
Dua hari berlalu.. Hari ini Ziya sedang dikampus karena sedang mengikuti ujian.. Ziya dan Melly tampak serius menjawab soal soal ujian tersebut..
Jam istirahat pun tiba, mereka berdua menuju kantin kampus untuk makan siang bersama.. Melly memesankan makanan untuknya dan Ziya.. Sembari menunggu pesanan mereka berbincang bincang..
"Makasih ya zii, berkat kamu aku sekarang kerja di kantor suami kamu" kata Melly
"Sama sama" jawab Ziya
"Untungnya aku dibolehkan izin selama ujian ini.. Coba kalau tidak, antara aku gak bisa ujian atau aku dikeluarkan dari kantor suami kamu" lirih Melly
"Suami aku tau kali kalau kita ujian, gak mungkin suami aku setega itu.. Lagian itu sudah kebijakan kantor ko.. Karyawannya boleh kuliah, boleh izin saat sedang ujian seperti ini.. Asal karyawan itu bisa memberikan sesuatu untuk perusahaan.. Contohnya dengan cara karyawan itu bekerja keras, tidak merugikan perusahaan dan masih menaati peraturan kantor mereka gak masalah" jawab Ziya
"Makanya itu orang orang mau bekerja di kantor suami kamu.. Selain enak, gaji juga gede.. Makanya mereka berlomba lomba untuk menjadi yang terbaik agar bisa bergabung dan terus berada di perusahaan itu" kata Melly
"Yaa aku akui, mereka orang orang hebat.. Kalau tak ada mereka, perusahaan suamiku tak mungkin sesukses ini" kata Ziya tersenyum
"Oh iya, kamu sudah tau kabar Ghana?" tanya Melly
"Memangnya kenapa?" tanya Ziya
"Katanya dia mau jadi dosen loh di kampus ini.. Aku melihat stornya di sosial media" kata Melly
"Serius?" tanya Ziya
"Masa aku bohong sih" kata Melly
Ziya hanya terdiam.. Ia tak menjawab perkataan Melly..
Sore hari Ziya baru saja pulang dari kampus.. Dilihat sudah ada sepatu dan jas yang berserakan dilantai.. Ia yakin pasti suaminya sudah pulang..
"Owhhh bagus yaa, pulang kantor bukannya bersih bersih malah naik ke kasur" kata Ziya meledek
"Sayaaang aku cape banget" kata Shaijiee
"Bangun, cepat ganti baju dulu.. Kamu baru pulang masih kotor.. Ayo cepat bangun" kata Ziya menarik tangan Shaijiee
"Peluk aku" kata Shaijiee manja
"Ya Allah, sejak kapan suami hambamu ini menjadi manjaa" kata Ziya mengusap wajahnya
Shaijiee hanya terkekeh melihat Ziya seperti itu..
Cup
__ADS_1
Shaijiee mencium bibir Ziya
"Bersiaplah.. Kita jemput Munawir di bandara" kata Shaijiee
"Munawir kesini?" tanya Ziya
"Iyaa, dia akan disini sampai nanti H-3 acara 7 bulanan.. Kita akan pergi ke Indonesia bersama sama" kata Shaijiee
Ziya dan Shaijiee bergantian membersihkan diri.. Setelah selesai, mereka langsung tancap gas menuju bandara menjemput Munawir..
Terlihat Munawir sedang duduk di kursi bandara menunggu kedatangan Ziya..
"Assalamualaikum"
"Wa' alaikumussalam.. Ty Ziya, akhi" kata Munawir mencium tangan Ziya dan Shaijiee
"Sudah lama?" tanya Shaijiee
"Sekitar 15 menitan" jawab Nawir
"Yasudah ayuk kita pulang" kata Ziya
"Makan dulu bisa kali" celetuk Nawir
"Kenapa?" tanya Shaijiee yang tak mengerti karena Nawir berbicara bahasa Indonesia
"Dia lapar" jawab Ziya
"Baiklah kita makan dulu" kata Shaijiee
Sesampainya di restoran ternama, mereka memilih menu makanan.. Nawir yang perdana ke Turki, ia hanya melihat kagum betapa indahny Turki, terutama para wanita wanita Turki..
"Bohayyy" spontan Nawir saat melihat gadis Turki
"Husstt, jangan macem macem deh" kata Ziya
"Cakep cakep ty, ane mah mau tiap hari disini" kata Nawir
"Inget sudah mau menikah" kata Ziya
"Astaghfirullah.. Iya ty lupaa, tapi kalau khilaf gak papa lah kan boleh 4" kata Nawir yang langsung dapat tatapan tajam dari Ziya
"Ada apa?" tanya Shaijiee
__ADS_1
"Nawir hanya bilang, Turki itu indah" jawab Ziya
"Apalagi wanita wanitanya" celetuk Nawir
"Ahh Turki memang indah" jawab Shaijiee
"Sudahlah makan, makanan kita tiba tuh" kata Ziya
Makanan mereka tiba, Shaijiee membantu Ziya mengiris kecil daging yang ia pesan.. Hal sekecil ini yang membuat Ziya jatuh hati kepada Shaijiee.. Ia memperlakukan Ziya begitu spesial..
Nawir? tentu dia tak melewatkan momen ini.. Ia memakan makanan yang terdapat di depannya.. Karena Shaijiee memesan beberapa makanan lainnya..
"Jangan kaya orang kelaperan" ketus Ziya
"Ty Ziya yang cantik.. Nawir sungguh laper.. Perjalanan Indonesia ke Turki itu jauh" kata Nawir
"Memangnya tidak dapat makan?" tanya Ziya
"Dapat, tapi sangat sedikit.. Udah kaya nasi kucing di kampung" kata Nawir
Ziya tertawa mendengar ucapan Nawir.. Sedangkan Shaijiee menikmati makanannnya, ia tak mengerti yang mereka bicarakan.. Resiko punya pasangan beda negara beda bahasa jadi tidak mengerti apa apa..
"Diem aja si suami mu" kata Nawir
"Dia kan gak ngerti bahasa kita" jawab Ziya
"Kita kibulin juga dia kaga tau kali ya" kata Nawir
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung