
Sesampainya dirumah Ziya langsung masuk ke dalam kamar karena ia marah dengan Shaijiee.. Shaijiee mencoba meminta maaf terus menerus tetapi tidak ditanggapi oleh Ziya..
Ziya masuk kedalam kamar mandi lalu membersihkan badannya.. Di dalam kamar mandi ia masih terus berfikir, kalau ada bodyguard kenapa saat di Indonesia ia bisa di celakai oleh orang?
Ini menjadi pertanyaan besar buat Ziya..
Selesai mandi, Ziya mengambil dan memakai pakaiannya.. Lalu ia keluar kamar.. Dilihat Shaijiee sedang memainkan Hp nya di ruang keluarga.. Ziya mendekati Shaijiee..
"Sayaaang"
"Hmm"
"Sayaaang" panggil Ziya lagi
"Apa? tadi marah sama aku, sekarang ngedeketin" kata Shaijiee
"Hehehe aku mau tanya boleh?" tanya Ziya
"Mau tanya apa hmm?" tanya Shaijiee lembut
"Ko saat di Indonesia aku bisa celaka? katanya ada bodyguard" tanya Ziya
"Namanya manusia pasti ada salah dan lalai.. Mungkin mereka juga gak bisa jaga kamu karena kejadian itu tanpa disadari dan di duga.. Ya kan kita semua mikirnya kalau wanita itu memang mau turun dari eskalator kan? ehh tapi malah punya niat jahat" jawab Shaijiee
"Oh iya yaa, yaudah deh aku mau lanjut marah lagi" kata Ziya berlalu pergi
"Haaa? udah gitu saja? marah lagi? ya Allah kirain mah udah baikan, ternyata berkelanjutan" pasrah Shaijiee
Terdengar suara mesin mobil yang masuk ke halaman rumah.. Ternyata keluarga yang lain sudah pulang dari rumah orang tua Shaijiee..
Shahia melihat menantunya duduk di sofa keluarga sendiri lalu bertanya dimana Ziya berada..
"Ziya dimana nak?" tanya Shahia
"Ada di kamar bu, lagi marah" jawab Shaijiee
"Marah kenapa nak?" tanya gus Afnan
"Biasa yah, mood nya selalu berubah" jawab Shaijiee tersenyum
"Sabar yaa, maklumi saja.. Namanya juga lagi hamil" kata Shahia
"Iyaa bu" jawab Shaijiee
Keluarga satu persatu masuk kedalam kamar untuk beristirahat sembari menunggu waktu maghrib tiba..
Shaijiee akhirnya pergi menuju kamarnya..
__ADS_1
Cklek
"Alhamdulillah tidak dikunci" lirih Shaijiee
"Sayaaaaaaang" teriak Ziya
"Astaghfirullah sayang, aku kaget.. Kenapa harus berteriak?" tanya Shaijiee mengelus dada
"Aku mau makan gudeg jogja" pinta Ziya
"Makanan macam apa itu sayang?" tanya Shaijiee
"Itu makanan khas jogja, makanan khas jawa" jawan Ziya
"Disini sulit mencari restoran Indonesia sayang" kata Shaijiee
"Yaa beli lah ke jogja.. Aku mau yang asli dari sana" pinta Ziya
"Serius aku disuruh kesana?" tanya Shaijiee
"Seriuuss" jawab Ziya
"Sayang, masa aku harus ke Indonesia.. Yang lain aja yaa mintanya" bujuk Shaijiee
"Kamu gak mau nurutin kemauan anak kita? Huuaaaaa bubuuuuu Shaijieee jahaaat" teriak Ziya menangis
"Ya Allah, sabaaaarrr" batin Shaijiee
Bbraakkk
"Astaghrifullah nak, ketuk pintu dulu dong" kata Shahia
"Shaijieee jahaaat" kata Ziya menangis kencang membuat keluarga yang lainnya menghampiri karena ia masih di depan pintu kamar Shahia
Shaijiee pun keluar dari kamarnya
"Ada apa ini?" tanya gus Arkan
"Abiii, Shaijiee jahat gak mau beliin Ziya gudeg jogja" adu Ziya
"Ya kan itu ada nya di Indonesia sayang" kata Shahia
"Pokok nya Ziya mau ituu, ini kemauan anak Ziyaaa" rengek Ziya
"Sayang, lain aja yaa.. Jangan itu" bujuk Shaijiee
"Kamu jahat.. Yaudah Ziya minta Abi Arkan aja yang beliin gudeg jogja ke jogja.. Abii mau yaa" pinta Ziya
__ADS_1
"Yassalam.. Kagak masih diperut kagak udah hamil, asal ngidam ane mulu yang jadi pelampiasannya 😩😩" kata gus Arkan
"Abiii ayolahh" rengek Ziya
"Yang lain aja, jangan abii"
Tiba tiba Munawir keluar dari kamar
"Haaaaa dia aja" pikir Ziya
"Munawirrr" Ziya mendekati Munawir
"Apaaa?"
"Beliin gudeg jogja di jogja dong" pinta Ziya
"Gudeg?"
"Iyaa.. Mau yahh" pinta Ziya
"Noooo.. Beli sendiri" tolak Nawir
Ziya langsung menangis lagi dan pergi menuju kamarnya..
"Kagak emak kagak anak ngidam sama sama nyusahin orang" sindir gus Arkan
Shahia yang mendengar itu hanya tertawa.. Karena memang dulu Arkan lah yang disuruh ini itu asal Shahia ngidam..
Shaijiee tak tega melihat istrinya menangis.. Akhirnya ia langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk terbang ke Indonesia membeli gudeg jogja..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Maaapin othorr yang hari ini double up 😩