" ucap Ratiman.
" Tapi kalian kan jarang bertemu, ko bisa?" tanya Aisyah kurang yakin.
" Gak tau Mah, kemarin pas nganterin Mas Reza ngomong kalau aku setuju katanya dia mau lamar aku" ucap Aulia sudah sedikit gak sabar sama orang tuanya.
" Ya sudah coba Mamah telpon duku kakak kamu, untuk memastikan jam berapa besok kesini nya, kan kita perlu persiapan juga" ucap Aisyah lagi.
Aisyah pun menelpon Astri untuk menentukan tentang persiapan besok malam.
Astri malah kaget dia belum dapat kabar dari Reza sendiri, sehingga membuat Aisyah sedikit cemas kalau kalau Reza hanya bercanda saja.
Astri pun memutuskan bertanya sama Suaminya siapa rau Reza bicara sama suaminya.
" Mas, tadi mamah telpon katanya besok malam Reza mau lamar Aulia" kata Astri pada suaminya.
__ADS_1
" Masa sih, kok gak ngomong sama kita ya" ucap Rangga Suami dari Astri itu.
" Ya Ampun Mas, gimana Reza ini, orang yang dirumah mamah udah heboh malah kita gak dikasih tau" ucap Astri merasa kesal sama adik iparnya itu.
Akhirnya Rangga memutuskan untuk menemui Reza dikamarnya bersama Papahnya itu.
" Assalamualaikum, Pah udah tidur ?" tanya Rangga.
" Walaikumsalam, belum ini nunggu Reza belum pulang pulang" jawab Arya.
" Emang kemana Reza Pah?" tanya Rangga lagi.
" Tadi pamit sebentar mau ke temennya katanya" jawab Arya lagi.
" Pah, apa bener Reza ada niat mau lamar Aulia?" tanya Rangga langsung.
" Apa Ga, Papah belum dengar tuh, niat anak itu mau lamar anak orang" jawab Arya lagi.
" Astagfirullah, ini anak maksudnya apa coba, bikin orang stres aja" ucap Rangga sangat kesal.
Rangga mencoba menelpon Reza namun tidak aktif. Rangga dan Arta semakin gak tenang, ada apa dengan Reza, namun mereka berusaha tenang dan menunggu saja untuk sementara.
" Za, kamu dari mana?" tanya Ayahnya.
" Aku dari rumah teman" jawab Reza enteng.
" Reza, apa betul kamu mau lamar Aulia?" tanya Rangga dan Arya berbarengan.
" Maunya gitu Pah, tapi Aulianya sampai saat ini belum jawab mau tidaknya" jawab Reza.
"Ya ampun, ini dua orang yang biasanya kalau ketemu berantem mau nikah, ya begini tidak nyambung" ucap Rangga sedikit pedas, sebab dia jengkel banget sama adiknya dan adik ipar ha itu.
" Udah, biar Papah yang telpon Ibu Aisyah" ucap Arya biar tidak jadi ribut.
" Assalamualaikum, Halo bu Aisyah, apa saya mengganggu Ibu" tanya Arya sedikit sungkan.
" Walaikumsalam, tidak Pak, malah saya senang Bapak mau telpon saya" ucap Aisyah.
__ADS_1
" Begini Bu, saya mau tanya apa Aulia mau dilamar oleh Reza?" tanya Arya langsung.
" Mau Pak, sebab dia sudah bilang pada kami kalau Reza mau ngelamar dia besok malam katanya" jawab Aisyah.
" Oh, syukurlah kalau begitu, besok InsyaAllah kami datang ke rumah jam 8 malam" ucap Arya tandas.
" Baik Pak, terimaksih atas infonya, sata disini mau mempersiapkan untuk besok malam" pungkas Aisyah.
Telpon pun berakhir dengan kesepakatan kalau besok Aulia akan dilamar jam delapan malam.
Rangga yang sedikit kesal kembali ke kamarnya menemui istrinya itu.
" Sayang, bener katanya besok malam kita ke rumah Mamah jam 8 kamu persiapkan saja ya" ucap Rangga.
" Alhamdulillah, makasih ya mau menerima keluargaku" ucap Astri merasa terharu sang adik mau dilamar.
di lain tempat Ibra mencoba meyakinkan Rina, kalau dia bisa jadi pasangan hidup yang baik, namun Rina ragu sebab perbedaan usia yang sangat jauh.
" Mba harus yakin, bahwa tidak semua laki laki kaya mantan suami mba itu" ucap Ibra.
" Kalau kamu bener bener mau menikah denganku, coba kamu datang dan taklukan kedua Ibuku" ucap Rina.
" Ok, saya akan datang ke rumah Mba besok malam" jawab Ibra antusias.
Hari terus berlalu, hari yang dinantikan tiba, Aulia sudah berdandan sederhana namun cantik, Mamahnya yang mendandaninya.
Reza merasa nervous sebab dia tidak menyangka kalau hari ini dia mau meminang wanita yang selama ini dia damba damba.
Akhir kisah Aulia dan Reza menikah dan Rina juga menikah dengan Ibra, mereka hidup bahagia sampai Aulia dikaruniai anak laki2.
Dan Rina hidup bahagia sekalipun tidak mampu memberikan anak sama Ibra.
Astri dan Rangga hidup bahagia dengan kedua anaknya.
Aisyah kini menjadi seorang nenek, ketiga anaknya sudah berumahtangga semua.
Aisyah hanya tinggal menikmati waktu, masa tuanya bersama suaminya yang sangat menyayanginya.
__ADS_1
T A M A T.