
Adzan subuh berkumandang.. Ziya bangun terlebih dahulu lalu ia membangunkan Shaijiee.. Ziya menyuruh Shaijiee bersiap siap shalat terlebih dahulu, baru setelah itu Ziya..
Selesai shalat, Ziya langsung menuju dapur untuk membuat sarapan.. Sarapan di pagi hari itu wajib untuk Shaijiee karena sudah terbiasa dari kecil..
"Sayang, yuk sarapan" kata Ziya
"Kamu ada kuliah hari ini?" tanya Shaijiee
"Ada.. Nanti jam 10 sayang" jawab Ziya
"Pulangnya nanti aku jemput yaa" kata Shaijiee
Saat Ziya ingin menjawab, telpon milik Shaijiee berdering..
"Assalamualaikum" salam Shaijiee
"............"
"Baik, saya masih sarapan di rumah.. Kalau mendesak temui Ahmed terlebih dahulu" saut Shaijiee
Ahmed adalah sekretarisnya di perusahaan milik Shaijiee, dan sekretaris di menara tv nya yaitu Ruli..
Ahmed sekretaris Shaijiee yang lenih dulu bekerja dengan Shaijiee ketimbang Ruli.. Walau ia menjadi sekretaris di perusahaan tetapi ia juga tau setiap permasalahn yang ada di menara tv milik Shaijiee.. Bahkan kadang ia turut membantu.. Ahmed sudah seperti asisten pribadi Shaijiee..
"Ada apa?" tanya Ziya
"Biasalahh" jawab Shaijiee
Setelah sarapan Shaijiee langsung pamit pergi ke kantor..
"Aku berangkat sekarang sayang" kata Shaijiee mencium kening sang istri
"Hati hati, kabari aku kalau sudah sampai kantor" kata Ziya
__ADS_1
"Siap nyonya Shaijiee" gida Shaijiee
"Ishhh bisanyaa" kata Ziya malu
Shaijiee hanya tersenyum memandang lekat sang istri.. Lalu ia masuk ke dalam mobil lalu pergi menuju kantor..
"Hmmm bahagianya kamu zii" kata Ziya sendiri
Jam sudah menunjukkan pukul 09:15
Ziya lekas bergegas menuju kampusnya.. Sesampainya di kampus, Ziya langsung bertemu Melly.. Seperti mahasiswa pada umumnya, dikampus yaa belajar, mendengarkan dosen, mencatat dll..
Di kantor Shaijiee
"Assalamualaikum" salam Shaijiee saat ada yang menelfon
" Wa'alaikumussalam sayang"
"Mama, apa kabar?" tanya Shaijiee
"Oh ya? wahh yasudah, kapan mamah sampai? nanti biar Shaijiee dan Ziya jemput" kata Shaijiee
"Ahh iya, mamah lupa kalau sekarang mamah punya menantu.. Mamah tidak sabar ingin melihat langsung.. Kemarin hanya melalui video call saja saat kalian menikah" kata mamah Shaijiee
"Cepatlah pulang mah, Ziya pasti akan senang kedatangan mamah" kata Shaijiee
"Tentu, pukul 14:00 mamah sampai, jemput yaa" kata mamah Shaijiee
"Siap mamah, hati hati di jalan" kata Shaijiee
Setelah mengakhiri telpon dengan mamahnya, Shaijiee langsung mengirim pesan kepada Ziya jika mamahnya akan datang..
Pukul 15:20 Ziya dan Shaijiee telah sampai di bandara.. Karena masih ada waktu, mereka memutuskan untuk ke kedai kopi yang berada di bandara..
__ADS_1
Ziya berfoto foto, ntah itu memfoto dirinya sendiri, atau Shaijiee atau keadaan di sekitarnya..
"Suka banget yaa kamu sama foto foto istri aku ini" kata Shaijiee mencium pipi Ziya
"Malu sayang, disini banyak orang" kata Ziya
"Tidak masalah.. Kita sudah halal.. Halalan toyyibah.. Haha" kata Shaijiee tertawa
"Udah kaya makanan" saut Ziya
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16:00, Ziya dan Shaijiee menuju pintu kedatangan penumpang.. Terlihat orang tua Shaijiee berjalan dengan elegan.. Ziya yang awalnya semangat tiba tiba menciut, melihat penampilan mamah mertuanya yang modis, sedangkan dia hanya apa adanya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Step by step yaa, tadinya Eka belum mau mempertemukan ortu Shaijiee dengan Ziya.. Tapi karena banyak yang menanyakan, akhirnya Eka puter otak buat ceritanya.. 😁 Tak papa.. Untuk memiliki anak, nanti yaaa.. Pasti ko, pasti mereka punya anak.. Apalagi author, juga pengen punya anak.. Eh 🤭 Nikah aja belum thor 🥴😂