
Dua bulan berlalu, selama itu Shaijiee selalu pulang pergi Turki Indonesia..
Perkiraan dokter, HPL Nisrine tinggal beberapa hari lagi..
Maka dari itu mereka semua pergi ke Turki, agar saat Nisrine lahiran mereka bisa menemani..
Usia kandungan Ziya juga sudah menginjak 3 bulan lebih.. Kandungan Ziya juga sudah kuat dibawa berpergian jauh..
Sekarang mereka tinggal dirumah Ziya dan Shaijiee yang baru.. Rumahnya besar, 3 kamar utama di atas dan 3 lagi kamar tamu yang berada di bawah.. Ada juga kamar pembantu..
Untuk masalah pembantu, Ziya membawa orang dari Indonesia untuk bekerja dirumahnya, karena jika mencari pembantu di Turki itu cukup sulit.. Jadi dari jauh jauh hari bahkan dari mereka berencana punya rumah, itu sudah menyiapkan pembantu untuk dibawa ke Turki.. Mengingat harus mengurus paspor dan surat izin tinggal..
Di rumah mewah, di kamar pribadi Ziya dan Shijiee.. Ziya sedang duduk diatas ranjang empuknya dengan kaki yang diluruskan.. Hari ini Ziya habis membantu ART nya memasak.. Padahal sudah ada 3 ART, tetapi ia ingin tetap membantu..
"Cape ya sayang?" tanya Shaijiee yang baru masuk kamar
"Sayang?sudah pulang?" tanya Ziya
"Iyaa, tidak banyak pekerjaan maka dari itu siang ini bisa pulang" jawab Shaijiee
"Pijitin kaki aku sayang.. Masak makan siang berdiri gitu membuat kaki aku pegal" kata Ziya
"Siaap sayang, aku ganti baju dulu yaa" kata Shaijiee
Setelah Shaijiee berganti pakaian, ia melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu karena ia belum shalat.. Selepas shalat ia baru menaiki ranjang dan memijat kaki Ziya..
Di ruang keluarga, ada beberapa orang yang sedang berkumpul sambil menikmati cemilan yang telah disediakan..
"Nanti mah wir, kalo punya anak tuh kudu jadi seorang ayah yang bener.. Jangan diajak ke kali mulu" kata gus Arkan
"Lah mana ada kali disini" saut Nawir
"Lah disono.. Kamu nanti kan tinggal di sana bukan disini" kata gus Arkan
"Sehhh, disini dulu biii.. Kan dedeknya baru keceprot, belom boleh pergi jauh jauh.. Apalagi naik pesawat kagak boleh.. Budeeeg nanti tuh kuping denger suara pesawat.. Nguing nguing" kata Nawir
"Mana ada pesawat nguing nguing" bantah Umi Nida
"Ehh iya, anuh begitu dah bunyinya" jawab Nawir
"Yaa nanti setelah 2 bulan atau 3 bulan baru boleh" saut gus Afnan
"Nahhh bener itu, tunggu gedean dikit" kata Nawir
"Jaga baik baik anak sama istri kamu nanti" kata gus Afnan
__ADS_1
"Iya yah, Nawir ngerti.. Moso Nawir kagak jaga Nawir lepas gitu aja kaya bebek" saut Nawir
"Masa anak orang disamain ama bebek" protes gus Arkan
"Bukan disamaain.. Kagak bisa bedain nih calon aki aki" kata Nawir
Bantal sofa langsung melayang ke muka Nawir.. Siapa lagi yang lempar kalo bukan gus Arkan..
Yang lain pada tertawa, karena Nawir memang anaknya ceplas ceplos..
"Udah sana panggil kakak mu kita makan siang" kata Shahia
"Bubu ajalah.. Nawir mau duluan makan" kata Nawir
"Nih anak satu, entar abi jewer yaa.. Susah bet disuruh" kata gus Arkan
"Iyaa iyaa nih Nawir panggil"
"Ziyyyaaaaa tuuurruuuunnn" teriak Nawir
Langsung disambit pakai bantal sofa oleh gus Arkan, gus Afnan, Shahia dan Nida..
"Ampun bang jagoooo" teriak Nawir berlari
"Mau jadi bapak kagak ada tobatnya" gerutu gus Arkan
Dilihat Maheer yang sedang menscroll tikt*k membuat Ziya juga ingin ikut melihat.. Bahkan jiwa bumilnya Ziya jadi ingin ikut bermain juga..
"Jangan macem macem sayang.. Masa main tikt*k" kata Shaijiee
"Boleh yaaa, aku mau main tikt*k.. Janji deh gak di publish.. Hanya buat pribadi saja" kata Ziya melas
Akhirnya diizinkan oleh Shaijiee..
Ziya dengan semangatnya membuat tikt*k lagu Dj Pota pota.. Namun sayang harus diganggu terus sama Nawir..
"Ty Ziyaa, nihh coba yaa kalau Nawir bilang 'ada bab*' ty Ziya jawab oink oink oink terus kalau Nawir bilang 'ada monyet' ty Ziya jawab huhu haha huhu haha. Okee"
"Okee coba" jawab Ziya
Karena Ziya belum pernah melihat fyp itu jadi dia nurut saja..
"Ada bab*" kata Nawir
"Oink oink oink" jawab Ziya
"Ada bab*"
__ADS_1
"Ko bab* lagi" protes Ziya
"Udahh turutin ajaa" saut Nawir
"Yaudah, buruan kayanya seru" kata Ziya semangat
"Ada bab*"
"Oink oink oink"
"Ada bab*"
"Oink oink oink"
"Ada monyet" kata Nawir
"Huhu haha huhu haha" jawab Ziya
"Ada monyet"
"Huhu haha huhu haha"
"Horreeeeee" sorak Nawir tepuk tangan begitupun dengan Ziya
"Horreeeee ty Ziya bahlul mau aja Nawir kibuliiin" kata Nawir sambil berlari
"Hooooooo dasar adek laknat" teriak Ziya
"Sayaang aku dikerjain Nawir" adu Ziya ke Shaijiee
Shaijiee dan yang lainnya hanya tertawa
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung