
Hari hari telah berlalu.. Shaijiee sedang disibukkan dengan kantornya.. Kali ini Ziya benar benar jenuh, karena Shaijiee selalu lembur.. Ia ingin sekali pergi liburan dengan anak dan suami.. Tapi apa daya, Shaijiee benar benar sangat sibuk..
Ziya tak pernah berfikir negative, ia tak takut suaminya selingkuh.. Karena setiap lembur Shaijiee pasti selalu video call.. Dan itu selalu Andre asistennya yang menemani..
Di pesantren, Nawir justru tengah bersiap siap untuk liburan.. Ia ingin mengajak anak dan istrinya ke kebun binatang.. Ia ingin mengenalkan kepada anaknya tentang hewan hewan..
"Ayoo mas, kita udah siap nih" kat Nisrine
"Kuyy pergiii" kata Nawir
"Kita ke kebun binatang nih mas?" tanya Nisrine
"Ke plutoo.. Ya iyalah ke kebun binatang." kata Nawir sambil tertawa
"Dilara seneng gak nak? kita lihat harimau disana, lihat macan, lihat gajah, lihat jerapah" kata Nawir kepada Dilara
"Lolo.. Lolo?" kata Dilara
"Dia ngomong apah?" tanya Nawir ke Nisrine
"Pororo.. Ada pororo gak disana" kata Nisrine
"Oh ada sayang.. Pororo yang burung warna pink itu kan" kata Nawir
"Itu flaminggo maaaas"
"Owh iya ya.. Bodoh ya Nawir" kata Nawir mengatai dirinya sendiri
"Baru sadar ๐" ceplos Nisrine
"Yeee bodoh bodoh gini juga kamu cinta" goda Nawir
"Kepaksa mas" saut Nisrine
"Ko kepaksa sii yaank? aku masukin lagi nih yaa Dilaranya" kata Nawir
"Hahahahaha bercanda maas, gitu aja ngambek.. Kaya anak muda aja"
"Lah kan kita emang masih muda.. Aku masih kecil malah" kata Nawir
__ADS_1
"Masih kecil apanya?" tanya Nisrine
"Yang jelas bukan itunya yank" kata Nawir lirih
Nisrine hanya tersenyum..
Sesampainya di kebun binatang, Nawir langsung mengajak anak dan istrinya melihat lihat hewan.. Mulai dari gajah, harimau, jerapah dll
"Nak lihat itu nak, tuh itu namanya monyet.. U u a a" kata Nawir sambil menggendong anaknya
"U u a a?" tanya Dilara
"Iyaa.. Panggil coba.. Nisrineee, Nisrineee" kata Nawir
Nisrine langsung menggebuk Nawir
"Sembarangan istrinya disamain sama monyet" kata Nisrine kesel
Nawir hanya tertawa..
Setelah selesai melihat lihat, mereka duduk dibawah pohon yang rindang lalu menyantap makan siangnya..
Seperti keluarga umumnya, duduk di bawah pohon, bercanda dan makan bersama terlihat sangat harmonis..
"Iya mas, cepet banget.. Rasanya baru kemarin aku ngelahirin Dilara" kata Nisrine
"Sayang, kapan mau tambah anak lagi?" tanya Nawir
Nisrine hanya terdiam..
"Kalau belum siap gak papa ko.. Kalaupun gak mau nambah anak lagi juga gak papa.. Dilara saja sudah cukup untukku" kata Nawir tersenyum walau hatinya sakit. Bagaimana pun juga ia ingin memiliki anak kandung, anak yang sedarah dengannya, darah dagingnya..
"Maaf" hanya kata itu yang bisa Nisrine ucapkan
"Gak papa ko, aku sabar menunggu" kata Nawir
Nawir tak pernah memaksa Nisrine.. Walau sudah pernah melakukan hubungan suami istri, tapi untuk hamil Nisrine belum siap.. Belum siap bukan karena takut gak bisa mengurus.. Tapi jika hamil ia takut teringat masa lalu itu lagi.. Selama ini pun hanya beberapa kali saja Nawir menanamkan benihnya.. Karena ketakutan Nisrine yang cukup dalam..
"Sudah jangan sedih.. Kita kan kesini untuk liburan, untuk senang senang" kata Nawir kepada Nisrine
__ADS_1
"Iyaa mas" saut Nisrine
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Assalamualaikum teman teman..
Marhaban Ya Romadhon๐๐ค
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1442H๐ค๐
Mohon maaf bila selama ini ada perkataan yang menyinggung & melukai hati๐
Mohon maaf bila selama ini ada perbuatan yang dapat mengorehkan luka๐
Mohon maaf bila selama ini ada tingkah laku yang kurang sopan๐
Taqabbalallahu minna wa minkum
Minal aidin wal faizin
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan batin atas khilafan & kesalahan kami๐๐ค๐ค
Eka Rahma & Keluarga ๐ค