Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Nuri pulang


__ADS_3

Aisyah dan keluarga sudah sampai di Kota sukabumi, Hasan langsung mengabari untuk ke Vila saja sebab Nuri bisa pulang hari ini.


Aisyah dan keluarga langsung menuju Vila, tidak lama setelah Hasan sampai di Vila nya Hasan, Hasan pun tiba.


Nuri masih terlihat lemas, untung mukanya tidak ada yang cacat sedikitpun, hanya badan yang penuh memar sebab bekas diseret sam Mira.


Nuri tidak banyak mengeluh cuma dia merasa bersyukur selama ini kalau dia kesakitan atau terluka dia akan merasakannya sendiri tapi sekarang sungguh sangat berbeda perlakuan keluarga Hasan sangat perhatian padanya membuat dia menghangat hatinya, bahagia sekali rasanya mendapatkan keluarga yang mencintainya.


" Sayang gimana dengan keadaanmu, dimanakah yang masih sakit?" tanya Aisyah.


" Alhamdulillah sudah jauh lebih baik mah" jawab Nuri.


" Kamu banyak istirahat ya, nih mama bawa kesukaan kamu" Aisyah memperlihatkan bawaannya yang begitu banyak, dari mulai kue, buah dan sebagainya.


Itulah Aisyah yang akan selalu perhatian kepada menantunya.


Aisyah tidak ingin menantunya menjadi kesusahan dan kekurangan, semua kebutuhan kalau saja Hasan tidak menolaknya pasti Aisyah penuhi.


Namun Hasan tidak mau semua tergantung pada Ibunya kecuali kalau di sudah kepepet itu pun akan minta tolong adiknya bukan pada Aisyah.


Di tempat yang berbeda, Revan lagi berdebat dengan istrinya. Revan ingin sekali menengok anak dan menantunya, apa lagi saat dapat kabar Nuri menghilang dia tidak bisa membantu apapun.


Kehidupan Revan semakin hari semakin menghawatirkan, rumah ngontrak dan ngontrak.


Adiknya Hasan Dan Astri yang bernama Insan dia bikin ulah sehingga semua jadi runyam.


Ibu tirinya Astri menelpon Astri dan memberitahukan masalahnya.


Berhubung Astri anak yang baik hasil didikan Aisyah, dia mau mendengarkan segala masalah Ibu tirinya utarakan.


Astri mencoba mencari solusi buat adiknya itu. Tidak cukup dengan menelpon Astri, eh langsung menelpon Hasan, dia meminta bantuan sama Hasan untuk menyelesaikan masalah anaknya itu.


Aisyah tau dengan siapa kedua anak itu bicara, Aisyah menjadi berang sebab Hasan baru saja kena musibah sudah dihadapkan dengan masalah baru.


Aisyah mengambil telpon Hasan dan mendengarkan semua pembicaraan dari ibu tirinya Hasan.


Selesai itu bicara Aisyah menjawab dengan tegas dan Lugas " Maaf, ini saya Aisyah, ada apa gerangan menelpon anak saya, mungkin anada tau, baru saja anak saya kena musibah, kami disini semua lagi memberikan support bukan memberikan masalah, saya harap kalau ada masalah tolong selesaikan sendiri" jawaban Aisyah sangat menohok.


Istrinya Revan sangat marah, dia tidak terima diperlakukan seperti itu, dia mencari pelampiasan kemarahannya, dia mencari Revan. Dia memaki Revan dengan sangat kasar " Dasar tua bangka tidak berguna, punya Anak pun tidak bisa ada yang membantu anakku" ungkap Istrinya Revan.

__ADS_1


" Kamu tuh jangan asal ngomong, kamu seharusnya ngaca, saat Hasan ada masalah apa kamu mau bantu dia, mendengarkan saja tidak mau" balas Revan tidak kalah tinggi volume suaranya.


Mereka terus berdebat, samai terdengar suara PLAK , itu suara tamparan, yang ditampar Revan oleh istrinya, mungkin dia tersinggung dengan ucapan Revan tersebut.


Revan sangat marah, dia menangkap tangan istrinya dan menyeretnya masuk kedalam rumah.


Revan buka baju istrinya dan dia juga dia genjot istrinya tanpa pemanasan, sampai istrinya berteriak kesakitan.


Itulah Revan kalau sudah marah dia melampiaskannya dengan begitu sebab dia tidak mampu berbuat kasar pada istrinya.


Rasa sayang dari dulu mengingat istrinya itu anak Yatim jadi dia tidak tega dengan istrinya itu.


Istrinya kalau sudah di gagahi Revan langsung masuk kamar dan merenung, kanapa Suaminya tidak pernah membalas dengan tamparan lagi. Malah sering kali melakukan itu saja.


Istrinya Revan tidak pernah menyadari kalau suaminya itu sangatlah bersabar dengan segala tingkahnya itu.


Rasa sayang mengalahkan segalanya.


Waktu cepat berlalu, tiba juga kepulangan Aisyah dan keluarga, Hasan dan Nuri sudah bisa beraktivitas seperti biasa.


Hasan memperketat penjagaan di Vila, namun Hasan masih punya ganjalan terhadap anaknya Sani.


Sampailah Hasan ditempat yang dijanjikan Hasan dan Sani.


" Dan Akupun mengucapkan banyak terimakasih sudah mau menolongku" ucap Hasan lagi.


" Itu sudah menjadi kewajiban sesama


manusia" jawab sani.


" Namun ada yang masih menjadi ganjalan buatku, dulu kamu di persidangan bicara kalau anak kamu sudah kamu gugurkan" ucap Hasan.


" Tapi kenyataan sekarang kamu muncul bersama anak, yang kamu akui anak kamu" ungkap Hasan lagi.


" Akan tetapi aku semakin bingung setelah mendengar perdebatan kamu bersama Mira"


" Jadi Riki itu anak siapa sebenarnya?" tanya Hasan penasaran.


" Bukankah anak aku atau pun anak Mira sama saja ya, toh Bapak nya tetap kamu" jawab Sani.

__ADS_1


Deg, hati hasan tertohok sungguh Hasan tidak mengerti dengan yang dibicarakan oleh Sani itu.


" Apa maksud dari kata katamu itu san" tanya Hasan pada Sani.


" Ya yang aku tau berita yang selama ini menyebar yang melecehkan Mira itu kamu" jawab Suni.


" Demi Tuhan aku tidak pernah melakukan perbuatan bejad itu" sanggah Hasan.


" Kalau memang kamu tidak melakukannya kamu wajib mencari tau, dan kamu bersihkan nama kamu di kalangan dunia bawah" ujar Sani.


" Kejadian Mira itu dimana, dan kapan waktunya, biar aku bisa melacaknya dengan bantuan adiknya Wandy" ucap Hasan.


" Tepatnya kejadian 12 tahun yang lalu, namun tanggal dan bulannya aku tidak tau persis, tempat kejadian pesantren di Kota Tasik" jawab Sani .


" Aku akan mencoba menelusurinya, dan sekarang coba bantu aku supaya aku dapat hari, tgl, bulan yang tepat supaya mudah untuk melacaknya" ujar Hasan


" Baik aku akan mencoba cari tau ke Paman dan Bibiku, mereka pasti masih mengingatnya".


" Nah kembali ke pembahasan tadi, anak siapa sebenarnya Riki?" tanya Hasan lagi penasaran.


" Dia anakku, aku disuruh memberi kesaksian itu oleh orang tuaku supaya memberatkan kamu" jawab Nuri.


" Aku tidak mau membuang bayi itu, bagaimanapun anak itu buah cinta kita" ucap Sani dengan sendu.


" Aku akan tetap mengurusnya apapun yang terjadi, hanya dialah satu satunya kenangan yang ada dari kamu" ucap Sani lagi.


Hasan terdiam, dia merasa sangat berdosa dengan apa yang terjadi, seandainya dulu dia tidak marah pada orang tuanya, dia tidak melakukan hal hal yang membuat susah orang tua dan orang lain, mungkin Sani tidak akan menjadi korban.


Disini baru Hasan sadari, atas kelakuannya banyak pihak yang dirugikan, karena kekecewaan dia yang tidak mendasar membuat banyak yang sakit hati. Dan masa depan yang ikut hancur.


Namun penyesalan tidak akan membalikan ke semula, yang bisa dilakukannya sekarang adalah memperbaiki diri supaya menjadi orang yang lebih baik.


" San bolehkah aku bertemu dengan anakku?" Tanya Hasan.


" Boleh tapi kamu harus ajak istri kamu, supaya tidak salah paham, sebelum itu ceritakan apa yang telah terjadi di masa lalu" ucap Sani, dia tidak mau menimbulkan masalah baru dalam hidupnya.


Sani sudah mengambil keputusan untuk menjalani hidup dengan Riki saja. Tidak akan membuka hati pada siapapun.


Namun manusia hanya bisa berencana. Tuhanlah yang akan menentukan takdir kita.

__ADS_1


Segini dulu, besok kita lanjut dengan bab berikutnya tentang pertemuan Hasan dan anaknya, apa yang akan terjadi kita tunggu besok.


selamat membaca.💖💖🥰👃


__ADS_2