
Dwi semakin terperosok jauh, Dwi tidak tau kalau semua itu memang rencana jahat Uci. Sudah sejak lama Uci merencanakannya. Dan akhirnya Dwi kena juga jebakannya.
Sebenarnya malam itu Dwi tidak melakukannya pada Uci, Uci dengan sengaja membuka baju Dwi, dan bajunya, tidak ada yang terjadi, justru pagi paginya setelah Dwi meminum air mineral dia merasa ada yang aneh dalam tubuhnya. Disitulah Uci mulai beraksi dengan memeluknya. Sehingga Dwi tidak sanggup menahan hasratnya, terjadilah pagi yang kelam itu. Dan Dwi semakin ketagihan, sebab setip ketemu Uci ada saja yang Uci kasih, supaya membangkitkan hasrat Dwi.
Dilain tempat, Aisyah sibuk dengan rutinitasnya. Dwi sudah tidak lagi mengantar jemputnya. Ada sedikit perasaan kehilangan, namun Aisyah coba menepisnya. Dia sungguh menyadari akan siapa dirinya. Maka dengan perlahan dia bunuh perasaan itu.
Hari demi hari berganti tidak terasa waktu bergulir cepat 6 bulan sudah Aisyah tidak bertemu Dwi. Dan hari ini ditempat Dwi ada sedikit keributan. Pasalnya ada 2 orang wanita mendatangi rumah Dwi.
Satu wanita adalah Uci, yang satunya namanya Wulan, dua duanya mencari Dwi. Dwi sudah lama tidak pulang ke rumahnya. Dwi tinggal ditempat Kakaknya, karena Dia malu sama Aisyah, dia tidak sanggup bila ketemu Aisyah.
Uci datang sambil menangis, dia kehilangan jejak Dwi sudah satu bulan lamanya, Dwi menghindar, dia tidak mengaktifkan hp nya, pada akhirnya dengan terpaksa Uci datang kerumahnya dengan maksud mau memberi tahu Dwi kalau dia hamil. Bukan disuruh masuk, Uci malah dimarahin dan diusir sama Ibunya Dwi.
Begitupun Wulan sama diusir sama Ibunya Dwi, Wulan mengaku kalau dia sudah pacaran sama Dwi 3 bulan lamanya. Akan tetapi setelah mereguk manis madu Wulan Dwi malah menghilang.
Mendengar keributan tersebut Aisyah sungguh kaget dan tidak menyangka. Ada rasa tidak percaya kalau Dwi sampai melakukan itu, Sebab yang Aisyah tau Dwi sangat menghargai wanita, Dwi orang yang suka melindungi wanita. Aisyah syok bukan main. Aisyah terduduk dilantai sambil menangis. Aisyah bukan menyesali dia pernah ada hubungan dengan Dwi. Akan tetapi Aisyah mengenang semua kebaikan Dwi kepadanya.
Di tempat yang berbeda Dwi lagi di interogasi sama Kakaknya. Ibunya langsung telpon Kakaknya Dwi mengabarkan apa yang terjadi dirumahnya. Ibunya sampai menangis. Dia malu sama tetangga, apalagi disitu ada Ibunya Aisyah menyaksikan semuanya. Kakak Dwi murka, Dwi dipukul, Kakaknya tidak terima dengan kelakuan Dwi.
" Katakan Wi kalau itu tidak benar, apa yang kamu lakukan, bukankah selama ini kamu sibuk kerja dan kuliah. Dwi kamu bukan orang seperti itu bukan" teriak Kakaknya.
" Maaf teh aku khilaf, karena memang Dwi tidak menyadari kalau dia dijebak. Dwi merasa dia sudah menjadi lelaki bejat. Sehingga pertemuan dengan Wulan juga tidak sengaja. Saat Dwi lagi membutuhkan obat yang biasa dia minum. Wulan kebetulan punya teman yang jual barang haram tersebut.
Terjadilah perkenalan berlanjut, Wulan dan Dwi dalam pengaruh Obat mereka melakukan suka sama suka, karena Dwi sudah terbiasa melakukannya, sehingga Wulan cepat terbuai. Wulan tidak sadar kalau Dwi pembohong, Dwi selalu ketagihan obat dan ***, sehingga dia selalu mencari wanita yang mau dia ajak tidur.
Kembali lagi ke rumah Ibu Dwi, Uci masih bertahan tidak mau pulang kalau tidak dipertemukan dengan Dwi. Karena malu sama tetangga akhirnya Uci dan Wulan disuruh masuk. Disitulah semua ditanya sama pamannya Dwi. Ternyata kedua wanita tersebut sering tidur bersama Dwi. Keluarga Dwi syok bukan kepalang. Hari itu juga Dwi disuruh pulang buat menyelesaikan urusannya.
Tidak lama menunggu datanglah Dwi bersama Kakaknya, Dwi tidak bisa berbuat apa. Dia bingung harus mempertanggung jawabkan pada siapa dua duanya menuntut.
Pamannya Dwi bukan orang biasa, Beliau seorang perwira Polisi. Disini Pamannya tidak mau menerima begitu saja, Pamannya meminta Dwi menjelaskan semuanya.
Diceritakan lah semua oleh Dwi dari awal kejadian laknat itu dimulai. Semua mendengarkan dengan seksama. Tiba tiba ada teman Dwi datang, yaitu bekas pacarnya Uci.
"Maaf semuanya, Om saya bener bener minta maaf dengan semua yang terjadi. Semua dibuat tercengang, merasa aneh kenapa Budi harus minta maaf.
" Kenapa kamu harus minta maaf, apa yang terjadi sebenarnya. Coba katakan dengan jelas" ucap Pamannya Dwi
" Om sebenernya Dwi g salah, Dwi disini korban, saya merasa bersalah karena tidak bisa mencegah perbuatan Uci"
" Maksud kamu apa, ayo dong ngomong dengan jelas, jangan berbelit belit".
" Sebenarnya semua yang menimpa Dwi itu perbuatan Uci, Uci sangat mencintai Dwi. Padahal dia tau kalau Dwi mencintai orang lain. Uci tidak terima. Akhirnya Uci merencanakan menjebak Dwi. Dan kesempatan ada saat Dwi kecewa kepada keluarganya karena tidak mendapat restu untuk menikahi Aisyah.
" Disitulah Uci mulai beraksi, semula kami akan bawa Dwi pulang ke rumah Ibu, tapi uci mencegah dengan dalih kasihan nanti keluarganya kalau tau Dwi seperti ini. Maka Dwi dibawa ke kosan Uci. Dan disitulah Uci mulai menjalankan niat jahatnya. Akhirnya Dwi menjadi ketagihan obat dan ***".
Paman dari Dwi begitu murka, ponakannya harus terjerumus hal seperti itu. Dengan kekuasaannya Paman Dwi langsung menjebloskan Uci ke penjara tanpa ada rasa kasihan sedikitpun, padahal Uci sedang hamil. Akan tetapi Keluarga Dwi meragukan anak yang di kandung Uci. Mereka mengatakan jika Uci melahirkan kelak, mereka akan di tes DNA. Kalau terbukti anaknya Dwi maka keluarga Dwi akan bertanggung jawab mengurus anak terebut.
__ADS_1
Untuk Wulan Dwi mau menikahinya, karena Dwi sadar kalau Wulan dialah yang merenggut kegadisannya. Disamping Dwi juga menyukai Wulan sekalipun belum mencintainya. Sebenarnya Wulan gadis baik, karena pergaulan akhirnya Wulan pun terjerumus. Wulan lega dengan keputusan keluarga Dwi.
"Wulan tolong kasih tau orang tua kamu, besok kita akan melamar kamu buat Dwi".
" Baik Om, saya akan sampaikan kepada orang tua saya, dan saya mohon maaf sudah buat keributan. Dan saya sekalian mohon pamit pulang, saya tunggu kedatangan Dwi sekeluarga dirumah saya".
Wulan Pun pulang, hatinya gembira karena mau bersanding dengan orang yang dicintainya. Sekalipun dia sadar Dwi bukan orang yang sebaik dia kira selama ini. Kelembutan Dwi membuat Wulan terlena sehingga dia mau menyerahkan mahkotanya.
Ditempat yang berbeda, Aisyah begitu terpukul dengan berita tentang Dwi, dia sungguh tidak menyangka.
" Bu kenapa bisa begini jadinya, Aisyah g tega sama Dwi. Dia harus terjerumus dengan barang haram. Aisyah merasa gagal selama ini besama dengan nya. Selama dengan Aisyah belum pernah Dwi menunjukan gejala seperti itu.
" Sudahlah itu sudah jalannya, kamu memang ditakdirkan tidak berjodoh dengannya. Maka Allah kasih jalan yang baik buat kamu. Coba bayangkan seandainya kamu jadi nikah sama dia, dan orang tuanya tidak tau. Saat dia ditekan sama keluarganya dia larinya ke tempat hiburan. Gimana mau melindungi kamu" ujar Ibu Aisyah panjang lebar,ada rasa syukur dihatinya.
Aisyahpun meng anggukan kepalanya, tanda dia faham dengan yang Ibunya ucapkan. Dia merasa sedih bercampur rasa lega. Sedihnya dia kehilangan laki laki yang selalu menolongnya, melindunginya. Disisi lain Aisyah merasa lega karena terhindar dari tekanan keluarganya Dwi.
Aisyah mulai menata hatinya, untuk bangkit dan kembali mengejar mimpinya. Aisyah mencoba melupakan semuanya, dia berusaha sekuat tenaga untuk bekerja keras untuk bisa mengumpulkan modal buat dia buka usaha sendiri. Awalnya Aisyah ingin kuliah. Diurungkan keinginannya tersebut. Aisyah memilih buar usaha sendiri.
Aisyah sepulang bekerja menemui temannya. Aisyah berniat ingin belajar berjualan online sama temannya, Alea nama temannya, dia sudah sukses duluan. Maka dari itu Aisyah menemuinya.
Disinilah Aisyah dirumah Alea, dia lagi belajar dengan serius untuk menjadi penjual online Aisyah sangat serius menyimak semua yang diterangkan oleh Alea.
"Syah sekalian ya, buat akun supaya bisa langsung dicoba. Kamu coba tawarkan saja dulu skincare punya ku dulu nanti kalau sudah laku banyak aku kenalkan dengan owner nya. Mau Syah?" tanya Alea.
" Ok lah, lebih cepat lebih baik, aku juga sedang merintis ingin menjadi seorang MUA Alea, aku lagi banyak belajar makeup, Alahamdulillah aku sudah bisa makeup orang yang sekedar mau kondangan, wisuda."
" Ya curi curi waktulah, mengatur waktu agar semua tercapai, mumpung masih muda. Betul g Alea?"
" Sip lah , aku ikut senang dengan semangat juang kamu, aku akan selalu dukung kamu Syah. Jangan sungkan kalau kamu butuh bantuanku ya Syah"
" Pasti dong kemana lagi aku nyari bantuan, kalau bukan ke kamu secara kamu orang kaya kan hi hi hi......"
" Ih kamu malah bercanda, orang serius ini"
" Iya besti ku terima kasih kamu selalu ada buat aku, aku pulang ya udah mau malem juga, takut dicari Ibu, " ujar Aisyah sambil melangkah keluar rumah Alea.
Ditempat yang berbeda, wulan mengabarkan kepada orang tuanya kalau dia mau dilamar.
"Pah, Mah besok aku mau dilamar"
" Sama siapa, ko dadakan gitu"
" Sama Dwi Pah, yang waktu itu aku bawa kesini".
" G salah lan, kamu baru kan kenal dia. Pikirkan dulu nanti menyesal kamu kalau terburu buru, selidiki dulu keluarganya. Jangan main lamar lamar aja. Emang kamu udah cocok sama dia?"
__ADS_1
" Sudah Pah, kemarin aku ketemu keluarganya, dan Omnya meminta untuk menyampai ke Papah supaya siap siap mau menerima lamaran buat Wulan" Wulan menerangkan sambil sedikit berbohong, dia takut Orang tuanya tau kelakuannya selama ini.
" Ya sudah kalau kamu udah cocok g masalah, buat Mamah dan Papah yang penting kamu bahagia. Kamu anak satu satunya,
Kami tidak ingin kamu tersakiti"
" Makasih Pah, Mah udah membesarkan aku sampai sekarang, udah menjaga dan menyayangi aku selama ini. ,Maafkan aku bila selama ini selalu bikin susah Mamah dan Papah. Wulan bersimpuh dihadapan orang tuanya yang dikasihinya.
" Sudah bangun sayang, Mamah sama Papah tidak merasa direpotkan, itu kewajiban kami, selaku orang tua. Tugas kamu mendidik menjadi pribadi yang baik, dan menjadi istri sholehah kelak. Wulan menangis semakin jadi. Dia menyesali apa yang sudah diperbuatnya.
Ditempat Dwi lagi sibuk mempersiapkan buat lamaran. Sementara Dwi ada di kamarnya sambil merenung menatap foto Aisyah yang sedang tersenyum. Disudut hatinya ada yang ter cubit sakit tak berdarah. Dia menyesali tidak bisa memiliki Aisyah. Selama ini dia sudah mencoba menghindar, melupakannya. Namun semakin dilupakan semakin sakit hatinya, semakin terbayang bayang wajah seorang Aisyah. Sungguh rumit .
Keesokan harinya Aisyah berjalan dengan semangat untuk menuju kantornya, Dia memakai pakaian yang sangat memukau, sederhana tapi elegan. Dengan tinggi badan yang 170 cm, kulit putih, berat badan 56 kg. Sungguh saat ini Aisyah tampak menawan.
Ada sepasang mata yang memperhatikan dari mulai Aisyah keluar dari rumahnya sampai Aisyah berjalan menuju kantornya. Dalam tatapannya mengandung penyesalan dan juga kekaguman. Aisyah sungguh berubah dari kebersihannya juga kecantikannya. Aisyah sungguh terawat, menjelma menjadi gadis yang cantik dan menawan.
Tanpa Aisyah sadari, Dwi menatapnya terus, dan Dwi mengikuti kemana Aisyah melangkah. Dwi berniat mau minta maaf kepada Aisyah dengan semua yang terjadi. Dwi g mau hubungan dengan Aisyah menjadi buruk gara gara dia menikah. Dia bertekad mau menjelaskan semuanya. Dwi g mau Aisyah sakit hati.
" Syah, Aisyah " Dwi memanggil Aisyah
Aisyah sungguh terkejut dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Dwi, yang selama 6 bulan menghilang seolah tertelan bumi. " Iya Kak, ada perlu apa" Aisyah menjawab dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, Aisyah tidak mau goyah, apalagi Aisyah sudah tau semuanya.
" Boleh minta waktu, aku pengen bicara sama kamu Syah"
" Maaf Kak, aku terburu buru mau kerja takut telat" Aisyah mencoba menghindar dia tidak mau hatinya goyah lagi.
" Sebentar aja Syah 5 menit saja, g akan lama".
" Baiklah, ayo kita bicara disana, tapi janji g lama, maaf ya takut telat" sahut Aisyah.
" Syah aku mau minta maaf, semua diluar kendali ku, aku tidak menyangka semua bisa terjadi sama aku" ucap Dwi dengan lirih.
" Aku sudah memaafkan, tidak usah dipikirin, semua sudah menjadi takdir kita yang harus kita jalani. Sebaiknya Kakak konsentrasi dengan pernikahan Kakak sekarang, Siapapun jodohnya, cintailah dia, sayangi dia sepenuh hati Kakak" Sahut Aisyah berusaha berkata dengan bijak walau dia menahan semua yang bergejolak didalam hatinya. Memang sungguh sangat miris.
" Iya Syah, tapi aku belum mencintai dia, aku masih mencintai kamu Syah".
" Tidak baik bicara seperti itu, Cinta akan datang dengan seringnya bersama, suatu saat Kakak akan mencintainya, dan bisa melupakan saya"
" Syah sungguh hati ini tidak rela harus kehilangan dirimu gara gara kebodohan ku, sekali lagi maafkan aku" Dwi sudah tidak sanggup menahan air matanya, dia bener bener akan kehilangan cinta pertamanya. Kebersamaan sekian tahun tidak mudah melupakannya. Namun Dwi dan Aisyah harus merelakan takdirnya untuk tidak bersama.
" Saya sudah memaafkan Kakak sebelum Kakak minta maaf, Saya ikhlas Kak melepas mu semoga Kakak selalu bahagia" Air mata Aisyah akhirnya tumpah juga setelah mengatakan kata kata terakhirnya. Aisyah melangkah tanpa menengok kembali ke belakang. Dwi melepas dengan ikhlas cintanya pergi.
Malam pun tiba, lamaran akhirnya terjadi, sekarang Dwi sudah resmi menjadi tunangan nya Wulan. Sementara Uci ditangguhkan tahanannya karena dijamin sama orang tuanya.
Uci sungguh geram, dia dendam membara, baik itu sama Dwi, juga sama Budi mantan pacarnya. Dia tersenyum jahat........
__ADS_1
Apa yang akan di rencanakan sama Uci mari kita tunggu bab selanjutnya...bersambung