
Tak terasa sudah seminggu Nawir dan Nisrine berumah tangga.. Ziya dan keluarga Shaijiee sudah pulang ke Turki..
Hari ini, Nawir sedang menggendong Dilara di halaman rumah..
Nawir memilih tinggal di rumah kecil yang ada hanya 2 kamar tidur, dapur dan kamar mandi serta ruang keluarga.. Rumah itu tadinya untuk para asatidz yang sudah berkeluarga, tetapi karena belum ada yang menikah lagi jadi rumah itu Nawir gunakan..
"Mas, biar aku mandikan dulu Dilaranya" kata Nisrine menghampiri Nawir
"Iyaa, aku juga mau siap siap pergi ke bengkel" kata Nawir
Nisrine mengambil Dilara dari gendongan Nawir dan membawanya ke dalam kamar lalu melepaskan seluruh pakaian Dilara..
Kemudian Nisrine membawa Dilara ke kamar mandi untuk dimandikan..
"Yaank, ini sarapan untukku?" tanya Nawir dari arah dapur
"Iyaa, kamu makan saja dulu" jawab Nisrine
Setelah memandikan Dilara, Nisrine membawa Dilara ke dalam kamar untuk dipakaikan bajunya.. Sedangkan Nawir sedang menikmati sarapannya..
Nisrine membawa Dilara ke meja makan untuk menghampiri Nawir..
"Sini biar Dilara aku gendong, kamu sarapan dulu, setelah kamu sarapan baru aku ke bengkel" kata Nawir
Nawir menjadi suami yang perhatian dan pengertian.. Ia juga selalu terbuka oleh Nisrine.. Setiap pendapatannya setiap hari ia berikan kepada Nisrine..
Ya memang tidak banyak, usaha bengkel kecil kecilan tak seberapa pendapatannya..
Kadang sehari bisa dapat 300rb atau paling banyak 850rb..
Ia menyisihkan uang itu untuk gaji karyawannya.. Ia mempunyai 2 orang karyawan..
Ia juga berencana untuk membuka bengkel mobil juga, jadi bukan hanya bengkel motor.. Bukan hanya membenarkan mesin mesin kendaraan, tetapi juga ia ingin menambah jasa pengecatan mobil motor.. Ia ingin kembangkan usahanya..
Mungkin saat masih bujang, uang yang ia hasilkan segitu cukup untuk dirinya dan bayar karyawan, tetapi sekarang ia sudah berkeluarga, jadi membutuhkan untuk kebutuhan sehari hari lebih dari sebelumnya..
"Aku berangkat ke bengkel dulu yaa" pamit Nawir ke Nisrine
Ia mencium kening istri dan pipi sang anak
__ADS_1
"Hati hati, nanti siang makan dirumah saja biar tidak beli makan diluar" kata Nisrine
"Iya sayang, nanti aku pulang" kata Nawir
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam, hati hati mas.. Dadah abii" kata Nisrine meniru suara anak kecil
Di kediaman Ziya, rumah itu menjadi sepi kembali.. Hanya ada Ziya, Shaijiee, 2 orang pembantu dan Satpam..
Ziya menuruni anak tangga, dilihatnya PRT nya sedang menata makanan untuk sarapan Ziya dan Shaijiee..
"Mbok Nah sama mbok yem sudah sarapan belum?" tanya Ziya
"Sudah makan roti non, sama minum teh kopi" jawab mbok Nah
"Makan nasi dong mbok.. Jangan cuma roti.. Mbok tuh disini harus sehat, biar orang rumah tuh seneng mbok disini sehat.. Nanti dikiranya Ziya gak kasih makan lagi" kata Ziya tersenyum
"Ya Allah non, saya kerja di luar negeri gini saja mereka seneng banget, katanya mbok nya tuh hebat padahal wong cuma pembantu ko" jawab mbok Nah
"Yeee jangan salah, pembantu itu hebat loh.. Makasih yaa sudah mau ikut Ziya kesini." kata Ziya memeluk lengan mbok Nah
"Sama sama juga mbok, betah yaa disini ya mbok" kata Ziya
Ziya dan Shaijiee memang tidak membedakan para pegawainya.. Makan para PRT dan satpam itu memang sangat diperhatikan oleh Ziya..
Ia menyediakan ikan, daging, sayuran dam buah buat para pegawai rumahnya.. Mereka mau minum susu, kopi, teh itu semua sudah di sediakan.. Kebutuhan mandi dll nya juga sudah Ziya sediakan.. Jadi mereka dateng cuma membawa pakaian saja..
Contohnya dari segi makanan, setiap Ziya makan ikan salmon, pasti para pegawainya juga makan ikan salmon, bukan memberi sisaan, tetapi dipisahkan..
Jadi setiap masak itu dibagi 2, untuk Ziya Shaijiee dan untuk pegawainya..
Makanya Ziya dan Shaijiee kalau belanja itu tak pernah sedikit..
Shaijiee turun dengan setelan kantornya.. Ia hari ini nyantai, karena tak ada meeting apapun jadi berangkat tak terlalu pagi..
Shaijiee duduk di meja makan yang disitu juga sudah ada Ziya..
"Mas nanti siang aku mau ke mall yaa" izin Ziya
__ADS_1
"Iya sayang, ada yang mau kamu beli?" tanya Shaijiee
"Ada, nanti aku mau beli pembersih debu.. Yang terbaru itu loh" kata Ziya
"Memangnya kita belum punya?" tanya Shaijiee
"Belum sayang, makanya aku mau beli.. Kesian mbok bersihin rumah segede ini.. Setidaknya dengan adanya itu bisa meringankan mereka" jawab Ziya
"Ko belum punya sih? seorang pengusaha sukses belum punya pembersih debu.. Malu maluin.. Hahahaah" kata Shaijiee
"Whoooo sombong.. Hahhaah.. Boleh yaa" kata Ziya
"Iya sayang boleh ko, beli apapun yang kamu mau" jawab Shaijiee sambil menyuapkan makanan ke mulutnya
Shaijiee telah berangkat ke kantornya.. Lalu Ziya menghubungi Melly sahabatnya untuk menemaninya berbelanja.. Dengan senang hati Melly mau menemani.. Memang sudah lama juga ia tak pergi dengan Ziya..
Ziya meminta Melly untuk datang ke rumahnya, agar nanti mobil yang akan mereka pakai, Melly yang membawanya..
Tentu Melly menuruti.. Ia sangat semangat pokoknya lah bertemu dan pergi dengan Ziya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1