
Keesokkan harinya, mamah dan Ziya menemani Nisrine untuk cek kandungan.. Mereka menuju rumah sakit milik papah.. Walau papah bukan dokter, tetapi papah memiliki rumah sakit..
Mamah melihat di monitor, betapa kecilnya bayi itu.. Impiannya memang ingin memiliki cucu, tetapi bukan dengan cara ini.. Walau bagaimanapun mamah tetap sayang kepada calon cucunya itu..
"Alhamdulillah, bayinya sehat.. Usia kandungannya 7 minggu jalan 8 minggu.. Mohon di jaga yaa, harus makan makanan yang bergizi, jangan kelelahan.. Banyak istirahat yaa" kata dokter
"Baik dok, terimakasih banyak" kata mereka
Setelah dari rumah sakit, mereka menyempatkan diri untuk makan siang bersama dan shalat zuhur bersama di masjid terdekat dari restauran..
Nisrine bersyukur keluarganya mau menerima keadaanya yang seperti ini.. Ia merasa bersalah banget kepada orang tuanya.. Tapi nasi sudah jadi bubur.. Tidak mungkin ia membunuh darah dagingnya sendiri..
Sesampainya di apartemen ia langsung masuk ke dalam kamar.. Semenjak kemarin, Nisrine tidur dengan Ziya dan Shaijiee tidur di sofa ruang keluarga.. Karena di apartemen hanya ada 2 kamar saja, jadi Shaijiee yang mengalah.. Awalnya ia tidak mau, tetapi karena Ziya yang memaksa akhirnya ia mengalah..
"Apa kamu tidak ingin pindah kuliah disini nis?" tanya Ziya
"Ingin ka, tapi aku sedang hamil tanpa status.. Mungkin nanti saat setelah melahirkan.. Aku bilang dulu kepada kak Shaijiee" jawab Nisrine
"Iyaa segala sesuatu nya, sekecil apapun bilang lah kepada Shaijiee." kata Ziya
"Terimakasih telah menerima adik ipar sepertiku ka" kata Nisrine memeluk Ziya
Usia mereka hanya terpaut sedikit.. Ziya berusia 20th mau 21, sedangkan Nisrine 18 mau ke 19.. Tetapi di karenakan dari keluarga berbadan besar, jadi terlihat seperti Nisrine lah yang sebagai kakaknya..
"Tak masalah, kakak tau ini juga bukan mau kamu.. Ini ujian dan harus kita lewati" kata Ziya
"Ada yang kamu ingin kan tidak?" tanya Ziya
"Aku tiba tiba ingin makanan khas Indonesia yang terkenal itu.. Teman ku pernah membawanya" kata Nisrine
"Makanan apa?" tanya Ziya
"Yang terbuat dari daging ka" jawan Nisrine
"Rendang maksud kamu?" tanya Ziya
__ADS_1
"Iyaaa, tapi aku ingin kakak yang membuatnya" kata Nisrine
"Baiklah, kaka pergu dulu ke supermarket untuk belanja yaa" kata Ziya
Lalu Ziya pamit kepada mamah mertuanya untuk pergi, tak lupa ia menelpon sang suami terlebih dahulu sebelum melangkahkan kaki keluar apartemen..
Inilah yang Shaijiee suka, Ziya tak berani keluar apartemen kalau belum ada izin darinya.. Karena Ziya takut jika dia tidak izin dan Shaijiee tak meridhai, ia akan kenapa napa di jalan.. Berkat doa sang suami, ia yakin ia pasti akan aman kalau izin terlebih dahulu..
Sore hari pun tiba, papah dan Shaijiee pulang dari kantor.. Ziya yang sedang sibuk di dapur membuat rendang sampai tak menyadari kalau suaminya pulang..
"Masak apa sayang?" tany Shaijiee memeluk Ziya dari belakang
"Sayang.. Aku memasak rendang, karena Nisrine mau makan rendang" kata Ziya
" Owh makanan khas Indonesia itu ya?" tanya Shaijiee
"Iyaa, aku juga bikin pecel sayur loh kesukaan kamu" kata Ziya
"Wahh pasti enak, ini pecel yang sama persis waktu aku berkunjung kerumah kan?" tanya Shaijiee
"Kamu bicara akad aku jadi sedih, karena kita belum mengadakan resepsi pernikahan disini" lirih Shaijiee
"Tak perlu, tanpa resepsi semua karyawan kamu juga tau kalau aku istri kamu" kata Ziya
"Tapi tak semua kolega ku tau" kata Shaijiee
"Kamu mau memamerkan istrimu ini?" tanya Ziya
"Ahh tidak, nanti banyak yang suka dengan mu.. Kamu hanya milikku" kata Shaijiee
Cup
Cup
Cup
__ADS_1
"Aku mandi dulu ya sayang" kata Shaijiee berlalu ke kamar
Ziya hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja..
Ba'da maghrib mereka makan bersama.. Nisrine begitu semangat untuk makan.. Selama kehamilannya ia tak begitu sulit.. Ia jarang sekali mual muntah seperti wanita hamil umumnya..
" Keberangkatan kita di percepat yaa, mamah tak sabar mau bertemu besan" kata mamah
" Baiklah, untung papah sudah bereskan pekerjaan papah di kantor" kata papah
"Hmm Shijiee juga tinggal sedikit lagi selesai.. Shaijiee mempercepat waktu untuk bertemu klien, jadi besok akan bertemu mereka" jawab Shaijiee
"Baik kalau gitu, lusa kita berangkat.. Ziya hubungi orang tua mu kalau kita akan berkunjung kesana" kata mamah
"Siap maaah" kata Ziya tersenyum
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1