Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
12. Kuaci?


__ADS_3

"Wa'alaikumussalam.. Eh akhi Ghana" kata Ziya


"Ziya apa kabar? lama tak bertemu" kata Ghana


"Alhamdulillah baik, akhi sendiri gimana?" tanya Ziya


"Alhamdulillah baik" jawab Ghana


"Hmm kalau gitu ana awalan" kata Ziya


"Mau diantar?" tawar Ghana


"Terimakasih" kata Ziya sambil menangkup tangannya


"Afwan kami awalan" kata Melly


"Silahkan" jawab Ghana


Akhirnya Ziya dan Melly pergi ke toko buku untuk membeli buku buat referensi mata kuliahnya..


Melly dan Ziya selalu kompak dalam urusan pelajaran.. Mereka saling membantu.. Ziya senang bersahabat dengan Melly begitupun dengan Melly, dia sangat beruntung punya sahabat seperti Ziya yang baik sekali..


Disisi lain, seorang pria sedang melihat lihat bunga untuk diberikan kepada orang tercintanya..


"Bunga apa ya yang bagus?" fikir pria itu


"Ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya pelayan


"Saya ingin mencari bunga untuk istri saya" jawab Shaijiee


"Ada mawar tuan, biasanya bunga ini sebagai tanda ungkapan cinta dari pria untuk kekasihnya" kata pelayan


"Sudah biasa itu mah, saya mau yang luar biasa" kata Shaijiee


"Owhh ada bunga anggrek tuan, bunga ini sangat bagus dan mahal" kata pelayan


"Ada kamboja?" tanya Shaijiee


Pelayan itu mengerutkan dahinya


"Tuan mau kepemakaman?" tanya pelayan


"Ahh, pemakaman? ahh tidak tidak.. Untuk istri saya" kata Shaijiee


"Tapi biasanya kamboja itu untuk ditaruh di pemakaman tuan" kata pelayan

__ADS_1


"Ahh gitu, maaf saya tidak tau tentang bunga" kata Shaijiee malu


Lalu dia melihat lihat ke bunga yang lainnya..


"Ziii yuk buruan, sudah sore nih.. Emangnya kamu gak dicariin suami apah" kata Melly


"Astaghfirullah ana lupa kalau sudah punya suami Mel" kata Ziya menepuk dahinya


"Yeee dasar" kata Melly


"Ayuk ayuk buruan, nanti suamiku keburu pulang" kata Ziya panik


Akhirnya mereka pulang..


Sesampainya di apartemen, Ziya langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.. Setelah mandi, ia langsung mengenakan pakaian dan keluar kamar menuju dapur untuk masak makan malam..


Ting tong..


"Iyaa sebentar" teriak Ziya


"Permisi, dengan nona Ziya?" tanya kurir itu


"Ya dengan saya sendiri" jawab Ziya


"Ada kiriman paket dari seseorang" kata kurir


"Namanya tak tertera nona.. Tapi pesan dari orang itu katanya nona diharapkan untuk segera membukanya" jelas kurir


"Owhh okee makasih" kata Ziya


"Sama sama, mohon tanda tangan penerimaan nona" kata kurir


Setelah Ziya menandatangani kertas penerimaan, ia langsung masuk kedalam dan membuka paket tersebut..


"Ya Allah banyak banget isinya.. Ini tas tas bermerek semua.. Kira kira dari siapa ya?" batin Ziya



"Apa dari hubby ya? ahh nanti aku tanya deh.. Sekarang lanjutin masak aja dulu" kata Ziya


Ziya menuju kamar untuk menaruh paket yang berisikan tas itu ke kamar, lalu ia menuju dapur lagi untuk memasak makan malam yang tertunda..


Saat masakan Ziya sudah tertata rapih di meja makan, berbarengan dengan Shaijiee yang baru saja pulang dari kantor..


"Assalamualaikum honey" salam Shaijie lalu mencium kening sang istri

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam hubby" jawab Ziya mencium punggung tangan suami


"Untukmu honey" kata Shaijiee memberikan bunga untuk Ziya



"Hmm manis banget sih kamu" kata Ziya mencium pipi suami


"Bagus gak?" tanya Shaijiee


"Bagus.. Tapi ko gak ada kuacinya?" tanya Ziya


"Kuaci?" tanya Shaijiee heran


"Iyaa kuaci.. Biji bunga matahari" jawab Ziya


"Ya Allah sayang, mana mungkin aku beliin kamu bunga yang ada bijinya" kata Shaijiee tertawa


"Hmm aku tau nih, pasti rumputnya ngambil di kebun tetangga kan?" curiga Ziya


"Tidak lah, mana mungkin.. Yang bener saja sayang" kata Shaijiee


"Hmmm oke oke aku suka bunganya.. Makasih hubby" kata Ziya memeluk Shaijiee


"Apapun buat kamu sayang" balas Shaijiee memeluk lalu mencium bibir sang istri


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2