Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Hancurnya keluarga Silvy


__ADS_3

Ayahnya Silvy sungguh stres, dia tidak bisa mengembalikan semuanya, sebab dia tidak mampu untuk menjelaskan kelakuan anaknya dan adiknya itu.


Akhirnya diputuskan kursi Presdir dilimpahkan kepada Arya, sebab Arya terbesar kedua pemegang saham, namun Arya menolaknya, dia meminta Reza yang naik ke pucuk pimpinan disana.


Singkat cerita semua bisa terjadi semua yang direncanakan Reza untuk menguasai perusahaan Ayah Silvy, dia sang Ayahnya membeli saham kecil kecil.


Silvy tidak bisa merasakan apapun hatinya, kebas, kehamilannya membuat dia tidak mampu berpikir luas, kini dia seperti orang yang mati rasa.


Silvy tetap memaksa Omnya menikahinya, dan kini Omnya sedang menghadapi gugatan perceraian dari istrinya.


Istrinya telah menjual rumahnya yang di Ln dan uangnya diserahkan pada Suaminya.


Istrinya tidak ingin mengambil apapun dari suaminya, dai sangat sakit hati selama ini di tahan dengan segala kelakuan suaminya.


Kini dia mau menyelamatkan sisa hidupnya.


Rina ingin tenang disisa umurnya, usianya 40 tahun tapi wajahnya masih tetap cantik.


Rina merawat dirinya dengan baik, dan kini dia akan lebih terfokus lagi dengan dirinya saja.


Setelah dia pulang ke Indonesia, dia kini kembali ke usahanya yang dia titipkan kepada sahabatnya.


Rina kini kembali beraktifitas dan dia berusaha memulihkan mentalnya yang selama ini tertekan dengan segala yang dilakukan suaminya.


Keluarga Rina menyambut dengan gembira, sebab selama menikah dengan Bram jarang sekali Rina bisa berkumpul dengan keluarganya. Kini Rina sudah kembali ke tengah keluarganya.


Tanpa ada kata menyesal dalam diri Rina.


Rina bertekad akan hidup lebih baik lagi.


Waktu berjalan dengan cepat sidang perceraian antara Rina dan Bram pun berjalan dengan lancar, sebab bukti bukti serta saksi yang memberatkan semua pada Bram sehingga dia tidak bisa menyangkalnya.


Pada akhirnya Rina bebas dari hubungan toxit dengan Bram, selesai sudah kisah rumah tangga Rina dan Bram, Rina telah sah bergelar menjadi janda.


Di lain tempat Ibunya Silvy dilarikan ke rumah sakit, sebab serangan jantung, dia tidak kuat dengan masalah yang menimpanya.

__ADS_1


Rina dapat kabar itu langsung pergi ke rumah sakit, sebab kedekatan Rina dan kakak iparnya itu lah yang membuat Runa tidak bisa mengabaikan nya.


Sesampainya di rumah sakit, Ibunya Silvy ingin bertemu dengan Rina, Rina menyetujui.


" Rin, maafkan mba ya, maafkan semua kesalahan keluarga Mba yang menyakitimu" ucap Ibunya Silvy.


" Mba ini bukan salah Mba, sudah mba pokoknya Mba sembuh dulu ya, yang penting Mba sehat biar bisa pulang ke rumah dan hidup tenang lagi seperti dulu" ucap Rina sambil memegang tangan Ibunya Silvy.


" Rin, maukah kamu memenuhi permintaan mba yang terakhir" pinta Ibunya Silvy.


" Astagfirullah, maksud mba apa?" tanya Rina panik.


" Rin, jika Mba gak sembuh, dan Mba malah pulang duluan, Mba minta tolong ya, kamu jaga Ayahnya Silvy, jangan sampai dia kacau" pinta Ibunya Silvy.


" Ya ampun Mba gak mungkin aku menjaga Mas Tyo" jawab Rina.


" Rin hanya kamu yang Mba percaya yang bisa meneruskan perjuangan Mba untuk mendampingi Mas Tyo, dia itu suami yang baik tidak seperti Bram" ungkap Ibunya Silvy lagi.


" Sekarang Mba lebih baik istirahat dan jangan banyak bicara dulu ya, nanti itu kita bisa ngobrol lagi setelah Mba sehat ya"


" Gak Rin kayanya waktuku sudah tidak banyak lagi, setelah itu Ibunya Silvy sesak nafas, dan Rina menjadi panik, akhir nya dia keluar memanggil Tyo Ayahnya Silvy, dan juga memanggil Dokter.


Tuo menangis pilu, setelah dia kehilangan perusahaannya dia juga harus kehilangan jantung hatinya, teman hidupnya yang sangat dia sayangi.


Tyo seolah tidak percaya, kini dia terpuruk sebab salah mendidik anaknya, sehingga gara gara dia jadilah dia seorang yang tega.


Setelah semua diselesaikan mengurus jenazahnya Ibunya Silvy, semua pulang untuk memakamkannya.


Setelah semua pulang tinggal Tyo seorang diri, di makam Istrinya, kini dia menyesali semuanya, bila dia tidak salah mendidik anaknya mungkin istrinya masih ada.


Rina tidak tega melihat Tyo, dia ingat amanat dari Ibunya Silvy, dia mendekati Tyo dan mencoba membujuk Tyo agar mau diajak pulang.


" Mas, Mba sudah tenang disana, dan Mba gak sakit lagi. Yu Mas kita pulang hujan sudah mau turun" ajak Rina.


" Rin, maafkan kami ya?" ucap Tyo menyesal.

__ADS_1


" Mas aku sudah memaafkan semuanya, ini sudah takdir Mas, apa yang terjadi sudah Allah gariskan pada setiap manusia" ucap Rina.


" Rin aku sudah tidak mau hidup lagi, apa aku mampu meneruskan hidup dengan rasa malu juga kehilangan harta dan seorang istri yang sangat aku cintai" ucap Tyo.


" Mas, kamu tetap harus melangsungkan hidupmu, sebab Mas masih punya Silvy dan cucu Mas yang sebentar lagi lahir, jadi menurutku Mas tetap harus semangat untuk menyambut cucu pertamanya itu.


Akhirnya Tyo mau diajak pulang, Silvy dirumah seperti orang yang tidak punya nyawa. Dia melihat tapi mata tidak berkedip sama sekali.


Bram sangat khawatir namun dia tidak mampu berbuat banyak, Silvy tidak menangis namun dia sudah tidak mau merespon orang sekitarnya.


Kini dia seperti mayat hidup saja. Bram kaget saat melihat mantan Istrinya itu datang bersama Tyo, ada rasa malu dalam dirinya.


"Mah, datang juga" ucap Bram.


" Maaf Mas tolong jangan manggil aku seperti itu sebab kita sudah tidak ada hubungan lagi.


" Oh iya maaf ya Rin, soalnya belum terbiasa" jawab Bram.


" Oh iya Mas Tyo saya pamit dulu ya, sudah siang juga ,soalnya saya ada yang menunggu juga" ucap Rina kepada Tyo.


Tanpa sengaja saat Rina baru saja menjalankan mobilnya, tiba tiba dari arah berlawanan sebuah motor datang tiba tiba membuat Rina kaget.


" Astagfirullah, kenapa bisa seperti ini" ucap Rina sambil turun, untung dia sangat cepat mengerem mobilnya sehingga motor selamat.


" Eh Mas, kanapa kamu tidak melihat jalan, dan kamu tau kamu sudah salah mengambil jalur" ucap Rina marah.


" Maaf Mba" ucap seorang laki laki dan dia melepas helmnya.


" Ya ampun rupanya kamu ya" seru Rina.


" Eh tante maafkan saya, saya tidak sengaja sebab agak panik kemarin masih ketemu dan ngobrol bareng sekarang dia gak ada lagi" ucap Ibra.


Ya yang hampir Rina tabrak itu Ibra, Ibra baru saja mau menjenguk Silvy sebab bagaimana pun keluarga Silvy tidak jahat padanya.


" Ya udah aku duluan ya, kamu harus hati jati kalau kamu naik motor jangan sampai membahayakan orang lain.

__ADS_1


" Baik Mba maaf ya sekali lagi" ucap Ibra lagi.


Rina pun berlalu dari hadapan Ibra, cuma ada yang lain dari Rina , Ibra merasa aneh dengan penampilan Rina yang berubah, Rina begitu tertutup tapi dia tambah cantik.


__ADS_2