
Malam harinya, mereka semua telah kembali kerumah dan kamar masing masing.. Rasanya hari ini mereka semua bahagia.. Acara berjalan dengan lancar..
Dikamar Ziya, ia sedang menyisir rambutnya sebelum tidur.. Walau nantinya berantakan lagi karena tidur, tetapi ia ingin terlihat cantik dimata sang suami..
Shaijiee menghampiri Ziya.. Ia mengambil sisir yang Ziya pegang lalu ia yang menyisirkan rambut Ziya..
"Apa kamu bahagia?" tanya Shaijiee
"Hmm sangat" jawab Ziya
"Besok mau jalan jalan tidak?" tanya Shaijiee
"Maauuu, aku mau beli make up boleh?" tanya Ziya
"Memangnya make up kamu habis?" tanya Shaijiee
"Tidak sih, hanya saja aku ingin sekali beli make up.. Boleh yaa?" pinta Ziya
"Baiklah, besok kita pergi yaa" kata Shaijiee yang masih menyisir rambut Ziya
Setelah menyisirkan rambut Ziya, mereka menaiki ranjang.. Ziya tidur disamping Shaijiee dengan beralaskan lengan Shaijiee yang menjadi bantalannya..
Adzan subuh berkumandang.. Shaijiee terbangun lebih dahulu.. Lalu ia kemudian membangunkan sang istri.. Diciumi seluruh wajah Ziya hingga Ziya terbangun..
"Selamat pagi cinta" kata Shaijiee
"Pagi.. Kamu sudah bangun?" tanya Ziya
"Kamu lihatnya bagaimana?" tanya Shaijiee
"Yasudah, kamu mau ke masjid jamaah atau dirumah saja?" tanya Ziya
"Dirumah saja.. Kita berjamaah ya" kata Shaijiee
Akhirnya mereka akan shalat subuh berjamaah.. Mereka bergantian mengambil air wudhunya..
"Sudah wudhu?" tanya Ziya
"Sudah" jawab Shaijiee
Ziya mendekati Shaijie..
"Eh, ada apa? jangan bilang mau sentuh aku.. Aku sudah wudhu sayang" kata Shaijiee
"Aku pegang yaa" goda Ziya
"Jangan sayang.. Udah kamu wudhu sana" kata Shaijiee
"Aku colek nih" goda Ziya
__ADS_1
"Sayaaang jangaan" Kata Shaijiee tertawa
Ziya juga ikut tertawa.. Akhirnya Ziya memutuskan berhenti menggoda.. Ziya berlalu mengambil air wudhu..
Mereka shalat berjamaah dikamar.. Selesai shalat dan berdoa, Ziya mencium telapak tangan Shaijiee.. Dan Shaijiee mencium pucuk kepala Ziya..
Pagi i i, Ziya dan keluarga gus Afnan sarapan bersama.. Faris dan Mahreen sudah makan terlebih dahulu lalu disusul gus Afnan.. Mereka akan sekolah dan gus Afnan akan mengecek kantor pesantren..
Tinggallah Shahia, Ziya dan Shaijiee..
Mereka berbincang bincang disela makannya.. Terkadang Shahia bertanya soal keadaan di Turki..
"Bu, nanti Ziya dan Shaijiee akan pergi berbelanja.. Apakah bubu mau ikut?" tanya Ziya
"Boleh, mau belanja kemana?" tanya Shahia
"Mall terdekat mungkin" jawab Ziya
"Baiklah, bubu akan ikut dengan kalian" kata Shahia
Waktu menunjukkan pukul 10:00 dan mereka sudah bersiap untuk berangkat..
Selama di perjalanan Ziya tak henti hentinya bercerita kepada sang bubu tentang dirinya dan Shaijiee selama di Turki.. Ia bercerita juga tentang pekerjaannya..
Sesampainya di Mall, Ziya langsung menuju toko make up yang bermerek dengan harga yang wah.. Shahia menasehatinya agar tidak terlalu boros, namun Ziya membantah bahwa uang suaminya begitu banyak.. Shaijiee hanya tersenyum melihat tingkah Ziya akhir akhir ini..
Mereka berjalan kembali dari toko satu ke toko yang lain.. Ziya membeli beberapa gamis untuk dirinya dan keluarga yang lainnya.. Kali ini Ziya benar benar boros.. Sekalinya belanja di mall yang berada disini, Ziya sudah menghabiskan uang 38juta..
Saat sedang menuruni eskalator, tiba tiba saja ada seorang wanita yang berlari menuruni eskalator itu.. Alhasil Ziya tersenggol dan kakinya tergelincir..
Ziya bergelinding kebawah dan membuat semua orang kaget dan berteriak histeris..
Shahia shock, dan Shaijiee dengan sekuat tenaga ia berlari menuruni eskalator namun sayang, Ziya sudah tergeletak dibawah sana..
Darah segar keluar dari dahi dan hidungnya Ziya.. Shaijiee menangis histeris lalu berlari keluar bersama Shahia untuk membawa Ziya kerumah sakit terdekat.. Wanita yang membuat Ziya terjatuh sudah tak terlihat lagi.. Ia sudah pergi begitu saja..
Shahia mengabari keluarga di pesantren.. Lalu keluarga disana langsung menuju rumah sakit yang Shahia bilang..
Mamah Shaijiee kaget dan hampir saja pingsan, mendengar kabar bahwa sang menantu terjatuh dari eskalator..
Shaijiee dan Shahia menunggu Ziya diluar ruangan karena Ziya sedang diperiksa oleh dokter..
Tak lama keluarga datang.. Berbagai pertanyaan ditanyakan oleh keluarga kepada Shaijiee dan Shahia..
"Aku tidak bisa menjaga istriku dengan baik" tangis Shaijiee
"Sudahlah nak, jangan bersedih.. Doakan Ziya akan baik baik saja" kata gus Afnan
"Mamah, istriku mah" lirih Shaijiee melihat mamahnya yang tampaknya habis menangis
__ADS_1
"Sabar nak, menantu mamah wanita yang kuat.. Ia pasti selamat" kata mamah Shaijiee
Setengah jam kemudian dokter keluar..
"Bagaimana keadaan anak saya?" tanya gus Afnan
"Bagaimana istri saya" tanya Shaijiee memakai bahasa Inggris
"Alhamdulillah nyonya Ziya telah melewati masa kritisnya.. Dan Alhamdulillah kandungan nyonya Ziya kuat." kata Dokter
"Kandungan?" tanya yang lain
"Maksudnya?" tanya Shaijiee
"Istri anda sedang mengandung" jawab dokter memakai bahasa Inggris
Mungkin dokternya mulai mengerti bahwa Shaijiee tak bisa berbicara bahasa Indonesia, dilihat dari wajahnya..
"Alhamdulillah" ucap syukur mereka
"Apa boleh saya melihatnya?" tanya Shaijiee
"Silahkan, tapi tolong jangan berisik ya, karena pasien sedang beristirahat." jawab Dokter
"Berapa usia kandungannya dok?" tanya Shahia
"Kandungannya berusia 7 minggu" jawab Dokter
"Apa tidak ada masalah dok pada kandungannya?" tanya Nida
"Seperti yang saya katakan, janinnya kuat.. Ia anak yang pintar.. Dilihat dari cerita yang dikatakan tadi, jatuh dari eskalator itu sangat berbahaya, apalagi bentuk eskalator itu kan seperti tangga.. Jadi sangat sangat berbahaya.. Namun bayi ini kuat.. Saya harap kejadian ini tak terulang lagi, karena takut tidak bisa terselamatkan" kata Dokter
Akhirnya Shaijiee memasuki ruangan Ziya.. Ia memegang tangan Ziya.. Ia menangis, ia sedih melihat Ziya yang terbaring lemah dikasur rumah sakit.. Ia merasa bodoh tak berguna karena tak bisa menjaga dan menolong sang istri..
"Bangun sayang, aku disini.. Maafkan aku.. Aku mencintaimu" lirih Shaijiee
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung