
"Anaknya sudah tidur, sebaiknya taruh saja di kasur sayang.. Biar dia nyenyak" kata Ziya yang melihat Shaijiee masih menimang nimang anaknya.
"Lihat lah.. Tangannya jadi sedikit memar gara gara cengkraman Dilara" lirih Shaijiee
"Gak papa, nanti sembuh.. Maklum anak anak belum ngerti apa apa.. Jadi jangan menyalahkan Dilara"
"Yaa.. Orang tuanya yang harus di salahkan" ketus Shaijiee sambil menaruh Zanna di kasurnya
"Sayang, anak kecil itu belum mengerti dan belum bisa kontrol segala apapun yang ia lakukan.. Sudah lah jangan karena ini kamu jadi marah marah apalagi sama Nisrine"
"Iyaa maaf, aku hanya tak terima saja anakku jadi sakit seperti ini.. Dia masih kecil"
"Anak kita kuat.. Buktinya walau memar dia tidak rewel kesakitan kan?" kata Ziya menenangkan Shaijiee
Ia juga gak tau apa yang di rasa anaknya.. Mungkin anaknya merasa sakit, tapi Zanna tak menangis sama sekali sepulang dari rumah Nawir tadi..
"Minta maaf sama Nisrine dan Nawir.. Kamu sudah menyinggung perasaan mereka sayang"
"Iyaa nanti.."
"Jangan nanti.. Sekarang.. Video call mereka" pinta Ziya
Akhirnya Shaijiee menurut.. Ia langsung mengambil hp dan memvideo call Nisrine..
"Assalamualaikum" salam Nisrine
"Wa'alaikumussalam"
"Mas, aku minta maaf.. Aku bener bener gak sadar kalau Dilara bakalan nyakitin Zanna kaya tadi.. Maafin aku" lirih Nisrine
"Maafin Nawir juga mas, kami sebagai orang tua akan lebih berhati hati lagi dalam mengurus Dilara" kata Nawir yang ternyata bersama Nisrine
"Sudah lah.. Aku juga minta maaf sudah berkata kasar" kata Shaijiee
"Kami yang harusnya minta maaf, wajar mas seperti itu sebagai orang tua pasti marah kalau anaknya di sakitin" kata Nawir
"Mereka masih kecil ko wir.. Mereka gak ngerti apa apa.. Sudah jangan di fikirin lagi.. Anggep aja gak ada masalah apa apa" kata Ziya
Akhirnya hubungan mereka membaik kembali.. Tak lama sambungan telpon pun terputus..
Hari berganti.. Pagi ini Shaijiee sedang dibantu oleh Ziya memakai dasi karena pagi ini ia harus segera ke kantor..
Akan ada rekruitmen untuk menjadi sekretaris Shaijiee..
"Sayang nanti kamu datang.. Rekrutimennya jam 10.. Kamu harus dateng yaa" pinta Shaijiee
"Kenapa aku harus dateng?" tanya Ziya
__ADS_1
"Sayang.. Yang bakalan ngelamar itu pasti kebanyakan wanita.. Kalo pria yang aku pilih tapi kurang kompeten, mau gak mau aku harus memilih wanita sayang.. Dan aku gak mau salah pilih.. Aku mau persetujuan dari kamu.. Aku gak mau nanti kamu jadi salah paham atau apapun itu.. Pokoknya kamu harus tau wanita seperti apa yang cocok jadi sekretaris aku.. Kamu yang harus pilih" kata Shaijiee
"Baiklah.. Nanti aku datang kesana sama Zanna"
"Makasih sayang" kata Shaijiee sambil mencium kening Ziya
Mereka turun kebawah untuk sarapan.. Setelah sarapan, Shaijiee langsung menuju kantor.. Ia sudah di jemput oleh Andre asistennya.. Dia tak mau diantar pak Sobri karena biar nanti pak Sobri yang mengantar Ziya ke kantor..
Ziya menuju kamar Zanna.. Terlihat anaknya itu sedang bermain boneka di temani mbak Nina..
"Anak mamaah.. Udah wangi yaa udah mandii" kata Ziya sambil mencium pipi Zanna
Zanna hanya tertawa menanggapi Ziya
"Mbak, tolong siapin perlengkapan Zanna yaa.. Mau saya ajak ke kantor bapak.. Susunya, pempers, baju ganti, mainan semua masukin ke tas Zanna" pinta Ziya
"Baik non.. Saya siapin"
"Zanna sama mbak dulu yaa.. Mamah mau mandi dulu.. Bau acemm.. Kita ke kantor baba" kata Ziya
Saat Ziya masuk ke dalam kamar, terlihat mbok Yem sedang merapihkan kamar Ziya..
"Mbok, saya mandi dulu yaa.. Nanti setelah saya mandi baru di bereskan" kata Ziya
"Owh iya non, kalo gitu saya nyapunya nanti saja"
"Iyaa.. Maaf ya mbok, saya mau mandi dulu" kata Ziya
"Loh ko udah balik, cepet banget?" kata mbok Nah
"Non Ziya mau mandi katanya"
"Owhh, mau pergi kayanya.. Soalnya pak Sobri ada di rumah, nggak nganter bapak kerja" kata mbok Nah
"Mungkin mbok.. Berarti gak masak dong buat makan siang?" tanya mbok Yem
"Gak tau, nanti tak tanya non Ziya dulu.. Takut kesalahan"
Ziya turun dari tangga yang sudah bersama dengan Zanna dan mbak Nina.. Ziya duduk di sofa ruang keluarga sambil menunggu pak Sobri menyiapkan mobil..
"Maaf non, siang mau makan apa ya?" tanya mbok Nah
"Masak buat mbok aja pada yaa.. Saya makan diluar" kata Ziya
"Baik non" mbok Nah berlalu pergi
Pak Sobri mengabari bahwa mobil sudah siap.. Lalu Ziya keluar menggendong Zanna dan memasuki mobil.. Perlengkapan Zanna sudah di taruh di dalam mobil oleh mbak Nina..
__ADS_1
Sesampainya di kantor Shaijiee, Ziya di berhentikan di pas tepat pintu lobby..
Ziya mengeluarkan uang untuk pak Sobri sebagai uang rokok pak Sobri..
"Maaf non, tidak usah.. Saya ada uang ko"
"Gak papa.. Ambil aja buat makan siang yaa" kata Ziya sambil mengasih uang seratus ribu untuk pak Sobri
Pintu mobil di buka oleh security
"Terimakasih pak" kata Ziya ramah
"Sama sama bu" saut security juga ramah
Dilihat banyak sekali yang mau melamar kerja di tempat Shaijiee.. Saking banyaknya Ziya susah berjalan untuk memasuki lift..
"Tolong minggir yaa minggir" kata security
"Issh pak apaan sii jangan dorong dorong" ketus seorang wanita
"Saya sudah bilang permisi.. Istri bos mau lewat" kata security itu
Dibilang istri bos, mereka langsung membuka jalan agar Ziya bisa ke lift..
"Pak tolong bilang sama bagian rekruitmen.. Tolong jangan berkerumun gitu.. Setiap bagian di pisah pisah biar tidak desak desakkan" kata Ziya
"Baik bu, akan saya sampaikan"
Banyak sekali yang ingin melamar.. Mulai dari bagian OB/OG, marketing sekretaris dll karena Shaijiee memang lagi buka lowongan besar besaran.. Dilihat prodak yang ia luncurkan sangat laku keras di pasaran.. Jadi perusahaan membutuhkan orang orang yang berkompeten lagi untuk bergabung dan mensukseskan prodak prodak berikutnya.. Tak ada lowongan yang tak buka.. Kecuali lowongan jadi direktur dan CEO 🤣 Kalo lowongan CEO, nanti Shaijiee jadi apa.. 😅
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung