
Ziya dan Shaijiee tiba di rumah dengan selamat.. Dirumah gus Afnan dan yang lainnya sedang berada di rumah gus Arkan sedang membantu persiapan untuk acara lusa nanti..
Dikarenakan dirumah sepi, Ziya berinisiatif untuk kerumah gus Arkan dan membuat vlog persiapan acara pernikahan Munawir dan Nisrine..
Sepanjang jalan menuju rumah gus Arkan, Ziya tak pernah lepas sedikitpun tangannya dari tangan Shaijiee.. Jika seperti ini, ia jadi teringat tentang orang tuanya dulu.. Gus Afnan dan Shahia selalu mesra bahkan sampai sekarang pun juga sama..
Shaijiee dan gus Afnan itu hampir sama, hanya saja gus Afnan tak pernah langsung memberikan apa yang istri dan anaknya mau.. Ia selalu mengajarkan kepada anak dan istrinya untuk menabung terlebih dahulu jika ingin sesuatu.. Beda dengan Shaijiee, ia seolah takut istrinya marah maka dari itu ia langsung menuruti apa kata Ziya.. Ia tak masalah dan tak peduli omongan orang tentang dirinya yang suami takut istri.. Toh dia bekerja keras juga untuk istrinya.. Uang dia ya uang Ziya juga.. Ia tak akan bertambah sukses kalau bukan karena doa mamah dan istrinya.. Jadi kedua orang itu sangat berarti untuk Shaijiee..
Hari ini telah tiba, hari dimana Munawir akan menjadikan Nisrine sebagai istrinya.. Para santri, saudara dan para tetangga sudah berkumpul di dalam masjid untuk menyaksikan pernikahannya..
Dengan pakaian kemeja putih dibalut jaz dan dengan pasangan sarung hitam Nawir terlihat sangat tampan apalagi ditambah peci yang ia pakai..
Dirumah gus Arkan pengantin wanita baru saja dirias.. Nisrine menggunakan gamis putih brokat dengan polesan make up yang cantik..
Begitupun para keluarga lainnya.. Ziya juga sedang di make up, kedua orang tua mempelai, Shahia dan sepupu yang lain pun juga di make up.. Walau ada tambahan biaya karena banyak yang di make up melebihi kuota paket wedding, tapi tak masalah..
"Wahhh, kamu cantik sekali sayang" kata Shaijiee yang menghampiri Ziya
"Terimakasih.. Oh yaa kamu tidak ke masjid?" tanya Ziya
"Penghulunya belum datang jadi aku kesini terlebih dahulu.. Mau lihat istriku yang sedang di make up" kata Shaijiee
"Udah sana pergi ke masjid, sambut penghulu dan yang lainnya" suruh Ziya
"Baiklah oke oke" kata Shaijiee berlalu pergi
"Suaminya ya ning?" tanya tukang rias
"Iyaa mba, suami saya.. Kakaknya pengantin wanita" jawab Ziya
"Owhh pantes mukanya muka orang luar.. Saya aja kaget pas liat calon manten perempuan.. Soalnya kan waktu fetting baju gak ikut.. Hanya bayangan ukuran baju saja" kata tukang rias
"Iyaa, mereka orang Turki mba" jawab Ziya
Tak lama terdengar suara khutbah nikah dari arah masjid.. Tak akan lama lagi Nawir akan mengucapkan ijab qobul..
Pengantin wanita dan pihak keluarga sudah di dandani.. Mereka menuju masjid untuk melihat langsung Nawir ijab qobul..
Nisrine tepat di belakang Nawir, Nawir sendiri pun tak tau jika calon istrinya berada di belakangnya..
Khutbah nikah selesai, tak lama acara yang di tunggu tunggu tiba..
Dengan modal nekat, tulus, ikhlas Nawir siap menikahi Nisrine dan bertanggung jawab terhadap anak yang sudah Nisrine lahirkan..
Mahar sederhana hanya seperangkat alat shalat dan emas 25gr Nawir meminta keridhaan kepada orang tua Nisrine agar mereka ikhlas melepas sang puteri agar hidup bersama Nawir pria sederhana yang penuh dosa dan kekurangan ini..
Dengan suara bergetar karena ingin menangis, Nawir mengucapkan :
__ADS_1
"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq"
"Saaahhhh"
Alhamdulillah satu kali tarikan nafas yang berharap pernikahan ini hanya sekali seumur hidup sudah ia lafadzkan..
Legaa rasanya hati mereka saat kata Sah telah terucap dari semua para saksi..
Setelah berdoa, Nawir menghampiri Nisrine yang duduk di belakangnya.. Nisrine mencium tangan sang suami, tangan Nawir yang satunya memegang ubun ubun Nisrine dan membacakan doa..
Kemudian, ia cium kening sang istri.. Cukup lama.. Bukan berarti karena nafsu, tetapi disaat ia mendaratkan bibirnya kekening sang istri disitu hatinya berkata :
"Mulai detik ini segala dosamu telah berpindah padaku.. Baktimu telah berpindah padaku.. Marahmu, cerewetmu, baikmu semua aku terima dengan hati yang lapang.. Ya Allah jadikan pernikahan ini sekali seumur hidupku dan hidupnya.. Aamiin"
Acara sesi foto pun telah selesai.. Kini tibalah acara resepsi yang diadakan di lapangan pesantren..
Para tamu undangan pun turut bahagia dan memberi doa kepada Nawir dan Nisrine.. Bukan hanya tamu undangan warga sekitar saja, tetapi ada para habaib, kiyai dan yang lainnya.. Tak lupa juga para teman teman Nawir saat masih sekolah dulu..
"Weehh maaabrooo akhirnya Nikah jugaa" kata si A
"Yooiii, sudah halalan toyyibah nihh" saut Nawir
"Hahaha selamat yaa wir.. Barakallah" kata si B
"Thanks broo" saut Nawir
"Yeee jadi lu yang Nawarin, aturan Nawir yang Nawarin." kata si B
Haduhh othor jadi bingung Nawir Nawar ð
"Jangan cuma cicipin tapi dimakan, kalo cicipin kan sedikit sedikit" kata Nawir tertawa
Tak lama geng nya Nawir di sekolah dulu datang.. Mereka terdiri dari 9 orang termasuk Nawir.. Mereka datang seperti orang mau tawuran.. Ada yang membawa seprei, ada yang bawa gayung, ada yang bawa kuali, sudit dan yang lainnya..
"Weeehhh selamat wiirr" kata si D
"Wahh ini mah lu pinter wir cari bini, tapi sayang bini lu kagak pinter nyari laki" celetuk si S
"Soongooong lu, ane jelek jelek begini laku keras.. Cewe pada ngantrii" sombong Nawir
"Iaa, mottonya Nawir kan 'Jelek sombong' orang dimana mana ganteng sombong gak masalah, lah dia? hahahha" kata si F
Mereka tertawa bersama diatas pelaminan..
"Mbaa.. Selamat yaa.. Hati hati, Nawir buas" kata si D sambil memberikan plastik kecil
Saat Nawir lihat "Hoooo temen gak ada akhlak.. Bini w dikasih ko***m" sungut Nawir
__ADS_1
Tetapi teman temannya hanya menanggapinya dengan tawa
Para sepupunya Nawir juga tak mau kalah, Ziya, Faris, Mahreen bahkan putri pun juga ikut serta memberi hadiah..
Faris dan Putri menggotong hadiah besar dengan dilapisi koran..
Di depan para tamu undangan mereka meminta Nawir dan Nisrine membukanya..
Nawir akhirnya membuka, Nisrine hanya melihatnya..
Ternyata koran itu sungguh banyak, di koran terakhir Mawir menemukan beberapa lembar kertas yang isinya doa doa berhubungan badan.. Mulai dari niat dll..
Nawir hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya.. Bisa bisanya sodaranya lebih parah dari temennya tadi..
Ia buka kado tersebut ternyata itu seperti ember besar untuk dikamar mandi.. Di dalam ember terdapat banyak sekali potongan koran, kaleng bekas minuman, bahkan ada kulit pisang juga..
Hadiah di dalamnya ada gantungan baju, tempat gula kopi, ada pembalut, ada obat nyamuk, ada celana boxer, lingeri dll..
Para tamu yang melihat pada tertawa bahkan ada yang memvideoi saat Nawir lagi unboxing kado tersebut..
"Wahh gila sih ini.. Siapa sih yang ide begini?" tanya Nawir
"Ukhty Ziyaaaa" jawab Putri,Faris dan Mahreen
"Wahh bumil bener bener dahh bobrok banget.. Bar bar banget nih idenya" saut Nawir
Ziya hanya bisa tertawa..
"Wahhh kacau sih ini.. Semoga aja para pembaca ngasih kadonya yang beneran dikit yaaa.. Jangan iaya mereka semua.. Amplop gituu amplop.. ðĪŠ Isinya hadiah, vote dan like.. Makasih lohh sebelumnya" kata Nawir
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Silahkan kepada tamu undangan para pembaca setia perjalanan Ziya, silahkan menaiki pelaminan untuk bersalaman dengan pengantin.. ð