Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Semua bisa terjadi


__ADS_3

Astri dan Aisyah berpikir gimana caranya supaya tidak sampai menyinggung Wulan. Sebab pada prinsipnya hati tak bisa dipaksakan.


Namun berbeda dengan merasa Aisyah tidak adil menilai dari garis keturunan, padahal bukan itu.


Astri tidak Ibunya itu terkenang terus, Astri sangat tau penderitaan Aisyah saat Dwi tiada yang paling terpuruk disini Aisyah. Dan untuk membuat Aisyah melupakan semua itu hanya dengan cara menjauh semua dari yang berhubungan dengan Dwi termasuk Alif.


Astri akhirnya memilih untuk mengunjungi Wulan dan membicarakan semuanya dengan baik baik, tidak mau ada kesalahpahaman dalam hal ini.


Astri dan Aisyah sudah merencanakan akhir pekan sambil berlibur juga sekalian mampir ke tempat Wulan. Kebetulan kampungnya Wulan dekat dengan kampungnya Suaminya Aisyah.


Hari pun cepat berganti kini Aisyah sudah ada dalam perjalanan menuju Pangandaran.


7 jam perjalanan akhirnya sudah mereka tempuh, pertama mereka mencari penginapan dulu, setelah itu mereka istirahat dulu sebab cukup lelah dalam perjalanan.


Esok harinya mereka bermain di pantai Mereka sangat menikmati udara pagi di pantai. Astri dan kedua adiknya berlari berkejaran di tepi pantai.


Tanpa sengaja Astri melihat seorang anak berjalan mendekati tepi pantai, ombak datang Astri sangat kaget melihat anak itu tanpa ada orang dewasa di sampingnya.


Astri berlari sekencangnya berusaha menyelamatkan anak yang hampir tergulung ombak. Untung masih bisa terselamatkan.


Astri berhasil membawa anak itu ke pinggir pantai. Astri menolong anak itu dan mencoba menekan dadanya, Aulia datang mendekat,


" Bisa teh" tanya Aulia.


" Belum, coba sama kamu " ucap Astri.


" Ok" jawab Aulia singkat dan Aulia melakukan pertolongan pertama dan Alhamdulillah bisa.


Dari arah timur ada dua orang berlari dan mendekat, " Ya ampun den, dicari kemana mana ternyata disini" ucap dua orang yang memakai seragam hitam hitam itu.


" Pak tolong ya, jaga anak itu yang bener, untung ada kakak saya melihatnya, hampir tenggelam tuh bocah" Ungkap Aulia sambil ketus.


" iya mba makasih banyak, saya lalai, sekali lagi makasih" ucap dus orang itu.


Tidak lama kemudian datanglah satu orang paruh baya dan beberapa pengawalnya


" Ayo bawa Niko ke rumah sakit " ucap Kakek tadi sambil tidak melihat Aulia dan Astri.


Boro boro mengucapkan terimakasih melihat merekapun tidak " dasar sombong" kata Aulia pelan, namun masih cukup terdengar oleh Kakek tadi.


Ya Niko adalah cucu dari Arya bimantara, anak dari Rangga Aditya yang memiliki beberapa perusahaan terkemuka di negri ini.


Siapa yang tidak mengenal mereka yang sering sekali berseliweran di televisi. Namun orang besar itu sulit ditebak tanpa mengucapkan kata merekapun meninggalkan Astri dan Aulia yang terbengong disana.


" Sudah yu, kita balik ke penginapan, mana Dede nya " ajak Astri pada Aulia


" Hayu teh, tuh Dede masih asyik berenang" tunjuk Aulia ke arah adiknya.


" udah panggil aja hari makin panas, gak kuat juga kulit terasa terbakar" ucap Astri lagi.


Di tempat lain, Arya Bimantara lagi konsentrasi menunggu cucunya yang lagi di periksa.

__ADS_1


Dan Niko dinyatakan baik baik saja, sekarang sudah bisa diajak bicara. " Niko, kamu tadi ko menghilang?" tanya Kakek.


" Tadi Niko seperti melihat Mamah, Niko mengejar ke laut sana" jawab Niko sendu.


Arya ikut merasakan perasaan Niko yang selalu merindukan Ibunya yang sudah lama tiada, semenjak melahirkan dia.


Niko tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu, sehingga sering sekali Niko seperti itu pergi tanpa memberi tahu siapapun dengan alasan yang sama, melihat Ibunya.


Kakek Niko memeluk cucunya itu, " tadi Niko hampir terbawa ombak?" tanya kakeknya.


" Bukan hampir kek, Niko sudah terbawa ombak, tapi ada kakak cantik yang menolong Niko" jawab Niko


" Oh begitu ya" jawab Kakek Arya.


" Sekarang mana kakak cantiknya Kek?" tanya Niko.


" Sebentar ya, Kakek cari dulu di tempat yang tadi, soalnya tadi Kakek panik tidak sempat mengajak Kakak cantiknya" jawab Kakek Arya.


Lalu Kakek menelpon seseorang dan menyuruh mencari tahu yang tadi dua orang menyelamatkan Niko.


Pengawal Kakek Arya kembali ke pantai mencari Astri dan Aulia, namun mereka tidak menemukannya sebab mereka sudah kembali ke penginapan.


Para pengawal dikerahkan mencari di seluruh penginapan yang ada disekitar pantai tersebut.


Bagi mereka mencari dua orang Astri dan Aulia hal yang sangat mudah. Dan sekarang mereka ada didepan penginapan keluarga Aisyah.


" Maaf bu apa saya bisa ketemu dengan dua orang gadis yang satu tinggi, dan satunya lagi agak berisi tidak terlalu tinggi" ucap pengawal itu kepada Aisyah kebetulan mau keluar penginapan.


" Begini bu, tadi cucu bos saya hampir tenggelam, dan diselamatkan sama dua orang gadis tersebut" jelas pengawal itu.


" oh begitu, sebentar barangkali kedua anak saya, saya coba panggil dulu" Aisyah kembali ke dalam, dan memanggil kedua anaknya.


" Iya Mah, ada apa?" tanya mereka berdua.


" itu ada yang nyari kalian" jawab Aisyah.


" siapa?" mereka kompak bertanya.


" Lihat saja di depan " jawab Aisyah.


Merekapun akhirnya menemui irang tersebut.


" Bapak mau cari siapa?" Aulia yang bertanya.


" kami mencari kalian, kami diutus Bos kami agar bisa membawa kalian ketemu cucunya yang tadi kalian selamatkan" ucap mereka.


" Untuk apa saya harua kesana?" tanya Aulia lagi


" Den Niko pengen ketemu, dan mau mengucapkan terimakasih, Den Niko tidak mau pulang sebelum ketemu kalian" ucap mereka lagi berharap Astri dan Aulia menyetujuinya.


Astri dan Aulia pun setuju, toh tidak jauh ini, mereka pamit sama Aisyah untuk ke rumah sakit, yang dimana ada Niko dirawat.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Astri dan Aulia diarahkan ke ruangan VVIP, sesampainya disana Kakek Arya sudah menunggu mereka.


" Assalamualaikum " Ucap Astri dan Aulia bersaman.


" Walaikumsalam, terimakasih ya mau datang, kenalkan saya Kakeknya Niko yang kalian tolong tadi, dan maaf tadi belum sempat mengucapkan terimakasih sebab kami panik" ucap Kakek Arya .


" Oh iya kek gak apa apa, perkenalkan saya Astri, dan ini adik saya namanya Aulia" ucap Astri menanggapi Kakeknya Niko.


" Mari masuk, Niko sudah gak sabar nunggu kakak cantiknya" ajak Kakek Arya ramah.


Astri dam Aulia pun masuk dan menyapa Niko yang lagi duduk sambil main hpnya.


" Halo anak manis" ucap Astri menyapa Niko.


" Halo Kak, kakak cantik bersama siapa?" tanya Niko.


" Ini kakak Aulia, yang tadi nolong Niko yang nyaris tenggelam" jawab Astri


" Bukannya Kakak cantik yang menolong aku?" tanya Niko bingung sebab yang dia tau Astri yang menolongnya.


" Betul saya g, tadi Kakak yang menolong dek Niko saat nyaris tenggelam, tapi yang menyelamatkan mengeluarkan semua air dari paru paru Niko kakak Aulia" jawab Asti lagi.


" Halo dek Niko yang ganteng" sapa Aulia.


Mereka pun bersalaman dan dengan cepat menjadi akrab. Apalagi Niko menempel sekali pada Astri.


Karena Hari menjelang sore Astri dan Aulia pamit pulang, Namun Niko keberatan dan menangis kencang tidak mau ditinggal.


Memang Niko sangat kesepian, Kakeknya dan Ayahnya juga sibuk, dia sehari hari hanya dengan dua pembantunya dan dua pengawalnya.


Astri menjadi tidak tega mau meninggalkan Niko akhirnya Astri membujuk Niko dan berjanji besok ketemu lagi. Dan memperbolehkan Niko main ke penginapannya.


Akhirnya Niko bisa dibujuk cuma masalahnya, Kakeknya harus menepati janjinya besok hari.


Bertepatan Astri dan Aulia keluar ruangan Rangga Ayah dari Niko masuk dengan tergesa dan tanpa sengaja menabrak tubuh Astri sehingga hampir saja jatuh kalau tidak ditahan sama Aulia.


" Astagfirullah" ucap Astri.


" Mas bisa tidak kalau berjalan hati hati, jangan main nabrak nabrak saja" ucap Aulia ketus.


" Maaf saya terburu buru" sahut Rangga tanpa melihat meraka berdua, fokusnya hanya pada Niko.


Aulia dan Astri Pun pamit, dan mereka kembali ke penginapan mereka, rencana mereka hari ini gagal yang akan menemui keluarga Alif itu.


Alif dan Wulan sudah menunggu dari pagi sebab mereka sudah mendapat kabar kalau keluarga Aisyah sudah ada di Pangandaran cuma mereka istirahat dulu.


Namun yang ditunggu tunggu dari pagi belum ada yang datang satupun.


Alif dan Wulan agak kecewa dibuatnya.


Yuk sampai sini dulu ya, nantikan kisah selanjutnya, terimakasih para pendukung semua sudi kiranya memberi like dan komen serta saya menunggu kritik dan sarannya

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2