Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
36. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Keluarga sepakat untuk mencari tau, siapa orang yang sudah membuat Ziya terjatuh dari eskalator.. Tetapi Ziya melarang, setelah di pikir pikir untuk apa mencari tau, toh dia juga sudah sehat, bayinya tidak kenapa kenapa dan lagipula dia harus balik ke Turki..


Di kampung halamannya Ziya mengajak berkeliling keliling di daerah situ.. Berjalan kaki sambil bergandengan tangan dan dilihat banyak pasang mata..


"Niing, apa kabar?" tanya warga


"Alhamdulillah baik.. Lagi apa bu?" tanya Ziya


"Ini, lagi milihin beras ning biar tidak ada batu dan gabahnya" kata warga


"Monggo, saya jalan lagi ya bu" kata Ziya ramah


"Iyaa ning, monggo hati hati" saut warga


Shaijiee senang sekali karena istrinya begitu ramah terhadap orang lain..


"Kita mau kemana lagi?" tanya Shaijiee


"Pulang saja, sudah sore.. Aku ingin mandi" jawab Ziya


"Baiklah, mandi yang wangi oke" kata Shaijiee


"Siap tuan.. Hahaha" jawab Ziya tertawa


Tibalah waktunya makan malam, mereka berkumpul untuk makan.. Ditengah makan malam, Ziya memberitahu bahwa esok dia akan kembali pulang ke Turki..


Gus Afnan kaget karena mendadak, begitupun dengan Shaijiee.. Ia pikir akan disini sekitar 3 sampai 4 hari.. Tetapi Ziya malah ingin pulang besok..


"Serius sayang? aku belum pesan tiket" kata Shaijiee


"Serius sayang, aku ingin pulang ke Turki.. Nanti kan setelah lahiran Nisrine akan kesini lagi untuk melangsungkan pernikahan Nawir" jawab Ziya


"Kenapa tidak disini saja sampai mereka nikah? mungkin tinggal 3 bulan lagi untuk menikah.. Kan kandungan Nisrine sudah 7 bulan lebih" saut gus Afnan


"Benar juga yaa? tapi gimana dengan pekerjaan kamu sayang?" tanya Ziya ke Shaijiee


"Aku bisa pulang pergi Indonesia Turki sayang" jawab Shaijiee


"Pasti cape, dan butuh biaya besar" keluh Ziya


"Heeii demi istri dan anakku yang berada disini aku rela.. Itu tak seberapa dengan kebahagiaan bertemu denganmu" jawab Shaijiee


Ziya malu saat Shaijiee berkata seperti itu, pasalnya mereka sedang bersama keluarga..


Gus Afnan dan Shahia tersenyum melihat anaknya bahagia..


Akhirnya Ziya tak jadi pulang ke Turki..


Ia akan tetap tinggal di Indonesia sampai Nawir menikah nanti..


Tiga hari kemudian, Shaijiee harus pamit pulang ke Turki karena pekerjaan menantinya.. Ia berjanji pada Ziya bahwa seminggu sekali ia akan pulang..


Ziya tak masalah dengan itu semua dengan syarat, Shaijiee harus memberikannya uang yang banyak..

__ADS_1


Ntahlah semenjak hamil kemauan Ziya begitu banyak.. Ia jadi suka membeli pernak pernik aksesories seperti itu.. Mulai dari anting, kalung, gelang, hiasan khimar dll..


"Aku pulang, lima hari lagi aku akan kesini lagi.. Jaga diri baik baik yaa.. Ada buah hati kita disini" kata Shaijie mengelus perut Ziya


"Iya sayang, kamu juga hati hati yaa.. Pulang ke apartemen kan?" tanya Ziya


"Iyaa, kalau pulang kerumah baru kan belum ada apa apa.. Masih kosong.. Pegawau rumah tangga pun belum ada" jawab Shaijiee


"Baiklah.. Hati hati yaa" kata Ziya


Ziya tak bisa mengantar Shaijiee ke bandara karena ia sudah punya planning hari ini..


Shaijiee seperti biasa di antar oleh Nawir dan beberapa ustadz pengabdian..


"Hati hati dijalan kakak ipar.. Kabari jika sudah sampai" kata Nawir memeluk Shaijiee


"Tenang saja, aku pergi cuma 5 hari.. Setelah itu kesini lagi" jawab Shaijiee


"Baiklah.. Salam untuk Nisrine dan calon mertuaku" kata Nawir


"Tenang saja" saut Shaijiee


Di pesantren, Ziya menyeret 3 orang santri putri untuk keluar dari pesantren.. Ia hari ini sudah punya planning untuk konten youtubenya..


"Kita mau kemana ning?" tanya santri A


"Kita akan sosial eksperiment.. Kalian pegang kamera secara diam diam yaa" jawab Ziya


"Di jalanan lah, masa di diskotik" saut Ziya


"Yaa tau ning.. Maksudnya kan.. Ahh sudahlah" kata santri A


Para 3 santriwati itu mulai merekam Ziya secara diam diam.. Ia memang meminta uang banyak kepada Shaijiee, namun uang itu ia gunakan untuk ini.. Dengan niat pahalanya untuk para leluhurnya yang sudah tiada dan untuk Shaijiee selaku orang yang punya duitnya..


Ziya menghampiri kakek kakek penjual buah iris yang masih terlihat banyak..


"Assalamualaikum, permisi pak.. Berapaan yaa buahnya?" tanya Ziya


"Ini 2 ribuan nduk.. Mau berapa?" tanya kakek penjual buah


Ini buah yang sudah diiris iris yaa.. Buah yang buat kita mikir keras, kenapa jualannya di dalam akuarium 😅


"Saya mau yang mangga, jambu, bengkuang, nanas, semangka, melon, pepaya" jawab Ziya


"Berapa nduk?" tanya lagi


"Kalau saya beli semua berapa?" tanya Ziya


"Serius? ya Allah.. Beneran ini?" tanya Kakek


"Beneran, berapa kek semua ini?" tanya Ziya


"Wahh ini banyak, susah dihitungnya" jawba kakek

__ADS_1


"Ini sudah jam set 3 sore loh kek, ko masih banyak dagangannya?" tanya Ziya


"Iyaa nduk, dari jam 9 pagi saya keluar jualan baru dapat uang 4 ribu saja" kata kakek menitikan air mata


"Ya Allah sabar yaa kek" kata Ziya ikut sedih


"Selalu sabar yaa nduk" saut kakek


"Yasudah, saya borong semua.. Kira kira berapa ini?" tanya Ziya


"Ini kalau dikisar, sekitar 300ribu nduk" jawab kakek


"Yasudah kek, tolong bungkus semua yaa" pinta Ziya


Akhirnya kakek tersebut membungkus semua dagangannya..


Setelah selesai, ia memberikannya pada Ziya..


"300ribu ya kek?" tanya Ziya


"Iyaa nduk" jawab kakek


"Ini, terima ya kek" kata Ziya sambil memberikan uang 100ribuan 20lembar


"Masya Allah, ini kebanyakan nduk"


"Gak papa, ambil saja yaa.. Ini rezeki kakek hari ini.. Semoga besok bertambah lagi rezeki kakek yaa" kata Ziya


"Ya Allah mimpi apa saya semalam? terimakasih banyak atas kemurahan hatinya mau membeli dagangan saya.. Semoga sehat selalu, banyak rezekinya, panjang umur, bahagia terus, sukses" doa kakek sambil menangis


"Aamiin ya Allah aamiin" kata Ziya juga ikut menangis


Kakek itu menangis saat Ziya memberikan uang begitu banyak..


Dari konten ini, Ziya ingin mengajak seluruh para penggemarnya untuk tidak lupa saling berbagi.. Karena sebagian rezeki kita, itu ada rezeki untuk mereka yang membutuhkan..


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2