
Sesampainya dirumah, mereka langsung beristirahat karena malam harinya akan ada acara syukuran atas ulang tahun Ziya.. Mengundang seluruh santri, tokoh agama, masyarakat sekitar dan puluhan anak yatim piatu lagi..
Ziya bersyukur, di usianya ini dapat berbagi kebahagiaan kepada orang orang tersayang.. Shaijiee, pria itulah yang selalu mengabulkan setiap impiannya.. Ia berdoa supaya sang suami sehat terus, panjang umur, lancar rezekinya..
"Sayang mandi dulu baru shalat ashar biar enak shalat udah seger badannya" kata Ziya sambil memakaikan baju pada Zanna yang baru saja selesai mandi
"Iya sayang sebentar" kata Shaijiee menciumi pipi sang anak
"Udah sana jangan diganggu anaknya.. Aku mau bawa dia ke mba Nina dulu." kata Ziya sambil menggendong sang anak
Lalu Shaijiee menuju kamar mandi dan membersihkan diri..
"Mbak tolong jaga Zanna yaa.. Saya mau nyiapin baju buat bapak dulu" kata Ziya
"Baik bu" kata mbak Nina
"Sudah disiapkan keperluan buat nanti dibawa kerumah orang tua saya?"
"Sudah bu, botol susu dll sudah saya siapkan"
"Yaudah, tolong bilang sama mbok Nah dan mbok Yem nanti juga ikut yaa"
"Baik bu"
Ziya berjalan menuju kamarnya di lantai atas, lalu menyiapkan baju koko dan sarung untuk Shaijiee shalat..
Tak lama Shaijiee keluar hanya dengan menggunakan handuk..
"Sayang baju koko nya sudah aku siapkan.. Shalat dulu.. Nanti selesai shalat kita siap siap kerumah yayah"
"Iya sayang.. Aku jadi gak enak sama yayah karena tidak bantu menyiapkan acara nanti malam"
"Gak papa mereka ngerti ko hari ini kita sibuk.. Lagian banyak santri yang dapat dipintai tolong" kata Ziya
Selepas shalat mereka semua pergi menuju rumah gus Afnan karena ba'da isya nanti acara akan dimulai..
Pukul 5 sore akhirnya mereka berangkat..
Di dalam mobil Zanna menggigit gigit tangan mungilnya.. Sudah di lepas oleh Shaijiee masih saja seperti itu membuat Shaijiee gemas..
"Jangan ya sayang.. Nanti kotor.. Kalau sudah 6 bulan nanti baba belikan mainan yaa"
"Iya sayang, mainan yang isinya air gitu yang untuk anak usia 6 bulan belajar gigit" kata Ziya
"Iyaa nanti kita beli yaa"
"Berapa bulan lagi sayang Zanna bisa makan?" tanya Shaijiee
"Sekarang itu sudah 4 bulan lebih, jadi sekitar 1 setengah bulan lagi bisa makan" jawab Ziya
__ADS_1
"Berikan makanan yang terbaik buat Zanna ya sayang" pinta Shaijiee
"Pasti dong sayang.. Aku sama mbok sudah berbicara tentang itu.. Mereka lebih tau dan paham mengolah makanan untuk Zanna nanti" kata Ziya
"Hmm bagus.. Biar pintar ya anak baba yaa" kata Shaijie
Sesampainya di pesantren, Shaijiee langsung menuju masjid karena sebentar lagi akan memasuki waktu maghrib.. Disana sudah ada mertuanya dan juga Nawir..
"Assalamualaikum yah"
"Wa'alaikumussalam.. Baru sampai nak?" tanya gus Afnan
"Iya yah, langsung kesini.. Belum kerumah tadi" kata Shaijiee
"Yasudah gak papa.. Nawir tolong adzan yaa.. Sudah masuk adzan maghrib" pinta gus Afnan
Akhirnya Nawir mengambil mic dan adzan..
Para jamaah khususnya santriwati dibuat kagum dengan suara Nawir yang merdu saat sedang adzan..
Selesai adzan, mereka melaksanakan shalat qobliyah lalu disusul iqomah dan shalat maghrib.. Setelah itu melaksanakan shalat ba'diyah..
Di halaman pesantren sudah terpasang tenda.. Ternyata selain syukuran ulang tahun Ziya, acara itu juga dibarengi dengan acara aqiqah an Zanna dan Dilara.. Mengingat mereka belum di aqiqah.. Jadi gus Afnan dan gus Arkan merencanakan itu semua..
Di perjalanan menuju rumah, Shaijiee dan Nawir jalan bersamaan, dia ingin kerumah gus Afnan karena istrinya tadi sore berada disana..
"Bagaimana usahanya?" tanya Shaijiee
"Alhamdulillah syukur kalau lancar.. Sudah cocok nih jadi CEO" goda Shaijiee
"Hahahaha CEO apaan? CEO bengkel? lucu yaa kedengarannya." kata Nawir
"Gus Shaijiee" sapa santriwati
Shaijiee hanya tersenyum
"Heeeehhh genit banget.. Jangan goda dia.. Goda mas Nawir aja" kata Nawir mengerlingkan satu matanya
"Ihhhh gus Nawir.. Zinaaa gus zinaaa.. Zina mata ituuu" kata santriwati sambil tertawa
"Yeeee siapa suruh pada genit banget sama laki orang" kata Nawir
"Lah gus Nawir juga mata keranjang itu"
"Mata hati kamuuu aku mah" gombal Nawir
"Hahahaahh pedeee" kata santriwati lalu mereka berlalu pergi
"Ada ada saja santri sini" kata Shaijiee
"Yahh begitu dah.. Mereka itu sudah seperti adek sendiri.. Hehe" kata Nawir
__ADS_1
Shaijiee tersenyum kepada Nawir
Sesampainya dirumah, dilihat semua berkumpul kecuali orang tua Nawir dan gus Afnan..
Dilihat Dilara sedang berusaha buat dekat dengan Zanna.. Ia terus berusaha merengek untuk dekat dengan Zanna..
"Uluh uluh.. Sini sama abi.. Mau deket sama ukhty Zanna ya?" kata Nawir
Digendong anaknya dan di dekatkan ke Zanna yang sedang dipangku oleh Ziya..
Saat mereka sudah dekat, tangan mungil Dilara memegang kepala Zanna dan...
"Yahh yahh di jambak rambut orang" teriak Nawir saat menyadari itu
Zanna sudah menangis karena rambutnya ditarik oleh Dilara..
"Nakk jangan bar bar kaya abi nak" kata Nawir
Yang lain hanya tertawa mendengar perkataan Nawir..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Assalamualaikum temen temen.. Maaf yaa baru bisa up..
Marhaban ya Ramadhan.. Mohon maaf lahir batin apabila othor banyak salah kata dan perbuatan.. 🙏
Untuk di bulan Ramadhan ini, kalian semua ingin othor up di jam berapa? Saat sahur atau saat berbuka puasa? Biar enak ada waktu jadwal up nya.. Hehe
__ADS_1
Terimakasih 🤗