Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Sebuah perasaan yang harus terbuang.


__ADS_3

Aisyah merasa sangat sedih walaupun hanya sebentar bersama Asep namun cukup membuat kenangan yang cukup berkesan. Tersimpan rapi didalam hatinya paling dalam yang pernah mengisi hidupnya. Walaupun hanya mirip wajahnya.


Berbeda dengan Asep yang sudah pergi, datang lagi mahasiswa tehnik yang selalu berusaha mendekati Aisyah. namanya Yanto.


Sampai sampai saat Ibunya datang Yanto membawa Ibunya ke rumah produksi Aisyah.


Rumah pribadi Aisyah itu sangat tertutup, jika ada yang mau ketemu harus di rumah produksi saja. Memang tidak terlalu jauh namun tetep memerlukan waktu untuk menuju kesana.


Yanto mengenalkan Ibunya dengan Aisyah.


Bagi Aisyah h masalah toh hanya kenal sebagai tetangga. Namun beda dengan pemikiran Yanto sendiri. Dia meminta Ibunya untuk ngobrol dan meminta Aisyah untuk jadi calonnya.


Ibunya sama Aisyah ngobrol panjang lebar. Tidak ada yang aneh, semua obrolan wajar dan normal. Pas sudah lama ngobrol Ibunya Yanto langsung bicara sangat menjurus.


" Sebelumnya maaf ya bila Ibu lancang, apakah Aisyah sudah punya pendamping?" tanya Ibunya Yanto.


" Sudah bu , malah saya sudah punya anak dua " jawab Aisyah sambil merasa heran.


" oh kirain belum, kata Yanto, kalau dia cerita katanya udah punya calon dan dia seorang janda beranak Dua katanya.


" Mungkin yang lain bu, bukan saya mana mungkin saya pacar anak Ibu yang usianya sangatlah muda" Ujar Aisyah lagi.


" Masa sih salah buktinya Yanto bawa Ibu kesini " ucap Ibunya Yanto. Sambil terheran heran.


" Bu siapa saja bisa kesini, disini itu selain rumah produksi, juga sebagai rumah singgah untuk para mahasiswa yang mau belajar bisnis. Ujar Aisyah lagi.


" Yanto itu salah satunya, kalau Ibu mau tau sebentar saya panggil temannya Yanto " Sahut Aisyah lagi.


Aisyah berdiri lalu pergi ke bagian belakang tempat para mahasiswa yang suka ikut belajar bisnis sama Aisyah. Aisyah akan dengan suka rela mengajarinya.


Aisyah memanggil anak anak mahasiswa yang lagi pada bikin kue yang selalu diproduksi oleh rumah produksi Aisyah.


Anak anak semua berdiri dan langsung menghampiri Aisyah untuk ikut ke depan bersama Aisyah. Dan dikenalkan kepada Ibunya Yanto.


Ibunya Yanto kaget, ternyata apa yang diucapkan Aisyah bener, banyak anak seusianya. Dan Anak anak itu pada bersalaman dengan Ibunya Yanto.


" Bu mungkin dari sekian banyak Ibu ibu yang bekerja dengan saya ada yang lagi dekat sama Yanto " ucap Aisyah supaya Ibunya Yanto tidak terlalu kecewa.


Aisyah bukan tidak tau, kalau Yanto menaruh hati padanya. Sebenarnya Yanto itu wajahnya lumayan tampan, karena fisiknya ada kekurangan jadi dia menjadi sangat minder.

__ADS_1


Yanto memakai kaki palsu sebelah. Aisyah lah yang selalu membesarkan hati Yanto.


Malah Aisyah lah yang membelikan kaki palsu biar mengurangi rasa rendah diri Yanto.


Karena kebaikan Aisyah dan perhatian Aisyah jadi Yanto salah paham akhirnya. Dan meyakini kalau Aisyah menaruh hati padanya.


Aisyah baik kepada semua orang termasuk Yanto. Melihat kekurangan fisiknya dan seorang Yanto yang rendah diri Aisyah hadir buat memberi semangat buat dia.


Namun kalau sudah begini siapa yang patut disalahkan. Kebaikan Aisyah atau rapuhnya Yanto yang mudah baper.


Karena tidak ingin masalah ini nanti berkembang liar. Maka Aisyah memanggil Yanto untuk ngobrol bareng sama Ibunya.


Yanto sudah bersama Aisyah dan Ibunya, Aisyah membuka percakapan dan Aisyah mencoba memberi pengertian kepada Yanto tanpa menyinggung perasaannya.


Sekalipun kecewa, akhirnya Yanto paham dengan sikap Aisyah padanya. Ternyata Aisyah cuma Iba padanya. jadi dialah yang kegeeran, Yanto sebenarnya kecewa.


Setelah berbicara hari itu Yanto pindah tempat kosnya tidak dekat lagi dengan Aisyah. Mungkin dia malu.


Aisyah cuma bisa menarik nafas dan mengelus dada. Kenapa umur yang demikian sangat muda masih berharap padanya yang menjelang umur 30 tahun.


Selesai masalah Yanto. Aisyah harus meluruskan hati Ratiman biar kerjanya tidak terganggu. Ya mungkin kekecewaan akan lebih dibanding orang lain. Sebab Ratiman sudah bersama Aisyah sudah cukup lama.


Disisi lain Dwi sangat terobsesi dengan Aisyah. Suatu waktu di bulan juni, Ada satu acara yang mengharuskan Aisyah dan Dwi tampil ke atas panggung.


Aisyah diangkat jadi duta usaha oleh pemerintah setempat. Kalau Dwi adalah pengusaha yang cukup sukses.


Aisyah berusaha menenangkan hatinya, mau tidak mau kalau Dwi masih dihati. Aisyah gemetar tidak tau mau ngomong apa.


Dwi membisikan sesuatu pada Aisyah. mungkin kata kata supaya tidak grogi.


Aisyah mulai memberi sepatah dua patah kata. Alahamdulillah lancar. Namun tidak menyangka Aisyah dan Dwi disuruh menjawab pertanyaan di sebuah sesen.


Mereka pikir Aisyah dan Dwi adalah pasangan


Jadi mereka dengan Antusias meminta sesi tanya jawab, dan akhirnya Aisyah menyetujui walaupun terpaksa.


Tiba waktunya untuk tanya jawab. Aisyah tidak banyak jawab daripada berbohong Aisyah lebih baik diam.


Cuma masalahnya Dwi sangat berani mengakui kalau Aisyah calon istrinya masa depan.

__ADS_1


Aisyah tidak terima namun Aisyah tidak diberi kesempatan menjawab. Karena semua yang hadir sangat suka dengan Pasangan Aisyah dan Dwi , yang terkenal sejak kecil.


Banyak dari mereka selalu menjodohkan Aisyah dan Dwi. Bahagia bagi Dwi tidak bagi Aisyah. Sekalipun kalau boleh jujur masih ada rasa itu. Aisyah sangat murka. Tapi ia mencoba tetap tersenyum.


Dengan segala kuasanya Dwi mampu menghadirkan Aisyah di acaranya Dwi.


Dengan bantuan teman temannya yang berpengaruh semua bisa diatur.


Uci sudah sangat pasrah, dia sudah mengijinkan Dwi mengejar cintanya asal dia tidak di ceraikan. Dia sudah terlanjur menyayangi ibunya Dwi yang sakit itu.


Sekalipun Dwi sering mengabaikannya. Yang dipikiran Uci biarlah dia membebaskan Suaminya yang penting Dia masih tetap serumah dengannya.


Nilai tertinggi dari cinta itu adalah melepaskannya. Itu yang Uci lakukan.


Selama dia mengejar Aisyah Dwi sudah tidur terpisah dengan Uci.


Uci sering tidur dikamar anak anaknya.


Sementara Dwi tidur dikamar utama.


Sering Uci menangis seorang diri sekalipun ikhlas, tetap ada rasa sakit itu.


Aisyah sangat marah pada Dwi, saat dia turun dari Panggung, Aisyah tidak ingin menyapa Dwi. Dia langsung pamit dan langsung menuju mobilnya untuk pulang.


Dwi mencoba mengejarnya. Namun Aisyah sudah melaju kencang meninggalkan tempat acara tersebut.


Sesampainya di rumah Aisyah pengen melampiaskan kekesalannya, namun dia bingung harus pada siapa.


Mungkin nasib buruk lagi menerpa Ratiman.


g biasanya dia melakukan kesalahan yang patal.


Ratiman salah mengirim barang, jumlahnya terbalik. Dan toko mengembalikan karena toko tidak mau diganti. Komplain langsung kepada Aisyah.


Disitulah untuk pertama kalinya Aisyah memarahi karyawan yang sangat baik itu. Mungkin Ratiman harus menerima murkanya Aisyah. Ratiman disuruh pulang untuk sementara, supaya merenungi kesalahannya.


Bukan orde sedikit yang salah itu partai yang besar. Makanya Aisyah sangat kecewa.


Sudah dulu ya, nanti kita sambung lagi di bab berikutnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2