Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
70. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Malam harinya, para santri tetap tidak bisa tidur nyenyak.. Walaupun sudah ada laki laki yang berjaga, tetapi tetap saja itu membuat mereka masih was was..


Bagian keamanan pondok yang berusaha untuk tetap melek dan tenang.. Walau dia sendiri juga sebenarnya takut..


Saat jam 1 malam, terdengar dari arah belakang asrama tempat para santri menyimpan ember mereka.. Suara itu terdengar seperti orang yang tak sengaja menabrak ember itu hingga jatuh dan bersuara..


Mereka masih berfikir positive, mungkin itu tikus di belakang kamar mereka.. Namun tak berapa lama, terdengar suara gesekan gergaji yang di gesekkan ke pintu belakang kamar mereka yang berhubungan langsung dengan belakang tempat penyimpanan ember.. (Posisinya ini di lantai 3)


"Siti, coba tolong keluar panggil ustadz yang berjaga di bawah.. Suara gergaji itu makin kenceng.. Ana akan liat dari jendela itu" kata santri bagian keamanan


"Iyaa ukhty, tapi ana takut" kata Siti


"Sama eva gih"


Akhirnya Siti dan Eva keluar dari kamar secara perlahan lahan.. Saat mereka baru keluar kamar, terlihat bayangan hitam berlari..


"Aaaaaaaaaaa" teriak 2 santri itu


Mendengar suara teriakan, langsung membuat para ustadz yang berjaga naik ke lantai 3..


Siti dan Eva menjelaskan apa yang mereka lihat, lalu sebagian ustadz berpencar untuk mencari orang itu..


Nawir yang dapat kabar itu langsung menuju asrama putri..


"Gimana gimana?" tanya Nawir yang baru saja datang


"Ini gus, tadi kita lihat laki laki lari disitu" kat Siti menunjuk ke gedung kosong yang lagi tahap pembangunan


"Coba cari kesana!" perintah Nawir kepada ustadz yang berjaga


"Sedang di cari gus"


"Ada hal aneh lagi gak?" tanya Nawir

__ADS_1


"Tadi kita denger suara gesekkan gergaji gus.. Ayok gus coba kita lihat, kita takut"


"Dimana? ayuk coba kita lihat" ajak Nawir


Mereka menuju pintu belakang yang mengarah ke tempat para santri menaruh ember mereka..


Saat pintu di buka, Nawir kaget bukan main..


"Eh setaann.. Kaget ane" latah Nawir sambil ngelus dada


Nawir gak sengaja memang melihat sosok ghoib.. Dia sedikit bisa melihat hal itu sama seperti Ziya, namun Ziya lebih peka dan bisa..


Mereka lihat gesekan bekas gergaji tadi di pintu, dan itu sudah sedikit berlubang.. Nawir heran, ko bisa seperti ini?


"Ini tikus kali" kata Nawir


"Kalo tikus suaranya gak mungkin kaya orang gesek gesek gergaji gus" kata santri


"Tuh liat, serpihan kayu pintunya banyak"


Tapi siapa yaa? diperkirakan ada sekitar 2 orang laki laki.. Karena saat pintu masih di gergaji, bebarengan dengan laki laki yang berlari di gedung kosong..


Gus Arkan dan gus Afnan mendengar kabar itu langsung menuju asrama putri.. Dilihat sudah ramai santriwati yang berkerubung..


"Assalamualaikum" salam gus Arkan dan gus Afnan


"Wa'alaikumussalam" jawab santri sambil salim kepada gus Arkan dan gus Afnan


"Bagaimana? ketemu tidak?" tanya gus Afnan


"Tidak yai.. Mereka hilang gitu aja.. Padahal kita tadi udah buru buru ngejar mereka"


"Setan kali" kata gus Arkan

__ADS_1


"Masa setan bisa ngergaji pintu bi" kata Nawir


Gus Afnan melihat keadaan di sekitar.. Ia berfikir, dari mana laki laki itu bisa naik ke lantai 3? pasalnya di bawah banyak ustadz yang berjaga.. Gak mungkin mereka lewat bawah..


"Aahh coba kalian ke perkampungan warga belakang gedung kosong ini.. Saya rasa mereka lewat belakang sana." kata gus Afnan


"Tapi kan belakang asrama masih wilayah pesantren itu kebon" kata gus Arkan


"Justru itu karena kebon mereka bisa dengan mudah bersembunyi disana" kata gus Afnan


Akhirnya sebagian ustadz mencari kesana.. Para santri putri disuruh kembali ke kamar dan istirahat karena esok harus sekolah kembali..


Di kediaman gus Arkan, mereka masih berbincang bincang.. Mereka berfikir apa sebaiknya dilaporkan ke polisi? tapi kita tidak punya bukti, hanya bukti mulut saja..


Lalu mereka sepakat untuk berjaga lagi selama 3 hari kedepan.. Kalau dalam 3 hari masih seperti ini, mereka akan laporkan ke polisi.. Karena ini sudah mengganggu ketenangan pesantren..


Keesokkan harinya, Ziya mendapat kabar tentang keadaan pesantren semalam..


Setelah Sarapan dan Shaijiee pergi kerja, Ziya langsung menuju pesantren untuk mendapatkan info lebih detail nya..


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2