
Hari berganti malam.. Acara pernikahan Nawir dan Nisrine telah selesai..
Nisrine sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.. Ia baru selesai menidurkan baby Dilara..
Sedangkan di lapangan pesantren, terlihat para lelaki baru saja selesai membereskan tempat acara tadi..
Semua santri bekerja sama bergotong royong..
Nawir memasuki kamarnya yang sekarang menjadi satu dengan Nisrine..
Nawir mendekati sang istri yang sedang memakai cream malam..
"Kamu cape ya?" tanya Nawir yang masih berdiri di dekat ranjang
"Lumayan" jawab Nisrine
"Akuu pengeen" kata Nawir manja
Nisrine yang mengerti maksud sang suami lalu memberi kode..
Nawir yang mendapat kode, dengan semangat membuka bajunya dan menyisakan celana boxer saja..
Saat ia ingin menjatuhkan kepalanya di paha Nisrine tiba tiba..
Oeekk.. Oeekk..
Dengan sigap Nisrine berdiri, alhasil kepala Nawir terjun bebas di ranjang..
"Sabar Nawir, ada anak bayi yang butuh emaknya" lirih Nawir
Nisrine hanya tersenyum melihat Nawir yang seperti pasrah dengan raut wajah yang tak bisa di artikan, antara kesal, sedih dan ikhlas karena tidak bisa bermalam pertamaan..
"Sabar yaa mas, Dilara butuh susu" kata Nisrine
"Bapaknya juga butuh susu dimalam hari" keluh Nawir
"Minta sama bibi saja mas" kata Nisrine
__ADS_1
"Udah basi" saut Nawir
Nisrine bingung, ko basi? apa orang rumah membeli susu yang sudah kedaluarsa?
"Ko basi mas?" tanya Nisrine
"Iya, orang susu nenek nenek ya basi" jawan Nawir santai
"Yeee bibi belum nenek nenek mas, kalau tidak salah umurnya baru 48th" kata Nisrine
"Ya lah terserah" kata Nawir memejamkan mata
Di kamar Ziya, ia sedang menemani sang suami yang sedang mengecek email yang masuk, karena Shaijiee di Indonesia jadi ia tak dapat memantau langsung pekerjaan kantor..
"Mau aku buatkan susu atau teh?" tanya Ziya
"Tidak usah, sedikit lagi selesai terus kita tidur.. Kamu pasti cape banget kan?" tanya Shaijiee
"Iyaa aku cape banget" jawab Ziya yang merebahkan kepalanya di bahu Shaijiee
"Yasudah tidur saja.. Sedikit lagi aku juga selesai" kata Shaijiee sambil mengelus pipi Ziya dengan tangan kirinya
"Iyaa sayang, love you"
"Love you too" kata Ziya sambil merebahkan badannya di kasur
Pukul 3 dini hari Shaijiee baru selesai mengecek urusan kantornya.. Ia sungguh lelah sekali.. Ia berfikir untuk pulang lebih awal dari yang lain karena akhir akhir ini mulai dari Nisrine lahiran sampai sekarang ia jarang sekali ke kantor..
Ia lalu ikut merebahkan dirinya di kasur dan memeluk Ziya lalu memejamkan mata..
Keesokkan harinya, kegiatan seperti biasa.. Bangun subuh, shalat berjamaah dan sarapan.. Di sela makan, mereka membahas tentang puasa Ramadhan yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi.. Di puasa kali ini Nawir senang sudah memiliki istri jadi setiap buka puasa dan sahur ada istri yang menyiapkan..
"Mamah sedih, puasa nanti kamu sudah tidak sama mamah" kata mamah Nisrine
"Jangan sedih mamah, nanti kam mamah bisa kesini" kata Nisrine
"Iyaa, Insya Allah nanti mamah kesini"
__ADS_1
"Pak Arkan, apa boleh menjelang idul fitri saya kesini untuk berlebaran disini?" tanya mamah Nisrine
"Tentu boleh, rumah kami terbuka lebar untuk besan.. Mau tinggal disini pun kami tak masalah.. Kami malah senang karena keluarga kami jadi semakin dekat" jawab Gus Arkan
"Ahh tidak perlu tinggal, bukan tidak ingin.. Pekerjaan saya amat banyak disana" saut papah Nisrine sambil terkekeh
"Bisa di handle sama Shaijiee pak" kata gus Arkan
"Anak itu sudah punya perusahaan sendiri.. Takutnya nanti malah jadi tambah beban buat dia, malah jadi terlihat tua nanti"
"Hahaha bisa aja besan ini"saut gus Arkan
"Bagaimana kalau Nawir saja yang lanjutkan bisnis papah? jadi CEO nya gantiin papah" tawar mamah Nisrine
"Nah benar sekali.. Papah juga rasanya ingin pensiun" saut papah Nisrine
"Haduh pah, bukan tidak mau.. Kuliah Nawir bukan jurusan itu." jawab Nawir
"Yaahh sayang sekali.. Tapi kenapa gak dicoba dulu? bisa sambil belajar.. Nanti papah ajarkan dan akan dibantu Shaijiee" tawar papah
"Insya Allah pah.. Untuk sekarang Nawir belum siap" kata Nawir sopan
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Maaf kalau ceritanya kurang menarik.. 🙏