Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
62. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Ziya mengambil Zanna dari gendongan yayah nya lalu mereka pamit untuk berkeliling pesantren bersama Shaijiee.. Gus Afnan memberitahu bahwa di kebun pesantren sedang panen kangkung jadi Ziya bisa kesana untuk melihat..


Selama berjalan menuju kebun, Shaijiee mengajak ngobrol Zanna dan sang baby tersenyum seolah mengerti yang baba nya ucapkan..


"Zanna senang yaa di rumah yayah" kata Shaijiee


"Senang baba.. Disini aku banyak temannya" jawab Ziya dengan suara anak kecil


"Sayang kita jalan jalan yuk.. Mumpung aku belum ke perusahaan" ajak Shaijiee


"Mau jalan jalan kemana?" tanya Ziya


"Bagaimana ke Borobudur? aku belum pernah kesana.. Kita kunjungi yang terdekat dulu" kata Shaijiee


"Hmm boleh, kapan?" tanya Ziya


"Lusa gimana? besok aku sewa mobil bus dulu" kata Shaijiee


"Memangnya mau pakai bus?" tanya Ziya


"Iyalah, kan aku, kamu, Zanna, bubu, yayah, Maheer, Faris, terus keluarga Nawir"


Jangan bertanya kemana Jiddah dan orang tua Shahia.. Mereka sudah tiada saat Ziya menuntut ilmu di Turki.. Abangnya Shahia? bang Rizky abangnya Shahia berada di kampung halamannya mengurus perusahaan yang abinya Shahia tinggalkan.. Teman teman Shahia? mereka sudah mempunyai hidupnya masing masing.. Sekian..


"Bawa 2 mobil juga cukup sayang" kata Ziya


"Tapi kan tidak berasa kekeluargaannya" jawab Shaijiee


"Iya juga sii"


"Nanti aku minta Nawir carikan bus yang mini saja.. Jika masih ada bangku ya kita ajak beberapa asatidz untuk ikut" kata Shaijiee


"Yasudah kalau begitu.. Nanti kita beli makanan buat selama di perjalanan yaa" pinta Ziya


"Iya sayang"


Sesampainya di kebun, ternyata benar.. Ada beberapa anak pengabdin yang sedang memetik kangkung.. Ternyata panennya cukup banyak..


"Assalamualaikum.. Waahh banyak sekali ustadzah" kata Ziya


"Wa'alaikumussalam.. Eh ning, kaifa haluk ning?" tanya ustadzah Erni


"Alhamdulillah baik, kalian sehat semua kan?" tanya Ziya

__ADS_1


"Alhamdulillah ning"


"Boleh minta kangkungnya gak? ngeliat kangkung jadi pengen masak kangkung" kata Ziya


"Boleh banget ning.. Ini kan punya ning Ziya" kata ustadzah silvi


"Ahh gak juga.. Ini tuh punya kita semua.. Bukan punya orang pribadi saja" jawab Ziya


"Ning, suaminya ganteng banget sii" kata ustadzah Silvi


"Alhamdulillah, dapatnya yang brewok.. Hihi"


"Brewok brewok cakep ning, bersih.. Lahh mang surya brewok item" kata ustadzah Silvi dibarengi tawa yang lainnya


"Husshh gak boleh gitu.. Nanti kamu jodoh loh sama mang Surya" goda Ziya


Mang Surya adalah supir pribadi gus Afnan kalau gus Afnan sedang ada panggilan ceramah ke luar kota..


"Ihh ning mah" kata ustadzah Silvi cemberut


"Biar kata mang Surya bukan lulusan pesantren, tapi agamanya kuat loh.. Rajin ibadahnya" kata Ziya


"Ya kan emang udah kewajiban ning.. Lagian pasti dia rajin ibadah lah, kalau gak ibadah mau di getok ama kiyai Afnan" ledek ustadzah Silvi


Setelah mendapatkan kangkung, Ziya kembali pulang kerumah gus Afnan dan menidurkan Zanna yang pulas di gendongannya sedari tadi..


"Maheer, bubu kemana?" tanya Ziya


"Bubu pergi ada panggilan ceramah di kampung sebelah.. Kalau yayah di kantor pesantren" jawab Maheer


"Kamu gak sekolah?" tanya Ziya


"Gak, Maheer lagi gak enak badan.. Kayanya kemarin salah makan makanya buang buang air terus" jawab Maheer


"Ukhty bikinin teh tawar dulu yaa" kata Ziya


"Gak usah ty, Maheer abis minum obat"


"Yasudah kamu istirahat"


Ziya sangat sayang kepada Maheer, pasalnya Ziya selama ini kurang memberi perhatian kepada adik perempuannya itu dikarenakan Ziya di Turki..


Saat Ziya sedang masak, Shaijiee menghampiri dan mencium pipi Ziya..

__ADS_1


"Belum selesai?" tanya Shaijiee


"Belum, Zanna masih tidur?" tanya Ziya


"Masih sayang.. Ini buat makan siang ya?" tanya Shaijiee


"Iyaa, nanti kamu shalat jamaah dulu ke masjid, baru setelah shalat makan siang yaa" kata Ziya


"Siaap sayang.. Nanti jadi kan belanja?" tanya Shaijiee


"Jadi, sekalian beli buat dirumah juga.. Minyak tinggal sedikit begitupun gula dan teh" kata Ziya


"Yasudah.. Nanti kita ajak Nisrine dan Nawir sekalian" kata Shaijiee


"I love you.. I miss you" kata Shaijiee mencium pipi Ziya dengan mesra


"Too" balas Ziya


"Ya Allah irit banget 😌"


Ziya hanya tertawa Shaijiee berkata seperti itu..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2