
Keesokkan harinya, Ziya pergi ke toko perhiasan.. Ia menjual kalungnya yang dia beli dari hasil keringatnya sendiri.. Ia menjual kalung itu dan uangnya akan ia kirimkan ke Nawir..
Setelah menjual kalung tersebut, ia menelpon Nawir untuk memberi tahu bahwa ia ingin mengirimkan uang ke rekeningnya..
"Assalamualaikum" salam Ziya di telpon
"Wa'alaikumussalam.. Iyaa ty, ada apa?" tanya Nawir
"Kamu lagi dimana?" tanya Ziya
"Lagi dirumah, baru aja selesai nyuci baju" jawab Nawir
"Aduuhh, suami idaman.. Membantu istrinya bebenah" kata Ziya
"Iya dong, harus itu.. Ada apa ty?" tanya Nawir
"Maaf, ane mau tanya.. Emangnya bener kamu mau jual ruko kamu?" tanya Ziya
"Ty Ziya tau dari mana?" tanya Nawir
"Ada rekan bisnisnya Shaijiee yang memberi tahu" jawab Ziya
"Iya ty, soalnya penghasilan bengkel bener bener menurun.. Makanya Nawir mau jual, dan uangnya mau buka usaha lain" kata Nawir
"Bukan ukhty mau ikut campur, ini si memang sudah kewajiban Nawir sebagai seorang suami tapi, ukhty sebagai kaka ingin membantu Nawir.. Kalau bisa jangan dijual rukonya" saran Ziya
"Kalau gak dijual Nawir dapat uang dari mana?" tanya Nawir
"Ini ukhty ada sedikit uang, nanti ukhty transfer.. Ukhty minta rekening Nawir ya.. Yaa gak seberapa sih.. Tapi mudah mudahan aja cukup untuk sebulan kedepan mungkin.. Mudah mudahan bengkel Nawir maju lagi" kata Ziya
__ADS_1
"Tapi Nawir tetep mau jual, kalau Nawir jual setidaknya cukup uangnya untuk setahun kedepan" kata Nawir
"Memang berapa Nawir mau lepas itu bengkel?" tanya Ziya
"100 jt, kalau nego yaa mentoknya 90 lah"
"Sayang loh kalau dijual, nanti kan harga ruko disitu makin tinggi" kata Ziya
"Iyaa tau, tapi yaa mau gimana lagi" kata Nawir pasrah
"Yasudah, kirimin rekeningnya.. Nanti ukhty transfer.. Kalau sudah mau habis yaa liat nanti kedepannya.. Minta aja.. Insya Allah ty bantu nanti.. Jangan sungkan.. Jangan di tutupin.. Orang tua tau gak?" tanya Ziya
"Enggak ty.. Nisrine juga gak tau" jawab Nawir
"Semua harus tau.. Jangan sampai gak tau" kata Ziya
Akhirnya Nawir mengiyakan.. Ia akan bilang kepada keluarganya..
Sore harinya, Shaijiee pulang kerumah.. Dilihat Ziya sedang mengeringkan rambutnya karena habis mandi..
"Sayang, tadi kamu ke toko perhiasan? beli perhiasan apa?" tanya Shaijiee
"Tidak, aku tadi jual kalung aku" jawab Ziya
"Kalung yang mana?" tanya Shaijiee
"Kalung aku yang liontin kecil itu yang punya aku" jawab Ziya
"Kenapa dijual? itu kan hasil keringet kamu sayang" kata Shaijiee
__ADS_1
"Sayang, aku bantu Nawir agar dia punya uang untuk biaya kebutuhan dia dan keluarga sebulan kedepan.. Mudah mudahan saja cukup" jawab Ziya
"Kenapa gak bilang sama aku? aku malah mau bilang sama kamu kalau temanku di Indonesia mau beli ruko Nawir" kata Shaijiee
"Jadi kamu setuju Nawir jual rukonya?" tanya Ziya yang menatap Shaijiee dengan tajam
"Dengerin aku.. Biarin ruko itu Nawir jual.. Nanti kita bukain usaha baru untuk Nawir.. Aku tau dia suka sekali dengan otomotif gitu kan? Aku sudah suruh orang survey tempat untuk bengkel barunya Nawir.. Itu berada di tempat yang strategis.. " jawab Shaijiee
"Serius?" tanya Ziya senang
"Serius lah, mana pernah aku bohong.. Jadi biarkan uang hasil jual rukonya itu buat dia.. Kita tetep akan berikan bengkel baru untuk Nawir.. Jangan kita patahkan impian dia sayang" kata Shaijiee
Ziya sangat senang mendengar ucapan suaminya.. Ia bersyukur memiliki suami seperti Shaijiee..
"Makasih sayaang" kata Ziya memeluk Shaijiee
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung