
"Wa'alaikumussalam.. Maaf ini siapa?" tanya Ziya
"Ini Shaijiee, apakah masih ingat?" tanya Shaijiee
"Ahh iya, maaf saya ingat ko" jawab Ziya
Akhirnya mereka saling membalas chat..
Shahia melihat anaknya senyum senyum sendiri langsung bertanya kenapa Ziya tersenyum dan Ziya hanya menjawab "Gak papa.. Seneng aja"
Seminggu berlalu, keluarga Ziya kini tengah bersiap siap untuk balik ke Indonesia, selama itu, hubungan Ziya dan Shaijiee berjalan dengan mulus.. Mereka saling memberi kabar..
Gus Afnan yang mengetahui bahwa anaknya sedang kasmaran langsung bertanya dan Ziya menjawab dengan jujur dan detail dari awal mereka kenal..
"Kenapa gak dikenalkan ke Yayah?" tanya gus Afnan
"Pengen, tapi dia ingin kenal langsung ke yayah.. Sayang, yayah harus pulang.. Padahal lusa ia ingin kesini.. Dari kemarin ia ingin kesini tapi Ziya larang karena Ziya belum siap" jawab Ziya
"Kenapa?bagus dong kalau anak yayah akan menikah.. Kita kan cepet punya cucu yaa buu" kata gus Afnan kepada Shahia
"Iyaa.. Tapi bubu bagaimana Ziya saja" kata Shahia
Akhirnya mereka pergi menuju bandara.. Ziya sedih karena tidak bisa ikut dengan keluarganya untuk pulang ke Indonesia..
Setelah berpelukkan dan salaman, mereka berpisah dengan Ziya..
Ziya berjalan menuju keluar bandara..
Saat keluar bandara, ia bertemu dengan Ghana.. Ghana senang bisa bertemu dengan Ziya lagi, lalu Ghana mengajak Ziya untuk makan bersama..
Setelah makan bersama, Ziya pulang kerumah sendiri karena ia tak ingin diantar oleh Ghana..
Sesampainya dirumah, ada sebuah mobil terparkir di depan rumahnya..
__ADS_1
"Assalamualaikum" salam Ziya
"Wa'alaikumussalam" jawab Shaijiee
"Ada apa datang kemari? kenapa baru datang? katanya lusa? Ziya baru saja anterin keluarga Ziya ke bandara" kata Ziya
"Tadinya aku mau kasih kamu kejutan, tapi rumah kamu kosong.. Aku terlambat bertemu orang tuamu" kata Shaijiee sedih
"Hmm iyaa kamu terlambat" lirih Ziya
"Aku mau bertanya tentang hubungan kita" kata Shaijiee
"Maaf, tapi kan kita baru kenal.. Dan kita juga kan tidak bisa pacaran.. Agama melarang" kata Ziya
"Kita bisa menikah, atau kita ta'aruf dulu kalau Ziya mau?" kata Shaijiee
"Hmmm lebih baik bicarakan dulu dengan orang tua kita masing masing" kata Ziya
"Aku sudah bertanya dengan orang tua ku.. Mereka setuju, tinggal orang tuamu" kata Shaijiee
"Lusa kita berangkat ke Indonesia.. Aku pulang, tak baik kita berdua berlama lama" kata Shaijiee
Lalu Shaijiee pulang dengan mobil mewahnya.. Ziya yang melihat Shaijiee sudah menghilang dari penglihatannya langsung terduduk lemas..
"Ya Allah, baru kenal seminggu udah ngajak nikah.. Apa yayah setuju ya?" lirih Ziya
Malam harinya, Ziya memberi kabar tentang dirinya dan Shaijiee kepada Melly.. Melly sungguh kaget dibuatnya..
"Serius kamu zii?" tanya Melly di sambungan telepon
"Iyaa.. Aku aja kaget.. Lusa aku dan dia akan pulang ke Indonesia.. Kamu ikut yaa" pinta Ziya
"Pasti.. Pastiiii.. Aku rindu banget sama Jakarta" kata Melly
__ADS_1
"Macet Mel.. Macett" ledek Ziya tertawa
"Justru itu aku kangen kemacetan Jakarta" jawab Melly
"Yaudah iyaa" kata Ziya
"Tapi kamu seneng gak si zi saat Shaijiee bilang gitu?" tanya Melly
"Seneng iya, ragu iya.. Campur aduk lah" jawab Ziya
"Shalat ziii, istikhoroh.." saran Melly
"Pasti mel, itu mah pasti" jawab Ziya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung