
Keesokkan harinya, setelah shalat subuh berjamaah, para lelaki duduk di halaman belakang rumah Shaijiee dan para wanita membantu bibi asisten rumah tangga itu memasak..
Nawir menuruni tangga, dilihat ruang keluarga sepi, terdengar suara gelak tawa dari arah halaman belakang rumah..
Lalu ia menghampiri para lelaki tersebut..
"Selamat pagiiii dunia tipu tipu" teriak Nawir
Sontak membuat yang lainnya kaget..
"Kalo dateng tuh salam, bikin orang jantungan aja" ketus gus gus Arkan
"Alhamdulillah" kata Nawir
"Yeeee akhi Nawir nih" kata Faris
"Kakak ipar, ukhty Ziya dimana?" tanya Nawir ke Shaijiee
"Lagi di dapur" jawab Shaijiee
Tanpa mengucap kata lagi, Nawir langsung meninggalkan halaman belakang..
"Ty Ziyaaa" teriak Nawir
"Bisa gak, gak usah teriak teriak" ketus Ziya
"Dihh galak banget, semenjak hamil kayanya musuh banget nih sama Nawir" kata Nawir
"Lagian kamu duluan" saut Ziya
"Ada apa kamu kesini? cepat panggil yang lain, makanan sudah siap" kata Shahia
"Ntar dulu, Nawir ada urusan mendadak sama ty Ziya.. Sinting.. Ehh penting" kata Nawir
"Ada apa?" tanya Ziya
"Sini dah, Nawir bisikin"
"Ada apa sih?" tanya Ziya mendekat
__ADS_1
"Ane mau pup" bisik Nawir langsung lari
"Hooooo belom pernah di gampar nih anak" teriak Ziya kesal
Buat apa bilang bilang kalau cuma mau ngomong itu batin Ziya
Mereka berkumpul diruang makan..
Tak banyak yang bicara.. Hanya suara dentingan sendok dan piring saja..
Dari atas Nawir lari keluar rumah terburu buru..
"Naawiiirrr, mau kemana naaak" tany Nida
Namun tak dihiraukan oleh Nawir..
Ia mendapat telpon bahwa Nisrine mau melahirkan.. Karena ia takut terjadi apa apa dengan Nisrine, ia berlari begitu saja tak mendengar yang lain memanggilnya .
"Ada apa sih sama Nawir?" tanya Nida
"Kayak gak tau anaknya aja, dia kan aneh" saut gus Arkan
"Anak kamu" kata Nida
"Apa Nisrine mau lahiran kali ya?" tanya Shahia
"Kalau Nisrine mau lahiran pasti mamah telpon Shaijiee buu" kata Ziya
"Sayang, mamah telpon gak?" tanya Ziya
"Tidak sayang, tuh Hp aku tidak bersuara sama sekali" kata Shaijiee menunjuk hp nya yang berada di meja makan
Nawir telah sampai di rumah sakit tempat Nisrine melahirkan..
Mamah dan papah yang panik jiga tak memperhatikan keluarga yang lain..
Pihak rumah sakit meminta seseorang untuk menemani Nisrine.. Akhirnya papah dan mamah meminta Nawir yang masuk menemani..
Fikir mamah dan papah Nawir sudah memberi tahu keluarga, makanya mereka tak menghubungi lagi.. Lagi pula tadi ia juga sudah berpesan pada Nawir..
__ADS_1
Di tengah Nisrine sedang melahirkan berjuang untuk melahirkan sang buah hati.. Nawir teringat bahwa ia lupa memberitahu keluarga..
Ia telpon gus Arkan, namun tak diangkat..
"Tuan, tolong jangan menelpon siapa siapa.. Istri anda butuh dukungan anda" kata suster yang membantu melahirkan
"Sebentar sus, saya harus kabari keluarga" kata Nawir
Nisrine sudah berteriak memanggil nama Nawir tetapi Nawir sibuk menelpon..
Ia akhirnya Nawir coba video call Shaijiee..
"Assalamu" salam Shaijiee terpotong
"Akhi buruan kesini.. Tuh liat Nisrine lahiran" kata Nawir memperlihatkan Nisrine yang tengah mengejan.
"AAAAPPPPAAAAA" pekik mereka yang mendengar
Mereka langsung buru buru siap ke rumah sakit.. Bisa bisanya Nawir tidak ngasih kabar pada mereka dari tadi.. Malah orang lagi mengejan dia video call..
Ziya yang baru mengolesi roti dengan selai strawberry langsung lemas..
"Bye bye roti.. Ditunda dulu yaa" lirih Ziya
Padahal tadi Ziya sudah makan dan ia ingin sekali memakan roti..
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung