Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
68. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang.. Ziya membangunkan Shaijiee untuk melaksanakan ibadah subuh itu.. Tak lama Shaijiee langsung membuka matanya..


"Selamat pagi sayang"


"Pagi sayang.. Yukk shalat subuh.. Sudah aku siapkan pakaian shalatnya" kata Ziya


"Cium dulu" pinta Shaijiee


"Muuaach, dah yuk ambil wudhu" kata Ziya


"Pagi pagi udah cantik aja si" goda Shaijiee


"Masih muka bantal aku ini"


"Tetep cantik walau muka bantal"


Setelah shalat subuh, Shaijiee langsung menuju kamar mandi untuk mandi.. Biasanya ia mandi sebelum shalat subuh, tapi karena bangunnya saat adzan, jadi dia memilih shalat dulu baru mandi..


Seperti biasa, Ziya menyiapkan baju kantornya Shaijiee..


Dilihat ada baju Shaijiee yang kotor, lalu ia masukkan ke dalam keranjang cucian kotor..


Shaijiee selesai dari kamar mandi, dilihat sudah tidak ada istrinya berarti menandakan bahwa Ziya sudah ke ruang makan atau ke dapur untuk menyiapkan sarapan..


Setelah berpakaian, Shaijie turun menuju ruang makan..


"Sarapan apa kita?" tanya Shaijiee


"Sarapan nasi goreng pakai telur ceplok" jawab Ziya


"Mbok sudah gak papa biar Ziya aja.. Mbok sarapan aja dulu" kata Ziya


"Baik non.. Mbok ambil air dulu buat bapak minum" kata mbok Nah


"Gak usah mbok, biar Ziya saja.. Mbok sarapan biar kuat kerjanya.. Oke" kata Ziya ramah


Nina turun bersama dengan baby Zanna.. Terlihat Zanna menangis saat di gendong oleh mba Nina susternya..


"Uluh uluh kenapa nangis sayang?" tanya Shaijiee


"Maaf pak, tadi baru bangun tiba tiba nangis" jawab mbak Nina


"Iyaa gak papa" saut Shaijiee


"Kenapa nangis puteri ku hem? kangen baba yaa.. Semalem gak bobo bareng sama baba" kata Shaijiee sambil menciumi Zanna


Zanna diajak bicara membuatnya tertawa yang tadinya menangis..


"Sarapan dulu sayang, biar Zanna aku gendong"


"Suapin aku aja, aku mau peluk terus anakku.. Kangen banget baba.. Nanti bobo sama baba yaa" kata Shaijiee


Ziya dengan telaten menyuapi Shaijiee.. Sesekali memberi minum untuk Shaijiee..


Selesai makan, Ziya mengantar Shaijiee menuju depan rumah untuk mengantar suaminya kerja..


"Dadah baba.. Cari uang yang banyak buat aku beli susu" kata Ziya sambil mengangkat tangan mungil Zanna melambai ke arah Shaijiee


"Aku berangkat sayang.. Assalamualaikum" pamit Shaijiee sambil mengecup bibir Ziya dan pipi Zanna


"Wa'alaikumussalam.. Hati hati sayang"


Ziya berjalan menuju kedalam rumah.. Dilihat mbak Nina, Mbok Nah sedang merapihkan meja makan..


"Non, kamar mau di beresin sekarang?" tanya mbok Yem


"Hmm nanti deh selesai aku mandi yaa.. Mau mandi dulu" jawab Ziya


"Baik non"


"Mbak Nina tolong pegang Zanna dulu yaa.. Saya mau mandi" pinta Ziya


"Iya non" sambil mengambil Zanna

__ADS_1


Ziya memasuki kamar mandi.. Setelah 15 menit mandi, Ziya memakai pakaiannya.. Lalu turun ke bawah.. Dilihat sepi tidak ada siapa siapa..


"Mbok Nah.. Zanna sama mba Nina mana?" tanya Ziya saat sudah berada di dapur


"Non Zanna tadi tidur, jadi dibawa ke kamarnya non"


"Owhh yasudah"


"Non kamar udah bisa di bersihkan?" tanya mbok Yem


"Sudah mbok, gak papa masuk aja.. Tolong nanti sekalian baju kotor dibawa saja yaa.. Ada baju kemeja biru laut bapak, besok mau dipake ke acara pertemuan rekan bisnis.. Usahain besok sore sudah di setrika yaa.. Mau di pake malem" pinta Ziya


"Baik non.. Saya permisi dulu ke kamar" kata mbok Yem


"Iyaa mbok."


"Bapak mah baju padahal banyak, tapi mintanya yang itu juga" gerutu Ziya


"Hehehe non, mungkin baju kesayangan bapak kali non" saut mbok Nah


"Tau dah itu.. Maunya itu terus." kata Ziya


Ia menaiki tangga menuju kamarnya, ia duduk di sofa kamarnya sambil melihat pesan masuk di instagramnya.. Terlihat banyak yang men DM Ziya untuk meminta di endors oleh Ziya.. Mulai dari menanyakan harga jika meminta di endors dll..


"Assalamualaikum temen temen.. Tadi baru banget Ziya melihat banyak sekali yang minta di endorse oleh Ziya.. Ziya sudah dapat persetujuan dari suami sebelumnya.. Tadinya si pengennya barang yang mau di endorse itu langsung dikirim kerumah.. Tetapi setelah di pikir pikir, mending di kirim ke alamat kantor suami Ziya saja..


Nanti yang sudah DM meminta untuk di endorse akan Ziya balas satu persatu, karena banyak banget.. Dan tolong yang kirim barang berupa makanan dan kosmetik, tolong sertakan pernyataan halal dan BPOM nya yaa.. Terimakasih" kata Zoya di insta storynya..


"Non kalau di endorse gitu bayar ya?" tanya mbok Yem


"Tergantung, tapi Ziya gak minta bayaran" jawab Ziya


"Non baik banget sii, orang mau pakai jasa non tapi tidak disuruh bayar" kata mbok Yem yang sedang merapihkan kamar Ziya


"Kasian mbok kalau mereka harus keluarin uang juga.. Mereka udah kasih kita prodaknya gratis.. Masa harus kita bebankan biaya juga.. Ia kalau mereka usahanya udah maju, kalau yang baru merintis? hmm uang dari mana buat bayar saya? hehehe" kata Ziya


"Non kebuatan baik sama orang" puji mbok Yem


Shaijiee tak jadi masalah.. Ia akan menyiapkan orang buat ngurus tentang endorsan itu..


Di kediaman pesantren, Nawir baru saja pulang dari bengkelnya.. Ia hari ini sungguh lelah.. Pasalnya ia harus berbicara dengan customer yang ingin menanyakan tentang salon mobil dll mengenai masalah biaya..


Alhamdulillah bengkelnya yang sekarang maju cukup pesat.. Berkat bantuan Shaijiee dan di ajarkan oleh Shaijiee mengenai bisnis, ia jadi tau..


"Aku lelah" kata Nawir merebahkan kepalanya di paha Nisrine


"Cape banget yaa?" tanya Nisrine


"Iya sayang.. Tolong pijatin kepala aku dong" pinta Nawir


Nisrine lalu memijatkan kepala Nawir


"Dilara kemana sayang?" tanya Nawir


"Tadi umi kesini katanya mau ajak Dilara pergi ke pengajian kampung sebelah" jawab Nisrine


"Berarti kita bisa berduaan dong?" tanya Nawir


"Ini lagi berduaan" jawab Nisrine


"Buat adek yuk untuk Dilara" ajak Nawir


"Dilara masih kecil, nanti saja kalau sudah besaran" tolak Nisrine


"Ya kan buat doang belum tentu langsung tekdung yaank" rengek Nawir


"Aahh gak ahh nanti aja"


"Ko nolak sih? ayolahh." ajak Nawir


"Tapi sebentar aja yaa"


"Iyaa sebentar saja"

__ADS_1


Nawir mulai dipenuhi oleh nafsu.. Ia mulai menciumi Nisrine lalu bersiap untuk tempurnya kali ini..


Saat Nawir ingin mengarahkan bibirnya menuju pay*dara Nisrine tiba tiba..


"Akhhiii Naaawiiirrr, maaaiiin nyoooookk"


"Aaaiiishh siapa sih?" gerutu Nawir kesal


"Coba lihat dulu" kata Nisrine.


Nawir beranjak memakai pakaiannya..


Cklek


"Apaa?" tanya Nawir ketus


"Akhi ayok main yok.. Cewe di kali banyak tau" kata anak kecil


Nawir hanya melongo


"Heehh kecil kecil yaa.. Sana pergi ganggu orang aja"


"Banyak cewe.. Ayook ke kali" ajaknya sambil narik tangan Nawir


"Hehh apa apaan ini.. Wah bener bener anaknya ustadz Gusti ini"


Anak kecil itu bernama afif, dia anak dari ustadz Gusti yang mengajar di pesantren itu..


"Sana pulang, Nawir udah tobat dari ngintip cewe.. Sana pergi" usir Nawir


"Awas yaa akhi Nawir kalo kumat.. Afif gak mau bantuin ngintip cewe lagi" ancem Afif


"Waduhh di ancem bocah yaa" kata Nawir menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Entar afif bilang ning Nisrine kalo akhi Nawir suka ngintipin cewe mandi.. Terus suka di priwit priwitin.. Terus suka di gombalin 'neng mau abang sabunin gak' gitu terus nanti afif..." belum selesai Afif bicara matanya langsung berbinar saat Nawir mengasih uang 10 ribu


"Kalau begini kan beres.. Amaan sentosa" kata Afif mengambil uang itu langsung pergi


"Hadduuhh padahal terakhir begitu kan sebelum nikah.. Godaan pernikahan banyak banget dah.. Udah tobat nihh" keluh Nawir


"Siapa sayang?" tanya Nisrine


"Anuh itu tadi, santri nanyain tempat main wahana yang bagus dimana" jawab Nawir


"Ngapain nyari tempat wahana bagus, di kali belakang juga bagus.. Kalinya jernih" kata Nisrine


"Iyaa betul itu, cewe cewenya juga jernih" ucap Nawir keceplosan


"Apaa mas? bilang apa?"


"Anuhh itu airnya jernih.. Beeuhh jernih bet jernih" kata Nawir sambil menggandeng tangan Nisrine ke dalam rumah


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2