Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Pertemuan Aisyah dan anak angkatnya.


__ADS_3

Rangga dan Astri juga Aulia kembali ke penginapan, Niko terus ikut tidak mau lepas dengan Astri, Astri bahagia ternyata Niko adalah keponakan nya sekalipun tidak ada pertalian darah, namun ikatan batin sangat kuat.


Rangga gugup mau bertemu Ibu Angkatnya.


Selama ini bukan tidak mencari namun Rangga di berangkatkan ke luar Negri untuk meneruskan kuliahnya, setelah pulang dia dihadapkan dengan pernikahan sekalipun dijodohkan Rangga tidak sedikitpun menolak semua ajaran yang di berikan Aisyah di lakukan sama Rangga, berbuat baik terus sama Orang tua.


Rangga tidak melupakan sedikitpun pada Aisyah dua kali Rangga pernah ke Bandung, namun Aisyah tidak ada dirumah, Aisyah lagi kerumah mertuanya.


Hilangnya hp Rangga membuat lost kontak.


Namun secara tidak sengaja Tuhan mempertemukan mereka kembali. Betapa kerinduan Rangga yang sangat membuncah, sampai tangannya bergetar.


Sampailah mereka di penginapan, "Assalamualaikum" ucap Rangga.


" Walaikumsalam" sahut orang yang didalam.


Aisyah membukakan pintu, Aisyah syok dengan penampakan Rangga yang berbeda.


Kini Rangga sangatlah tampan, berwibawa, bukan pemuda yang kurus dan dekil saat ditemukan Aisyah pertama kali.


Aisyah masih ingat baju yang pertama dia berikan pada Rangga adalah baju Aisyah sendiri, sebab waktu itu Ratiman lagi bikin ulah.


Pemuda yang dulu kurus, dekil kini menjelma jadi seorang Pria Dewasa yang sangat berkarisma.


Aisyah terpaku, melihat Rangga, begitupun Rangga melihat Aisyah yang masih tetap awet muda, keduanya hanya diam sampai Astri memecah keheningan.


" Kak, bukan Kakak dari tadi gak sabar ya, pengen ketemu Mamah, nah itu Mamah bukanya di peluk malah di lihatin aja" seloroh Astri.


" Rangga anakku" ucap Aisyah sambil memeluk anak angkatnya itu.


" Mah, mamah apa khabar, aku kangen" ucap Rangga sambil meneteskan air mata yang dari tadi ditahannya.


" Mah, kenapa Rangga ke rumah Mamah selalu gak ada, dan terakhir mamah pindah rumah" ucap Rangga lagi.


" Mah hp Rangga hilang maaf kan Rangga ya, tidak bisa menemui mama selama ini.


Rangga dan Aisyah keduanya menangis sambil berpelukan semua orang yang menyaksikannya menangis terharu dengan pertemuan Ibu dan anak angkat itu.


" Maaf kan Mama sayang, Mama salah tidak pernah mencari tau kamu, Mama pikir kamu sudah bahagia berkumpul kembali dengan keluargamu" ucap Aisyah.

__ADS_1


" Bukan Mama yang harus mencari, tapi Rangga sebagai anak yang harus menemui orang tuanya" ucap Rangga.


" Mah, mama udah punya cucu, ini anak Rangga Mah, tapi dia kehilangan Ibunya sejak dia lahir Mah" Rangga bicara sambil tidak bisa berhenti menangis.


Rangga seolah mendapatkan kembali Ibunya yang telah lama hilang. Dia bisa mengadukan apa saja tentang keresahan hatinya. Dulu Rangga begitu dekat dengan Aisyah dan adik adiknya. Pertemuan ini seperti suatu anugrah yang terindah.


" Sayang, masuk yu, sini cucu nenek sama nenek yu" ajak Aisyah kepada Niko.


Niko langsung saja nemplok pada Aisyah, Niko merasa bahagia berada di tengah tengah keluarga Aisyah yang penuh kehangatan.


" Nak ini tante Aulia, Ini Om Fauzan, dan yang itu siapa?" ujar Aisyah sambil memperkenalkan satu satu, namun pas di Astri Niko yang menyambar menjawab.


" Itu Mama Niko, ya kan Ma" ucap Niko sambil menyender ke tangan Astri ingin di iyakan ucapannya.


Reza sang adik Rangga nyeletuk.


" Sah kan saja Kak, tuh Niko sudah cocok" ujarnya.


Astri dan Rangga kaget, sebab tidak sedikitpun dalam hati mereka ada perasaan kesana. Rangga sudah menganggap adik kepada Astri. Astri pun begitu tidak mungkin merubah perasaan sayang pada Kakak menjadi pada pasangan.


" Bisa jadi Kak, Sah kan saja kan cocok, keduanya udah cukup umur dan juga mapan nunggu apa lagi" Aulia ikut bicara.


" Mah, jangan suka memaksa, biar saja mereka bejalan sesuai keinginannya masing masing" Ratiman ikut berkomentar.


" Aku suka kalau teteh nikan sama Mas yang ganteng ini" Fauzan tidak mau kalah.


"Sekarang tinggal gimana Astri dan Rangga, pikirkan dulu tidak usah ngasih jawaban sekarang. Nanti mamah yang akan bicara sama Kakek Arya" pungkas Aisyah.


Seandainya Astri dan Rangga bisa bersatu Aisyah sangat bahagia sekali sebab dilihat dari segi apapun Rangga no 1, seolah tanpa cacat, sekalipun tetap kesempurnaan hanya milik Allah.


Nampak Astri dan Rangga mendadak jadi canggung, keduanya saling melirik, tapi kalau melihat Niko yang tidak mau lepas dari Astri Rangga memikirkannya, selain Rangga juga sangat menyayangi adiknya itu.


Mudah mudahan rasa sayangnya bisa dia rubah menjadi cinta pada pasangan. Dulu saja saat dijodohkan dengan Mamanya Niko Rangga bisa dengan cepat mencintainya.


Apalagi sekarang Astri adalah dulu adik yang di asuh dan dilindungi selama beberapa tahun. Pasti akan mudah merubahnya.


Astri juga berpikir apa salahnya mencintai Kakak angkatnya itu, toh tidak sedarah, yang penting nyaman, dan sifat Kakaknya itu sangat penyayang.


Astri dan Rangga mau angkat bicara namun jadi berbarengan.

__ADS_1


" Aku setuju saja" mereka menjawab dengan kompak.


Aisyah dan suaminya berpandangan dan langsung tersenyum bahagia, akhirnya jodoh yang selama ini dia cari buat Astri ternyata Anak Angkatnya.


" Kak aku telpon Papah dulu ya" ucap Reza ingin cepat cepat mengabarkan kabar gembira ini pada Kakek Arya.


" Halo Pah, Papah dimana, bisa ke penginapan teh Astri gak, ada hal yang penting mesti di bicarakan" ucap Reza.


" Ada apa za, kamu suka bikin kaget aja orang tua, ngomong yang jelas, Niko tidak kenapa kenapa kan?" tanya Kakek Arya.


" Kek Niko disini, Kek Papah mau menikah dengan Mamah cantik" teriak Niko.


" Benarkah?" tanya Kakek Arya seolah mimpi.


" Benar maka nya cepat kesini biar cepat kita bicarakan" kata Reza tidak sabaran.


" Iya Papah kesana sekarang, sama Rudi dan Randy yah" jawab Kakek Arya.


Bertemulah dua keluarga membicarakan pernikahan antara Astri dan Rangga Aditya.


Kebahagiaan terpancar di wajah Aisyah. Sungguh dia tidak menyangka akan menemukan kebahagiaan seperti ini.


Tadinya perginya ke Pangandaran untuk menjelaskan penolakan pinangan Alif, namun Allah dengan cepat menggantinya.


Pembahasan Pun dimulai, Aisyah menginginkan menikah di Bandung, Kakek Arya keberatan sebab banyak relasinya di Kota Surabaya.


Akhirnya menemukan kesepakatan kalau resepsinya akan diadakan dua kali.


Pertama di Bandung, kedua di Kota Surabaya.


Disini yang paling bahagia adalah Niko, dia akan mempunyai seorang Ibu yang sangat ia rindukan kehadirannya.


Di lain tempat, Wulan terus saja tidak terima, apalagi Alif bilang mau kembali ke Bandung buat bekerja kembali sebagai seorang dose


Wulan tambah marah, dan keluar sifat aslinya yang selama ini dia pendam.


Yu kita tunggu bab selanjutnya.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2