Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
21. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Malam hari, mereka makan malam bersama diruang makan.. Ziya dengan sigap menyendokkan makanan untuk suami dan kedua mertuanya.. Mamah Shaijiee begitu senang karena menantunya begitu perhatian..


"Shaijiee, besok adik kamu Nisrine akan datang.. Jemputlah, mamah sama papah menunggu dirumah saja" kata mamah Shaijiee


"Oh ya? apa karena mamah mau mengajaknya ke Indonesia?" tanya Shaijiee


"Tentu, tapi katanya ada hal yang ingin ia sampaikan juga kepada kita" jelas mamah


"Baiklah, jam berapa pesawatnya tiba?" tanya Shaijiee


"Jam 6 pagi kamu sudah harus di bandara" jawab mamah


Setelah makan malam, mereka berbincang bincang di ruang keluarga, tak lama satu persatu dari mereka pergi menuju kamar dan beristirahat..


"Tidurlah, besok kamu akan pergi ke bandara" kata Ziya


Shaijiee tertidur di samping Ziya dengan tangan yang terus memeluk sang istri.. Walau badan Ziya kecil, tapi itu membuatnya nyaman saat memeluk Ziya..


Keesokan harinya, Shaijiee sudah tiba dibandara, terlihat seorang wanita yang ia kenal dari pintu kedatangan penumpang..


Ia adalah Nisrine, adik kandung Shaijiee.. Adik kecilnya yang manja.. Sedari SMA hingga sekarang kuliah, ia lebih memilih tinggal di Mesir.. Mesir adalah tempat impiannya sedari dulu untuk menuntut ilmu.. Seperti hal nya Ziya yang memilih Turki..


"Assalamualaikum kakaak" salam Nisrine


"Wa'alaikumussalam adikku tercinta" jawab Shaijiee sembari memeluk sang adik


"Aku rindu sekali.. Oh yaa ayuk kita cepat pulang, aku tak sabar bertemu kakak iparku" kata Nisrine



"Baiklah, kamu pasti akan terpesona melihat kecantikan istriku" kata Shaijiee


"Ya ya aku tau, istrimu memanglah cantik.. Mamah sudah memberitahukannya kepadaku" kata Nisrine


"Sepertinya kamu betah yaa disana.. Tubuhmu semakin berisi" kata Shaijiee


"Hahaha bisa saja kakak ini.. Aku bahagia kaa" jawab Nisrine


Mereka langsung menuju apartemen..


Sesampainya di basemant, Shaijiee langsung mengambil koper koper milik Nisrine dan membawanya ke apartemen mereka..


"Assalamualaikum" salam Shaijiee dan Nisrine saat memasuki pintu apartemen


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka


"Ya Allah anak mamah tercintaa" sambut mamah gembira

__ADS_1


"Maahh aku kangeeen" manja Nisrine


"Bayi kecil mamah sehat? sudah sarapan belum?" tanya mamah


"Sudah mah, Alhamdulillah aku sehat" kata Nisrine


Mereka berbincang bincang.. Ziya yang baru pertama kali bertemu masih sedikit canggung tapi dia berusaha untuk tetap biasa saja dan mendekatkan diri dengan Nisrine..


Sore hari tiba, mereka tengah berkumpul di ruang keluarga menikmati sore hari dengan teh hangat..


"Katanya ada yang ingin kamu sampaikan nak, apa itu?" tanya papah


"Mah, pah, ka Shaijiee" lirih Nisrine


"Loh kenapa sayang?" tanya mamah panik saat mata Nisrine berkaca kaca


"Mah, paah.. Maafkan Nisrinee" tangis Nisrine pecah


"Ada apa? katakan?" desak papah dan Shaijiee


"Nisrine hamil"


Dduuuaaaarr


Bagai tersambar petir, mamah dan papah shock.. Begitupun dengan Ziya.. Ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.. Shaijiee yang mendengar itu langsung marah, tangannya terkepal..


"Waktu itu, saat sedang ospek ada kakak kelas alumni kampus ku yang datang untuk beramah tamah kepada mahasiswa baru.." Nisrine menceritakan kejadian yang di alami..


Ppraaaaannkkk


Shaijiee sudah tak terbendung lagi emosinya.. Ia marah, ia sungguh marah.. Guci yang berada di meja ruang keluarga pecah berkeping keping saat Shaijiee melemparnya..


"Katakaaann!! katakan sama kakak siapa pria baj*ngan itu?!" marah Shaijiee menggungcang2kan bahu Nisrine


Nisrine menangis sejadi jadinya, ia tak mampu berkata apa apa saat kakaknya telah marah..


Papah terdiam dan mamah masih menangis.. Ziya menenangkan mamah mertuanya..


Shaijiee langsung menelpon orang kepercayaanya untuk mencari tau siapa lelaki yang tega membuat adiknya hamil..


Shaijiee langsung masuk ke kamar dengan membanting pintu dengan keras..


Ziya terkaget begitupun yang lainnya..


"Aaaaakhhhh, aku sudah gagal menjadi seorang kakak.. Aku gagal.. Ya Allah cobaan apa yang kau berikan" tangis Shaijiee pecah


Ziya masuk kedalam kamar, ia menghampiri Shaijiee memegang pundak Shaijiee..

__ADS_1


"Sayaaang" lirih Shaijiee


" Selesaikan masalah ini dengan kepala dingin.. Jangan dengan emosi" kata Ziya lembut


"Bagaimana kalau masyarakat tau kalau adik seorang Shijiee hamil di luar nikah? mau taruh dimana muka aku dan orang tuaku?" tanya Shaijiee emosi


"Sayaang, kamu memikirkan reputasi kamu? kamu tidak memikirkan perasaan adik kamu? dia butuh kita sayang, dia butuh semangat kita.. Bukannya kita malah mementingkan diri kita sendiri.. Dia sekarang sedang hamil.. Fikirkan itu" kata Ziya


"Salah apa orang tua ku sampai anaknya seperti ini?" lirih Shaijiee


"Sayang, Allah tak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuan hambanya.. Allah tau kita mampu, kita bisa melewati ujian ini makanya Allah memberikan ujian ini" terang Ziya


Shaijiee langsung memeluk sang istri tercinta.. Ziyalah yang membuat dirinya kuat. Ziyalah yang meredamkan emosinya.. Ia bersyukur memiliki Ziya dalam hidupnya..


"Kakak, jika kakak malu mempunyai adik sepertiku aku akan pergi dari sini.. Aku tak mampu melihat papah mamah dan kakak bersedih seperti ini" kata Nisrine yang sudah berada dipintu kamar Shaijiee


"Jangan sayang, kamu harus tetap disini.. Kamu lagi hamil" kata Ziya


"Tidak ka.. Kakak malu mempunyai adik seperti ku" kata Nisrine pergi berlari


Ia mengambil semua kopernya, namun saat ia ingin pergi, tangannya ditahan oleh sang mamah tercinta.. Mamah tak ingin anaknya jauh darinya.. Mamah tau Nisrine bukan lah anak yang nakal..


Papah?papah masih terdiam memikirkan masalah ini.. Ia masih terus berfikir, dosa apa yang ia buat hingga jatuh kepada anak tercintanya..


"Diamlah dirumah Nisrine.. Kakak akan urus masalah kamu" kata Shaijiee membuka suaranya


Tangis Nisrine dan yang lainnya pecah.. Sebenarnya juga mereka takut Nisrine di usir oleh Shaijiee.. Namun ternyata di luar dugaan.. Shaijiee malah yang akan menyelesaikan masalah ini.. Andia nanti ada berita tak mengenakan, akan ia hadapi.. Ia tak akan malu lagi dengan keadaan yang sudah terjadi..


Ia teringat saat ucapan Ziya tadi setelah Nisrine pergi.. Ia hanya memiliki 1 saudara.. Jika Shaijiee tak membela Nisrine, siapa yang akan peduli dengan Shaijiee kelak? kolega bisnis? tidak, mereka bisa saja menghancurkan Shaijiee.. Uang bukanlah segalanya.. Tapi persaudaraan seibu sesusu lah segalanya..


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2