Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
56. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Malam harinya, Nawir diberi tugas oleh gus Afnan untuk mengajar kitab kepada santri putra di halaman masjid.. Dengan senang hati ia mau mengajar.. Dan dia juga membawa Dilara bersamanya karena Nisrine sedang berbenah membereskan sisa makan mereka tadi..


Saat mengajar, Nawir menaruh Dilara dilantai halaman masjid dengan beralaskan selimut bayi.. Dilara begitu anteng, ia sama sekali tidak rewel.. Para santri pun gemas dengan Dilara..


Di tengah mengajar, Nisrine datang untuk menjemput Dilara karena tidak baik bayi masih diluar rumah saat malam hari.. Dan sepertinya juga Dilara sudah mengantuk..


Di kediaman Ziya, Ziya sedang menunggu waktu makan malam.. Dan Shaijiee mengajak ngobrol sang buah hati.. Ziya tersenyum melihat itu.. Orang orang tercintanya tersenyum senang..


"Permisi maaf non, makan malam sudah siap" kata mbok Yem


"Owhh iyaa makasih mbok, tolong titip Zanna yaa" pinta Ziya


"Baik non"


"Hayuk sayang kita makan dulu, terus kamu minum obat" kata Shaijiee


Shaijiee mengambil makan untuk Ziya.. Sungguh Ziya merasa tak berguna menjadi seorang istri.. Ia menitikkan air matanya melihat dengan sabar Shaijiee merawatnya..


"Sayang sudah cukup jangan banyak banyak" pinta Ziya


"Yasudah, mau aku suapin?" tanya Shaijiee


"Tidak usah, kamu makan saja" kata Ziya


"Wait, duduk di kursi sini, ayok aku bantu.. Kalo di kursi roda kan tidak pas karena tinggian meja makan" kata Shaijiee lalu menggendong Ziya mendudukkan Ziya di kursi makan


Mereka makan dengan tenang.. Sesekali Shaijiee membersihkan makanan yang berada dipinggir mulut Ziya..


"Sayang, kita mau cari baby sister atau gak? kesian loh mbok Nah dan mbok Yem bergantian jagain Zanna.. Kerjaan mereka juga banyak" kata Shaijiee


"Disini aku tidak tau yayasan tempat baby sister dimana" kata Ziya

__ADS_1


"Takutnya juga antara mbok nah mbok yem gak ngerti bahasa baby sister itu" lanjut Ziya


"Hmmm yasudah, tidak usah.. Setelah aku pikir pikir kita gak perlu baby sister disini" kata Shaijiee


"Tadi kamu nanyain.. Gimana si yank" kata Ziya


"Lusa kita konsultasi untuk kamu terapi yaa.. Setelah sembuh kita langsung ke Indonesia" kata Shaijiee


"Ngapain? pulang yaa ke rumah yayah?" tanya Ziya semangat


"Aku buka cabang baru di Indonesia, dan masih satu kota dengan rumah yayah.. Kita akan pindah kesana sayang.. Kita bawa mbok nah mbok yem dan pak supir juga.. Kita akan tinggal disana untuk beberapa bulan atau bisa setahun dua tahun" kata Shaijiee


"Asssikk.. Aku gak sabar mau pindah.. Tapi kenapa gak dari sekarang aja? aku gak sabar sayang" tanya Ziya


"No, aku mau kamu sembuh.. Biar di Indonesia kita bisa jalan jalan.. Kita bisa ke Bali, atau Raja ampat atau manapun yang bagus.. Aku sengaja mengundur opening perusahaan, aku nunggu kamu sembuh dulu.. Lagian belum 100% selesai ko.. Lagi tahap perapihan barang barang seperti meja meja, komputer dll" kata Ziya


"Oke, aku pokoknya harus segera sembuh" kata Ziya semangat


"Besok ada orang yang akan datang untuk photoshot yaa untuk baby Zanna" kata Shaijiee


"Untuk kita tidak?" tanya Ziya


"Yaa ada juga, nanti kita foto keluarga yaa" kata Shaijiee tersenyum manis ke Ziya


Keesokkan harinya di siang hari, para fotografer yang Shaijiee sewa datang.. Mereka memulai memfoto baby Zanna terlebih dahulu..



"Pinter banget sii" puji sang fotografer


Shaijiee dan Ziya tersenyum melihat sang anak sedang di foto seperti itu..

__ADS_1



"Iihh lucu banget" kata Ziya gemas


"Cantik sekali anak baba" kata Shaijiee


Shaijiee meminta dipanggil Baba dan Ziya Mama..


"Sepertinya dia lelah, bibirnya lucu sekali" kata fotografer


"Hahaha sepertinya iya.. Aku di model apain si ini pikir dia. Haha" kata Ziya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2