Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
69. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Sore hari Ziya sedang berkutat dengan barang endorsan nya yang telah dikirimkan.. Satu persatu ia promokan barang barang tersebut..


"Assalamualaikum temen temen.. Nih Ziya lagi pakai hijab dari @hijabku .. Bahannya adem banget, mudah dibentuk, tidak licin.. Banyak motifnya loh.. Bisa langsung di cek ke instagramnya yaaa" kata Ziya


Berlanjut ke prodak lain.. Sampai tak sadar hari semakin sore dan Shaijiee sudah sampai di rumah..


"Assalamualaikum" salam Shaijiee


"Wa'alaikumussalam." saut Ziya yang sedang mengendorse


"Belum selesai?" tanya Shaijiee


"Masih banyak banget" jawab Ziya sambil tersenyum


"Dilanjut nanti lagi.. Kamu pasti cape kan? aku liat insta story kamu banyak banget endorsannya" kata Shaijiee


"Iyaa lihat lah.. Alhamdulillah banyak.. Mudah mudahan mereka yang minta di endorse sama aku dagangannya laku laris manis.. Aamiin" kata Ziya


"Aamiin.. Yukk ke kamar" ajak Shaijiee


"Mbok Yeem, tolong bantu bereskan ini dulu yaa.. Saya mau ngurusin bapak dulu baru pulang kerja" kata Ziya


"Iyaa non" kata mbok Yem


Malam harinya, Ziya sedang menyendok kan Shaijiee lauk untuk makan malam..


Baby Zanna tak jauh dari meja makan.. Ia berada di stroller nya sambil bermain boneka kecil yang dipegangnya..


"Mbok Nah, kayanya tadi masak tuna pedas ya?" tanya Ziya


"Iyaa non, tapi gak saya sajikan disini" kata mbok Nah


"Emang kenapa?" tanya Ziya


"Tadi ikannya udah rada bau non, yasudah saya cuci bersih saya olah buat makan kita non" kata mbok Nah


Maksudnya buat makan pekerja dirumah itu..


"Loh ko di makan?" tanya Shaijiee


"Masih bisa di makan pak" jawab mbok Nah


"Buang mbok, udah bau kan? kalo udah bau gak usah di olah ahh, nanti malah bikin sakit perut" kata Ziya


"Buang saja mbok, kalau gak kasih kucing jalanan saja" kata Shaijiee


"Tapi masih bisa ke makan pak"


"Saya bilang buang ya buang mbok! saya gak mau orang yang kerja disini makan makanan yang gak layak gitu" kata Shaijiee


"Baik pak"


"Ada lauk lain gak untuk di makan?" tanya Ziya

__ADS_1


"Ada non, tadi saya masak kangkung buat yang kerja"


"Itu kan sayurnya.. Lauknya?"


"Gak ada non, pake kangkung aja juga sudah enak"


"Ada bahan lain yang belum diolah gak?" tanya Shaijiee


"Ada pak ikan salmon punya non Ziya" jawab mbok Nah


"Yasudah itu saja masak" kata Ziya


"Tapi itu kan punya.." belum selesai langsung disela Ziya


"Udah masak aja, besok saya pergi belanja bahan masakan lagi"


Akhirnya mbok Nah menuruti perintah majikannya..


Tuna melayang, salmon pun datang.. Enaknya punya majikan yang baik.. Batin mbok Nah..


Ziya sudah berencana besok dia akan belanja ke pasar swalayan untuk membeli kebutuhan dapur yang habis.. Shaijiee pun juga ingin ikut.. Ia ingin menemani istrinya belanja..


Di dalam kamar, Shaijiee dan Ziya sedang siap siap tidur.. Mereka merasa lelah hari ini..


Ziya berada di depan cermin sedang memakai cream malamnya.. Sedangkan Shaijiee sedang memainkan ponselnya..


"Bagaimana kerjanya sayang? lancar kan?" tanya Ziya


"Alhamdulillah berkat doa istri solehah, kerjaan aku lancar" jawab Shaijiee tersenyum kearah Ziya


"Tenang banget yaa hidupnya.. Cantik banget anak baba" kata Shaijiee memandang wajah sang anak yang tertidur di kasur mereka


"Ya kan dia belum ngerti apa apa sayang" saut Ziya


"Rasanya gak mau dia besar.. Maunya Zanna tetap kecil saja" kata Shaijiee


"Nanti kita buat lagi" kata Ziya keceplosan


"Eehhemmm, kayanya istri aku sudah siap mengandung lagi nih" kata Shaijiee menggoda Ziya sambil berdiri dari kasur lalu menuju meja rias


"Enggak, kata siapa? Zanna masih kecil sayang.. Masih butuh asi" elak Ziya


"Ahhh masa? kalau emang udah siap mah aku juga siap" kata Shaijiee memeluk Ziya dari belakang


"Udah ah, aku mau tidur.. Ngantuk" kata Ziya berdiri lalu menuju kasur


"Hehehehe bercanda sayang.. Yasudah istirahat gih.. Mmuaachh night honey" kata Shaijiee mencium bibir Ziya lalu bergantian mencium sang anak


Di kediaman pesantren, malam hari ini sedang di ramaikan bahwa ada seorang laki laki yang masuk ke dalam asrama putri.. Sudah beberapa hari ini, ada beberapa santri yang merasa bahwa ada laki laki yang masuk ke dalam asrama..


Dan ada juga santriwati yang melihat langsung laki laki itu membawa benda tajam.. Ingin sekali ia teriak, tapi rasanya mulut tak bisa terbuka.. Tercekat saat ia ingin berteriak..


Adduhh ini nyata pernah kejadian sama othorr.. Walau gak liat langsung tapi pernah bergadang gara2 mau nangkep basah itu orang.. 🥺 kronologinya sama, cuma othor bedakan namanya yaa..

__ADS_1


"Bagaimana kronologi nya?" tanya gus Arkan


Saat ini, gus Arkan, gus Afnan, gus Nawir dan beberapa asatidz cowo dan cewe lainnya sedang berkumpul di depan asrama putri..


"Gini yai, kan waktu beberapa hari yang lalu ana sama siti lagi bergadang, kita lagi makan malem malem jam 12an, nah ini kan lampu (nunjuk ke lantai 3) itu keliatan ada bayangan kaya laki laki gitu mau masuk ke kamar.. Pintu juga udah mau di buka gitu soalnya kedengeran suaranya kalau pintu dibuka.. Nah kita kan penasaran, kita deketin terus kita pura pura matiin lampu kamar.. Pas kita matiin lampu kamar orang itu langsung lari yai" kata Romlah


"Terus apa lagi? ada kejadian lain lagi gak?" tanya Nawir


"Ada gus, si Anisa.. Mana Nisa.. Nisaa" panggil Romlah


"Gimana nis?" tanya gus Afnan


" Semalem kejadiannya yai, jam 2an lah kalau gak salah saya juga kurang liat jam.. Jadi saya bangun dari tidur, ngedenger suara ada yang buka pintu.. Nah akhirnya saya bangun, pas saya melek bener aja ada laki laki itu.. Dia sedang jongkok sambil ngeliat kita yang pada tidur.. Di.. diaa.. Dia bawa kaya samurai gitu, ntah samurai atau apa.. Yang jelas benda tajam dan agak panjang." jelas Anisa


"Tapi orang itu gak nyelakain kamu kan?" tanya ustadzah Era


"Enggak ustadzah, saya mau teriak cuma gak bisa gitu.. Kaya suara saya gak keluar.. Terus dia berdiri, dia ke arah pintu terus dia ngetuk pintu 3x pakai jarinya abis itu pergi.. Nah dari situ saya takut banget, saya liat dia ke arah tangga lantai 3" jelas Anisa


"Pantes gus, semalem saya denger suara kaya ada samurai yang baru di lepas dari sabuknya gitu.. Sreeeeng nyaring banget." jelas Salsa


"Semalem kamu denger?"


"Iya gus, semalem saya denger" jawab Salsa


Demi apapun othor nulisnya sambil gemeteran.. Bulu kuduk pada bangun karena pernah ngalamin hal ini..


"Ciri ciri orang itu gimana nis?" tanya ustadz Gusti


"Dia pake baju polos lengan panjang, celana panjang tapi celananya ngatung gitu 3/8 gitu stadz.. Dan bawa benda tajam.. Cuma itu yang Anis inget, untuk wajahnya anis gak begitu inget karena kan waktu itu kamar juga gelap.. Cahaya cuma dari luar kamar doang" jelas Anisa


"Yasudah kalau gitu, para ustadz pengabdian saya minta semua bergadang.. Setiap pintu yang dapat di lalui menuju asrama putri itu semua di jaga.. Gerbang utama juga di jaga.. Bantu pak satpam untuk jaga.. Ada beberapa juga yang berjaga di asrama.. Mohon untuk semua santriwati tidur pakai kerudung yaa.. Karena ustadz akan pada berjaga disini" perintah gus Afnan


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2