
Acara ijab qobul pun selesai.. Setelah melaksanakan shalat isya berjamaah, para santri menyantap hidangan yang ada.. Acara sederhana itu terkesan mewah karena ada alunan musik marawis dan shalawat..
Ziya sudah berada di dalam kamarnya.. Sebenarnya ini kamar Faris dan Maheer tapi karena Ziya sedang pulang, akbirnya Faris mengalah tidur di rumah gus Arkan dan Maheer tidur bersama orang tuanya..
Shaijiee masuk kedalam kamar menghampiri Ziya yang ingin melepas khimarnya.. Tetapi ia tahan karena Shaijiee masuk..
"Sekarang aku suamimu.. Aku berhak melihat semuanya.. Kita sudah halal" kata Shaijiee berjongkok di depan Ziya lalu membuka khimar Ziya secara perlahan
Saat khimar Ziya terbuka.. Terlihat lah rambut hitam, tebal dan lembut milik Ziya..
Shaijiee tersenyum melihat kecantikan sang istri yang baru beberapa jam sah menjadi miliknya..
"Panggil aku hubby, dan aku akan panggil kamu honey.. Sekarang jangan ada kecanggungan lagi diantara kita.. Susah, senang, tawa, sedih pokoknya kita harus berbagi.. Aku baju mu dan kamu baju ku.. Jadi aku membutuhkan mu dan kamu juga membutuhkan ku.. Saling jujur, setia dan selalu dihiasi dengan cinta hari hari kita kedepannya dan selamanya" kata Shaijiee lalu mencium punggung tangan Ziya
Ziya hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti..
"Sekarang kamu lakukan tugas mu sebagaimana seorang istri" kata Shaijiee
"Harus sekarang?" tanya Ziya yang sebenarnya takut kalau harus berhubungan badan sekarang
"Iyaaa sekarang" jawab Shaijiee
"Boleh tidak besok saja? atau saat sudah tiba di Turki?" tanya Ziya
"Kan sekarang kamu sudah jadi istriku.. Jadi mulai sekarang kamu harus lalukan itu" kata Shaijiee
"Tapi aku belum siap" kata Ziya melas
"Siap gak siap harus siap honey" kata Shaijiee
"Yasudah" jawab Ziya pasrah sambil membuka resleting bajunya
"Kamu mau ngapain?" tanya Shaijiee heran
"Melakukan kewajiban ku dan memberikan hak mu" jawab Ziya polos
__ADS_1
Shaijiee mengerti maksud Ziya lalu ia tertawa..
"Ya Allah sayang.. Aku gak maksa kamu lakuin itu sekarang.. Maksud aku lakukan tugas mu sebagai istri itu ya mengambilkan aku pakaian.. Masa aku tidur menggunakan gamis ini" jawab Shaijiee
"Bodoh Ziyaa . Boodoohh.. Malunya ya ampun bukan maen" batin Ziya
Ziya merona menahan malunya.. Shaijiee gemas melihat Ziya yang seperti itu.. Lalu dia mencium pipi sang istri..
"Aku mandi dulu.. Tolong siapkan bajuku ya sayang" kata Shaijiee
Ziya hanya mengangguk.. Sungguh ia masih malu.. Akhirnya Shaijiee menuju kamar mandi dan Ziya menyiapkan baju untuk Shaijiee..
Keesokan harinya, Ziya dan Shaijiee menuju ruang makan.. Ternyata ada Munawir dan Putri..
"Assalamualaikum ukhty jamilah.. Cie elaaah pengantin baru" kata Munawir
"Wa'alaikumussalam" jawab Ziya dan Shaijiee
"Sini nganten.. Makan sini" kata Munawir
"Masak, cuma Nawir mau makan disini bersama nganten" jawab Munawir
Shaijiee hanya menyimak, karena ia tak mengerti bahasa Indonesia..
"Lulus juga kamu sekolah.. Bukannya kemarin saat menjelang ujian Nasional katanya kamu tawuran?" tanya Ziya
Ya, Munawir memilih sekolah SMK, jadi ia tak sekolah di pesantren..
"Ck, ukhty mah.. Lulus lah Nawir." jawab Munawir
"Sudah makan dulu baru cerita cerita" kata gus Afnan
Lalu Ziya menyendokki nasi dan lauk ke piring suaminya dan mereka makan bersama..
Shaijiee lagi tahap beradaptasi sama makanan Indonesia.. Menurutnya makanan Indonesia itu enak enak karena setiap masakan itu terasa sekali rempah rempahnya yang membuat masakan itu terasa lezat..
__ADS_1
"Yah, bu.. Besok Ziya harus pulang ke Turki" kata Ziya
"Ko cepet?" tanya Shahia
"Maaf bu, Melly dan Ziya ada tugas kuliah yang belum terselesaikan" saut Melly
"Owh iya, kalian mau lulus yaa" kata Shahia
"Yasudah gak papa.. Belajar yang rajin.. Biar lulus dapat nilai yang bagus.. Ziya juga jangan lupa sama suami, sesibuknya nanti tetep suami yaa harus di perhatiin" kata gus Afnan
"Iya yah Ziya mengerti ko" jawab Ziya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1