
Tak terasa, usia pernikahan Ziya dan Shaijiee sudah 1 bulan.. Selama ini rumah tangganya selalu romantis.. Shaijiee benar benar merasa beruntung memiliki istri seperti Ziya..
Pagi ini, Ziya sedang menyiapkan sarapan untuk suami tercinta.. Tak lama kemudian terlihat Shaijiee keluar dari kamar mereka..
"Morning sayang" kata Shaijiee mencium kening Ziya
"Morning too" balas Ziya senyum
"Makan lah terlebih dahulu" ajak Shaijiee
"Makan saja duluan, nanti kamu telat ke kantor" kata Ziya
Shaijiee yang melihat sang istri sedang membawa pakaian kotor ke tempat cuci pakaian, berinisiatif untuk menyuapi istrinya..
"Aku sedang mencuci" kata Ziya
"Tak masalah, aku suapi" kata Shaijiee
"Ribet sayang, kamu makan dulu" kata Ziya
"Istriku harus punya tenaga yang extra dalam mengurus rumah" kata Shaijiee
Karena Ziya takut suaminya telat, akhirnya dia mengalah dan ikut makan bersama Shaijiee ke meja makan..
"Apa kamu pulang telat nanti?" tanya Ziya
"Belum tau, ada apa?" tanya Shaijiee
"Tidak ada apa apa, hanya saja aku ingin diantarkan membeli buku referensi untuk kuliah ku.. Sebentar lagi aku skripsi.. Jadi membutuhkan banyak buku untuk tambahan referensi yang harus aku pelajari" jawab Ziya
"Hari ini aku ke studio" jawab Shaijiee
Setelah menikah, Ziya baru mengetahui selain dibidang bisnis, suaminya juga seorang CEO di perusahaan pertelevisian di Turki ini..
"Apa banyak program baru yang akan keluar?" tanya Ziya
"Iyaa, aku sedang mencari seseorang untuk menjadi host di acara ku itu" jawab Shaijiee
"Talkshow?" tanya Ziya
"Adventure" jawab Shaijiee
"Waw, seru itu.. Aku mau jadi host nya" kata Ziya semangat
"Terlalu berat untukmu.. Karena akan berpetualang ke daerah daerah di penjuru Turki nantinya" jawab Shaijiee
"Tak masalah.. Boleh yaa" pinta Ziya memohon
"Akan aku fikirkan" jawab Shaijiee
"Asiikkk.. Perjalanan Ziya dimulai" batin Ziya
"Jangan pulang telat" pinta Ziya
__ADS_1
"Insya Allah aku usahakan yaa.. Kalau aku sudah di studio, akan susah untuk aku pulang cepat" jawab Shaijiee
"Yaahhh" lirih Ziya sedih
"Datanglah, kamu bisa berkeliling di studio ku itu" kata Shaijiee
"Okee.. Hati hati sayang" kata Ziya
"Hmm Aku berangkat.. Assalamualaikum" salam Shaijiee
"Wa'alaikumussalam" jawab Ziya
Setelah Shaijiee pergi, Ziya masuk kedalam dan mulai mencuci baju yang sempat tertunda tadi..
Ia masih tak mau menerima tawaran suaminya untuk memakai jasa prt.. Karena bagi Ziya dia masih sanggup..
Setelah dari toko buku, ia langsung menuju studio pertelevisian punya suaminya.. Bangunan menjulang tinggi ke atas dan megah.. Ia memasuki kantor tersebut..
"Assalamualaikum" salam Ziya pada penjaga kantor itu
"Wa'alaikumussalam.. Bisa perlihatkan identitasnya?" tanya security
"Maaf, hanya ada KTP saja" jawab Ziya
"Apakah ada janji dengan seseorang?" tanya security
"Saya ingin bertemu suami saya" jawab Ziya
"Siapa?"
"Ahh maaf, saya tidak menhetahui bahwa anda istrinya.. Sebentar saya hubungi sekretarisnya terlebih dahulu" kata security
"Baik, saya tunggu di kursi itu yaa" kata Ziya
"Silahkan"
"Maaf nyonya, sudah ditunggu oleh tuan di ruangannya.. Berada dilantai 15 yaa" kata security
"Baik, terimakasih" kata Ziya berlalu pergi
Sesampainya di lantai 15, Ziya melihat ada seorang wanita yang tengah duduk di belakang mejanya..
"Assalamualaikum" salam Ziya
"Ahh wa'alaikumussalam.. Silahkan nyonya, tuan sudah menunggu" kata Houda sekretaris Shaijiee
"Terimakasih" jawab Ziya ramah
Tok tok tok
"Masukk" teriak orang didalam
__ADS_1
"Assalamualaikum" salam Ziya
"Wa'alaikumussalam sayang" jawab Shaijiee
Ziya mendekat ke arah suaminya lalu mencium pipi suaminya..
"Sibuk ya?" tanya Ziya
"Hmm begitulah, habis makan siang aku harus ke perusahaan karena ada berkas yang harus aku tanda tangani" jawab Shaijiee
"Kamu sibuk banget sekarang.. Jarang terlalu sibuk, nanti kamu sakit" kata Ziya sedih
"Doakan suamimu sehat selalu.. Ini semua juga aku kerja keras untuk dirimu dan anak anak kita nanti" jawab Shaijiee
"Hmmm tapi jangan terlalu sibuk.. Kamu punya asisten dan sekretaris di masing masing perusahaan, disana ada disini juga ada.. Biar mereka yang handle sayang" kata Ziya
"Aku percaya mereka bisa, tapi bagaiamana pun juga harus ada aku yang ikut serta karena ini perusahaan ku" jawab Shaijiee
"Yaa terserahlah.. Kita makan siang yuk.. Sudah waktunya" ajak Ziya
"Yuukk" saut Shaijiee
Mereka keluar dari ruangan, Shaijiee tak pernah lepas tangannya dari Ziya.. Banyak mata karyawan yang memandang kagum akan mereka..
Shaijiee yang gagah dan berwibawa, Ziya yang ramah dan apa adanya.. Tak neko neko akan penampilannya.. Itu membuat mereka kagum..
"Cocok yaa mereka itu"
"Romantis.. Andai punya suami jaya tuan Shaijiee"
"Nyonya Ziya wanita idaman"
"Panutanku"
Dan masih banyak lagi bisikan positive dari para karyawan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung