Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
79. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Kini mereka telah menikmati makanan yang di sediakan.. Semua keluarga berkumpul menjadi satu dan saling bercengkrama..


Mulai dari bicara masalah pesantren hingga masalah bisnisnya Shaijiee..


"Kamu mau ikan bakar gak yank? enak loh" kata Ziya sambil menyuapi ikan ke Shaijiee


"Coba aku mau sayang" jawab Shaijiee sambil membuka mulutnya


"Enak kan?" tanya Ziya


"Iyaa enak banget"


Ziya terus saja menyuapi Shaijiee hidangan yang belum pernah Shaijiee makan..


"Mukanya jutek banget, dingin, gak ada hangat hangatnya.. Semua tertawa tapi dia cuma senyum secukupnya.. Mas Shaijiee mau aja sih asisten kaya gini.. Kaku" batin Putri sambil memperhatikan Andre


"Heh ngapain bengong? ngeliat apa?" tanya Fariz


"Ishh apaan sih bikin kaget aja" kata Putri


"Waahh lagi liatin mas Andre yaa? yakan? yakan?" ledek Fariz


"Ishh enggak yaa.. Sotau ente" elak Putri


Setelah beberapa lama, akhirnya mereka pun selesai juga dan kembali kerumah karena hari sudah larut malam..


"Andre"


"Iya tuan?"


"Tidur saja dirumah, besokkan libur.. Gak baik pulang malem malem" kata Shaijiee


"Tidak apa tuan, saya harus pulang karena orang tua saya berpesan menyuruh saya pulang saja"


"Yasudah kalau begitu, tapi hati hati yaa"


"Baik tuan, terimakasih.. Kalau begitu saya pamit"


"Iyaa hati hati"


Shaijiee memasuki kamarnya, dilihat Ziya sedang membuka hijabnya dan ingin membersihkan sisa bedak yang menempel di wajahnya..


"Sayang, kamu bersih bersih dulu.. Nanti setelah kamu baru aku" kata Ziya


"Kenapa gak bareng saja?"

__ADS_1


"Kamu duluan saja.. Aku masih lama"


"Yasudah, tapi jangan terlalu malem bersih bersihnya"


Setelah itu Shaijiee langsung masuk kamar mandi dan membersihkan diri..


Pagi menyapa.. Suara adzan subuh terdengar merdu..


Ziya bangun dari tidurnya lalu ia mencium pipi Shaijiee untuk membangunkan Shaijiee..


Saat ia cium, terasa sangat panas pipi Shaijiee.. Di pegang dahi Shaijiee dan ternyata sangat panas sekali..


"Sayang.. Sayang bangun" kata Ziya sambil mengelus pipi Shaijiee


"Hmm"


"Sayang sakit.. Kita kerumah sakit yaa" kata Ziya khawatir


"Hmmm" hanya itu yang mampu Shaijiee katakan


Ziya membersihkan tubuhnya secepat mungkin, lalu ia memakai pakaian dan segera turun ke lantai bawah.. Ia ingin mencari pak Sobri untuk meminta di antar ke rumah sakit..


"Pak Sobriiii.. Mboookkk" panggil Ziya setengah berteriak


"Mbok pak Sobri mana? tolong bilang siapin mobil.. Kita kerumah sakit.. Bapak sakit"


"Baik non"


Ziya menuju kamar anaknya.. Dilihat sang anak masih tertidur pulas.. Hanya ada mbak Nina sedang memasukkan pakaian bersih ke dalam lemari Zanna..


"Mbak, saya mau kerumah sakit.. Bapak sakit.. Saya titip Zanna yaa.. Asinya masih ada di pendingin nanti tinggal di hangatkan saja" kata Ziya


"Baik bu.. Semoga bapak cepet sembuh"


"Aamiin"


Ziya langsung mengambil tas dan mencoba membangunkan Shaijiee..


"Ayo sayang kita kerumah sakit.. Kuat jalan gak?" tanya Ziya


Shaijiee hanya terdiam.. Ia tak mampu berkata apalagi berjalan..


Ziya mendudukkan Shaijiee di sandaran tempat tidur.. Ia kebawah memanggil pak Sobri lagi..


Kini pak Sobri dan pak Satpam sudah berada di kamar Ziya untuk membantu memapah Shaijiee ke mobil..

__ADS_1


Di perjalanan Ziya terus saja memegang dan mengecek suhu Shaijiee..


Sesampainya di rumah sakit, Shaijiee langsung di masukkan ke UGD..


"Bagaimana dok suami saya?" tanya Ziya


"Suami anda tifus.. Sepertinya ia kecapean dan makan yang tidak teratur" jawab Dokter


"Suami saya memang sibuk akhir akhir ini.. Setelah pulang umrah kemarin ia langsung bekerja" jelas Ziya


"Ia itu bisa saja terjadi bu.. Mungkin suami anda kecapean.. Ditambah cuaca di Makkah sana dan disini cukup berbeda, jadi mempengaruhi daya tahan tubuhnya"


"Baik dok, apa saya bisa menjenguknya?"


"Bisa, pak Shaijiee sudah di bawa ke ruang rawatnya"


"Terimakasih banyak dok"


Sesampainya diruang rawat, Ziya langsung menghampiri sang suami.. Shaijiee tengah tertidur..


Ziya lupa memberi kabar keluarganya..


Diambil hp di dalam tas nya.. Lalu ia menghubungi yayah Afnan memberitahu bahwa Shaijiee sakit.. Lalu memberitahu Nawir dan meminta Nawir kesini menemaninya.. Dan terakhir ia memberitahu mertuanya..


Ia memberi pengertian kepada mamah mertuanya, kalau Shaijiee baik baik saja jadi mamahnya tak perlu khawatir.. Lega rasanya, ia percaya bahwa menantunya Ziya dapat mengurus anaknya itu..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2