Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
07. Seminar


__ADS_3

Keesokan harinya, acara seminar di kampus Ziya dilaksanakan..


Hari itu Ziya menjadi host dalam acara tersebut.. Banyak sekali para pria yang mengagumi kecantikan Ziya yang natural..


Iya, Ziya memang jarang sekali bermake up.. Sekalinya dandan itupun juga tipis.. Karena ia tidak terbiasa berdandan seperti wanita wanita lain.. Ia lebih percaya diri dengan dirinya sendiri tanpa meniru orang lain..



Ini penampilan Ziya saat menjadi host di acara seminar kampusnya..


"Ya Allah, apa ini yang dinamakan jodoh.. Ternyata narasumbernya adalah pria yang ku sukai" batin Ziya saat mengetahui siapa narasumbernya.


Acara seminar dimulai.. Jujur tak seperti biasanya.. Kali ini Zuya sangat gugup sekali.. Tapi ia mencoba untuk tetap tenang dan santai..


Pertanyaan demi pertanyaan telah terlontarkan.. Saat pria yang Ziya sukai sedang memberi jawaban, ia sangat terkagum melihat pria itu.. Bagi Ziya pria yang dewasa, berwibawa dan ahhh susah dirangkai dengan kata kata.. Ia seperti melihat sosok yayahnya di dalam diri pria tersebut..



Pria itu bernama Muhammad Shaijiee Mubarok..


Saat sesi tanya jawab masalah pribadi.. Ziya mencoba untuk tenang, karena saat dilihat dalam konteks, ada pertanyaan mengenai percintaannya Shaijiee..


Saya pakai bahasa Indonesia saja yaa biar lebih enak.. Anggap aja bahasa Arab 🤭


"Tuan Shaijiee, maaf saya bertanya.. Berapa umur anda ya?" tanya Ziya


"Umur saya 28th" jawab Shaijiee tersenyum

__ADS_1


"Masih muda tetapi sudah sesukses ini.. Mempunyai bisnis di beberapa bidang.. Sunggu luar biasa" kata Ziya


"Alhamdulillah.. Ini berkat doa orang tua, ridho orang tua dan kerja keras orang tua juga.. Tak lupa Allah pun juga yang memberi ridhonya.. karena ridho Allah adalah ridho orang tua.. Saya bersyukur yang teramat" jawab Shaijiee


"Anda sebagai pengusaha muda yang sukses.. Apakah dibalik ini semua belum ada doa wanita selain ibu anda?" tanya Ziya


Shaijiee tersenyum "Belum ada.. Dan semoga dia berada didekat saya" jawab Shaijiee menatap mata Ziya


Ziya yang dilihat seperti itu menjadi salah tingkah..


Acara usai, Ziya berfoto foto dengan Shaijiee dan dengan para panitia yang lainnya.. Shaijiee mengajak Ziya foto berdua di kamera hp nya.. Ziya dengan senang hati berfoto..


"Semoga foto ini selamanya tersimpan di memori ingatan,handphone dan hati saya" kata Shaijiee


Ziya hanya tersenyum menanggapinya.. Ia bingung harus menjawab apa..


Lalu Shaijiee meminta kontak nya Ziya, dan Ziya pun akhirnya memberikan.. Ya hitung hitung buat pertemanan.. Siapa sih yang gak mau berteman dengan seorang pengusaha sukses.. Mudah mudahan kan bisa bekerja sama gitu..


Shaijiee telah pulang, tak lama Ziya juga akhirnya pulang karena ia teringat bahwa ada keluarganya dirumah..


Sesampainya dirumah, ia bercerita kepada Shahia tentang siapa cowo yang menjadi narasumbernya itu..


Shahia sebagai seorang ibu hanya tersenyum dan memberi nasihat kepada sang anak.. Sebagai orang tua, Shahia dan gus Afnan tak ingin menjodoh jodohkan anaknya.. Biarlah anaknya yang memilih.. Tetapi tetap, mereka sebagai orang tua akan menilai pria yang ingin mendekati anaknya karena mereka tak mau salah memberikan anaknya kepada pria yang tak baik..


Seusai makan malam, Ziya kembali ke kamar untuk melaksanakan shalat isya.. Setelah ia melaksanakan shalat, ia mengecek hp mya, ternyata ada notifikasi yang belum ia buka..


"Hmm nomor siapa ya? aku gak denger kalau ada bunyi pesan."

__ADS_1


Saat Ziya membuka pesan itu, ternyata itu dari Shaijiee


"Assalamualaikum Ukhty" pesan itu


"Hmmmm kalau kata orang Indonesia, buaya darat berkedok syar'i ya begini" kata Ziya sambil tertawa


Lalu Ziya balas pesan itu..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2