
Aisyah, sungguh tidak menyangka akan menjadi seorang janda diusia masih dibilang muda. Aisyah harus menguatkan hati dan ikhlas untuk menerima semua itu. Walau kadang dia sangat hancur, perjalanan hidupnya sungguh berat. Namun dia mencoba untuk pasrah pada Yang Maha Kuasa. Yang mempunyai segala nya.
Aisyah hari ini bermaksud melaksanakan tugasnya. Dia menerima job untuk merias pengantin. Dia berangkat subuh. Kebetulan kedua anaknya lagi bersama Kakak sepupunya. Jadi Aisyah aman untuk pergi pagi buta. Aisyah kebetulan sudah punya kendaraan untuk operasional. Dia pergi diantar supir.
Sesampai di tempat pengantin Aisyah bekerja dengan cepat dan bagus banget hasilnya. Jam 7 pagi Aisyah audah selesai semua. Dia tinggal nunggu untuk walimah dan nanti di ta cap ulang, dan ganti gaun pengantin setelah ijab kabul. Aisyah karena belum sarapan, dia pergi ke tempat makanan yang sudah tersedia. Saat dia lagi ngambil makanan dia tidak sengaja bersentuhan dengan orang lain.
Aisyah kaget, karena orang tersebut adalah orang yang sangat dia hindari. Sungguh Aisyah sangat kaget. Dan tidak menyangka bisa ketemu di acara ini. Karena tempat ini cukup jauh dari rumah orang tersebut. Aisyah mencoba biasa dan menyapa " Kak, apa khabar " Aisyah be basa basi.
" Baik Syah, kamu gimana sehat ?, tambah ayu saja kamu Syah " jawab Dwi sambil tersenyum dan memandang takjub pada Aisyah karena memang Aisyah itu sangat cantik saat ini. Gadis yang dulunya penuh koreng kini berubah sangat bersih dan berkilau.
" Alhamdulillah baik Kak, Eh Kakak siapanya pengantin, ko bisa disini ?" Tanya Aisyah heran.
" Syah kamu segitunya, emang kamu lupa sama Wowo, itu loh sepupu aku, anak Om ku " jawab Dwi.
" Astagfirullah, jujur aku g tau kalau pengantin prianya Wowo, karena g nyangka aja kalau yang nikah itu Saudara Kakak. ucap Aisyah.
Aisyah sungguh tidak menyangka bakal ketemu ditempat ini sama Dwi. Aisyah sudah lama menghindari Dwi karena sangat takut akan hal hal yang tidak diinginkan.
" Syah, bolehkah aku nanya sama kamu, tapi kamu jangan marah ya!" ujar Dwi, dia penasaran dengan berita perceraian Aisyah, namun dia khawatir menyinggung Aisyah kalau mau bertanya.
" Apa yang mau Kakak tanya, kalau bisa jangan sekarang ya. Jujur saya laper dari tadi belum makan apa apa " jawab Aisyah sambil nyengir, sebenarnya dia malu tapi mau gimana lagi kalau memang perutnya sangat keroncongan.
" Ya sudah kamu makan dulu, mau aku temenin " Tanya Dwi lagi.
" Eh g usah Kak, bahaya. Istri dan anak Kakak mana?" tanya Aisyah lagi.
" Uci g ikut, dia baru melahirkan Syah, habis cecar" sahut Dwi.
__ADS_1
" Alhamdulillah, jadi anak Kakak berapa " Tanya Aisyah lagi, kepo dia. Sebab memang sudah berapa taun tidak ketemu dan tidak rau khabarnya Dwi.
" Dari Uci 2 laki dan perempuan, dari Wulan 1 laki laki " jawab Dwi masih sambil menampilkan senyum terbaiknya.
Dwi terlihat lebih berisi dan matang, Dwi terlihat lebih dewasa. Cara bicaranya pun seperti yang Aisyah kenal dulu, menenangkan, membuat nyaman lawan bicara. Dwi seolah kembali ke masa saat saat dekat dengan Aisyah.
Aisyah sedikit terlena, dan ngobrol dengan Dwi merasa nyaman, namun dengan cepat Aisyah sadar diri. Ini tidak boleh terjadi.
Akhirnya Aisyah pamit untuk makan ditempat yang agak jauh dari jangkauan Dwi. Namun Dwi bukannya pergi ke tempat lain, malah dia ngambil kue basah, dan buah dibawa ketempat Aisyah makan. Dia dengan tenang duduk di pinggir Aisyah.
Aisyah sungguh gugup dia khawatir, takut keluarga Dwi melihatnya. Dan benar saja apa yang Aisyah takutkan terjadi. Kakaknya Dwi datang mendekati Dwi. Dan dia tidak sendiri. Dia bersama Ibunya, Namun ada yang berbeda. Ibunya Dwi berada di kursi roda, ternyata Ibunya Dwi terkena struk. Sudah dua tahun lamanya. Dan selama itu yang mengurus Ibunya Dwi adalah Uci istri Dwi.
" Assalamualaikum Teh, Bu, apa khabar " sapa Aisyah sambil menampilkan senyum yang paling manis walau dalam hatinya ketar ketir.
" Alhamdulillah Teteh baik, cuma Ibu ya kaya gini Syah, kamu apa khabar?" jawab Kakaknya Dwi ramah.
" Dua tahun Syah, ibu terkena struk, mungkin kamu tau apa yang terjadi di keluarga kami Syah ?" ujarnya lagi.
" Semoga Ibu lekas sehat lagi ya bu, maafkan Aisyah ya bu. Mungkin selama ini Aisyah sering buat Ibu jengkel " ucap Aisyah lagi. Mencoba berdamai dengan masa lalu.
" Syah seharusnya Kami yang minta maaf sama kamu, Kami menghalangi cinta kalian, hanya karena status sosial" ungkap Kakaknya Dwi lagi. Ibunya Dwi tidak lancar berbicara. Sebenarnya Ia ingin sekali meminta maaf sama Aisyah, dan kalau bisa dia ingin menyatukan cinta Dwi dan Aisyah. Bukan karena Aisyah sudah sukses, tapi mereka sadar cinta Dwi begitu besar sama Aisyah.
Saat Aisyah pindah ikut suaminya, hampir saja Dwi kehilangan nyawanya. Ya karena Dwi terus minum obat penenang tanpa aturan, Dwi ingin melupakan Aisyah namun tidak mampu, kalau boleh jujur, Dwi masih sangat mencintai sampai saat ini.
Karena acara ijab kabul mau dimulai terpaksa Dwi dan keluarganya meninggalkan Aisyah untuk menyaksikan acara sakral tersebut. Dan kata Sah akhirnya menggema di gedung itu. Semua mengucap Hamdallah. Kini Wowo sudah melepas masa lajangnya. Aibnya bersama Uci tertutup rapat sama Uci. Dan Uci berjanji tidak akan mengungkit itu demi keutuhan rumah tangganya.
Sebenarnya Ucu istri yang baik, Dia sangat mencintai suaminya, Uci sangat sabar, sifat Dwi yang temperamen bisa Uci sikapi dengan tenang. Walaupun banyak sekali drama, yang membuat Uci terluka karena Dwi baik luka pisik atau batin, kini Dwi sedikit berubah semenjak Uci hamil anak kedua dan kebetulan perempuan yang sangat dinanti oleh Dwi.
__ADS_1
Setelah Ijab kabul selesai, Aisyah buru buru masuk kamar rias, Aisyah mengganti gaun pengantin, baik Pria atau Wanita. Sungguh Aisyah baru nyadar kalau Pengantin Pria itu Wowo sepupunya Dwi. Aisyah tidak banyak bicara dia berusaha menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kebetulan yang merias Orang tua dan mertua sama Asistennya. Jadi Aisyah tidak bertemu dengan Om nya Dwi.
Semua rangkaian Acara selesai. Begitupun Aisyah, dia mau siap siap pulang, Aisyah cukup lelah, terlalu banyak yang Aisyah rias jadi cukup memakan waktu. Semua menyukai hasil rias Aisyah yang sangat menawan.
Saat Aisyah mau masuk mobilnya. Tiba tiba tangan Aisyah ada yang menarik. Dwi seolah tidak mau hilang kesempatan untuk tau cerita Aisyah. Dengan nekad dia mengejar Aisyah dan menarik tangan Aisyah. Dan Aisyah sangat terkejut.
" Astagfirullah, ada apa Kak? " Tanya Aisyah sambil berusaha melepaskan cengkraman tangannya.
" Tunggu, kita bicara dulu, aku g mau kehilangan kamu lagi " ujar Dwi.
" Loh mau ngomong apa Kak " tanya Aisyah heran.
" Sini ngomongnya disana " ujar Dwi sambil masih memegang tangan Aisyah. Dwi tidak mau melepas tangan Aisyah, sekalipun Dwi tau Aisyah anti bersentuhan dengan lawan jenis. Dasar Dwi yang suka memaksakan kehendak, akhirnya Aisyah mengikutinya.
Tibalah ditempat agak jauh dari parkiran, Masih di gedung cuma agak jauh dari tempat acara, kebetulan ada tempat duduk disana.
" Syah tolong jawab, apa bener berita tentang perceraian kamu? " tanya Dwi langsung tanpa basa basi.
" Benar, Kak mungkin bukan jodoh Kak " jawab Aisyah datar .
" Terus kamu sekarang tinggal dimana?" tanya Dwi lagi.
Aisyah terdiam, tidak bisa dia menjawab, Aisyah masih takut, seandainya dia kasih tau, takut Dwi nekad datang. Aisyah g mau merusak pernikahan Dwi.
Yu ah.....para pembaca kita nantikan kisah Aisyah dan Dwi, apakah Aisyah akan memberi tahu atau merahasiakan. Kita nantikan jawabannya di bab berikutnya
.
__ADS_1
Selamat membaca sampai jumpa di bab berikutnya.