Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
67. Perjalanan Ziya


__ADS_3

"Anak umi tidak boleh galak" kata Nisrine


"Gak papa yaa.. Bercanda sama Zanna" kata Ziya


"Yukk gendong yuuk sama abi yuuk, kita keluar" kata Nawir membawa Dilara keluar rumah


"Jangan jauh jauh, nanti masuk angin" kata Nisrine


"Enggak, di depan doang ko" kata Nawir


Tak lama suara adzan isya berkumandang.. Lalu Shaijiee dan Nawir pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat..


Selepas shalat isya, mereka bersiap siap untuk acara pada malam hari ini..


Zanna dibawa oleh Shaijiee ke halaman pesantren begitupun dengan Dilara yang juga dibawa Nawir..


Zanna masih dalam pangkuan Shaijiee, kalau Dilara sudah mulai bisa duduk walau masih harus di pegang karena takut jatuh/miring tubuhnya.. Bukan tidak bisa sendiri, tetapi alas yang di duduki itu bukan di kasur.. Tetapi di pluran yang di alasi dengan karpet saja.. Jadi dari pada jatuh, mending Nawir pegang..


Kalo anak benjol, bapaknya yang kena salah 😂


Di sepanjang acara, Zanna terlihat begitu anteng sekali.. Ia tak rewel sama sekali.. Dari jauh Ziya sudah mengkode Shaijiee untuk membawa Zanna kepadanya.. Karena Zanna belum dapat asi malam ini..


Sedangkan Dilara dia sedang sibuk memegang air mineral di tangannya dan ia gigit gigit.. Dan Munawir hanya melihatnya sesekali..


Selesai acara mereka semua mendapatkan hidangan makan malam dan makan bersama di halaman pesantren itu..


"Maa, aku ikut gabung dulu dengan yang lain" kata Shaijiee menyerahkan Zanna yang tertidur kepada Ziya


"Yaudah, jangan lupa makan baa." kata Ziya


"Iyaa sayang"


"Lohh wir, Dilara gak dikasih ke umi nya?" tanya gus Afnan


"Nanti aja yah.. Dia mau makan" kata Nawir sambil menyuapi nasi kebuli kepada Dilara


"Astaghfirullah Nawir.. Jangan dikasih ih.. Dia masih kecil, pencernaan nya belum baik.. Kenapa dikasih nasi?" bentak gus Arkan


"Lah dia biar makan bii.. Kesian belum makan" kata Nawir polos


"Ya kan dia ada makan khususnya.. Kasih ke Nisrine biar Dilara makan" kata gus Arkan


Gus Afnan dan Shaijiee hanya bengong melihat Nawir begitu..


"Ada ada aja itu anak.. Masa masih bayi dikasih nasi kebuli" gerutu gus Arkan


Nawir menghampiri Nisrine yang berada di kamar nya.. Nisrine baru saja selesai ganti gamis karena gamisnya yang tadi terkena tumpahan sambal..


"Sayang, titip Dilara.. Aku mau ke acara lagi" kata Nawir


"Iya sayang.. Aduh anak siapa ini? anak umi ini" kata Nisrine bicara kepada Dilara


Saat Nawir membuka pintu kamar..


"Sayang? ko Dilara bau nasi kebuli?" tanya Nisrine


"Hehehe maaf sayang, tadi aku kasih 2 sendok nasi kebuli Dilaranya" jawab Nawir sambil menggaruk kepala yang tak gatal


"Kamu.. Ih bener bener deh.. Kesian dia kan belum bisa makan makanan kasar mas.. Kamu mah ada ada saja" kata Nisrine marah


Nisrine sudah mengeluarkan air mata.. Ia takut anaknya nanti bermasalah pada pencernaan nya


"Sayang maafin aku, aku sama sekali gak tau" kata Nawir


"Udah lah, pergi saja sana.. Kamu mah ada ada aja si" kata Nisrine berlalu pergi


Nawir sadar dia salah.. Dia benar benar takut terjadi sesuatu sama anaknya..


Keesokkan harinya.. Benar saja, Dilara rewel dan buang buang air besar.. Nisrine sudah panik.. Ia terus saja mengeluarkan air mata saat Dilara pup..


"Ayo bawa saja ke rumah sakit" kata Nida


"Iya umi"


"Nawir telpon suruh pulang" kata Nida


"Sebentar umi, Nisrine telpon dulu" kata Nisrine


Setelah nelpon Nawir, ia bersiap siap karena Nawir akan mengantarkan mereka..


Ziya yang sudah dirumah hanya bisa berdoa saat mendengar kabar bahwa Dilara sakit..

__ADS_1


Siang ini, Ziya berkunjung ke kantor suaminya.. Ntah kenapa ia ingin sekali berkunjung kesana..


Sesampainya disana, ia turun dari mobil lalu di sambut oleh security yang berjaga di depan..


"Selamat siang bu Ziya" sapa security


"Assalamualaikum, selamat siang juga pak.. Marii" kata Ziya ramah


"Wa'alaikumussalam" jawab security


"Permisi mba, bapak ada?" tanya Ziya pada resepsionis


"Ada bu Ziya" jawab resepsionis


"Marii kalau begitu" kata Ziya ramah


Kantor Shaijiee sudah dengan teknologi modern.. Jadi setiap karyawan atau siapapun yang berhubungan dengan kantor, mereka punya id card untuk akses masuk.. Bagi para tamu kantor atau klien yang berkunjung kesana, mereka bisa meminta id aksesnya itu kepada resepsionis..


Ziya mengeluarkan id card bertulis 'CEO' dengan nomor id cardnya juga lalu ia tap id itu pada sensor yang tersedia.. Jadi otomatis palang itu akan terbuka..


Ziya memakai id card milik Shaijiee.. Shaijiee mempunyai 3 id card dengan nomor yang sama.. 1 Ziya pegang, 1 lagi dia yang pegang, dan 1 lagi asistennya yang pegang.. Asisten Shaijiee yang berada disini bernama Andre..


Setiap karyawan juga sama, tertera nama devisinya di id card nya tersebut.. Nama lalu devisi lalu nomor id.. Dan itu jika di tap sama seperti Ziya tadi, otomatis terbuka..


Ziya menaiki lift lalu menuju ruangan Shaijiee yang berada di lantai 9..


Ziya menyapa setiap karyawan yang bertemu dengannya.. Dan itu membuat semua karyawan merasa senang.. Karena ia mempunyai bos wanita yang ramah dan baik..


Tok..Tok..Tok..


"Masukk" teriak Shaijiee


"Assalamualaikum sayang"


"Wa'alaikumussalam.. Loh kamu kesini gak bilang aku?" tanya Shaijiee


"Gak papa.. Sekali kali.. Hehe.. kamu sibuk yank?" tanya Ziya


"Enggak begitu.. Ada apa hem?" tanya Shaijiee menarik tangan istrinya untuk duduk di pahanya


"Aku pengen makan steak" pinta Ziya


"Kenapa gak buat dirumah?" tanya Shaijiee


"Baiklah.. Ayoo kita pergi makan" ajak Shaijiee


"Kenapa Zanna tidak di ajak?" tanya Shaijiee


"Dia tadi tidur" jawab Ziya


"Hmmm oke.. Berati kita bisa berduaan saja siang ini" kata Shaijiee mencium pipi Ziya


Mereka jalan menuju loby lalu pergi menuju restoran.. Shaijiee menyetir sendiri.. Ia tak mau diantar oleh supir karena ingin menikmati jalan berdua dengan istri tercinta..


Sepanjang jalan Shaijiee tak henti hentinya mencium tangan Ziya..


Sesampainya di restoran Shaijiee langsung memarkirkan mobilnya dan Ziya turun terlebih dahulu..


Ziya menghampiri anak kecil yang berada di dekat restoran tersebut.. Anak kecil itu berpakaian lusuh dan sedang memegangi perutnya..


"Kau kenapa?" tanya Ziya lembut


"Aku belum makan dari kemarin bu" kata anak itu


"Ya Allah kasian.. Orang tua kamu dimana?" tanya Ziya


"Aku cuma tinggal sama temen temen aku.. Kami tidak tau orang tua kami dimana"


"Yasudah.. Ini saya kasih uang, dibelikan makanan yaa sama temen temen kamu" kata Ziya sambil mengeluarkan uang dari dompetnya


Saat ia mengeluarkan uang, tiba tiba uangnya dirampas begitu saja oleh anak kecil itu lalu anak itu pergi..


Untung saja dompetnya tidak di ambil juga..


Warga yang melihat langsung meneriaki jambret.. Dan sebagian ada yang mengejar..


Ziya tentu shok, dia kaget banget.. Shaijiee yang baru datang menghampiri Ziya pun langsung bertanya ada apa.. Ia juga ikut panik..


"Bu.. Ni anak itu ketangkep.. Mau diapakan anak ini" kata warga yang berhasil menangkap anak itu


Anak itu sudah nangis dan meminta ampun.. Pasalnya warga memaki makinya dan ingin membawanya ke kantor polisi..

__ADS_1


"Sudah sudah tolong jangan main hakim sendiri" pinta Ziya


"Nak, kenapa kamu mengambil uang istri saya? padahal istri saya berbaik hati ingin memberi mu uang" tanya Shaijiee


"Maaf kan saya pak.. Saya butuh uang untuk kaka saya yang mau lahiran" kata anak kecil itu menangis


"Dimana memangnya kaka kamu?" tanya Ziya sambil memegang pipi anak itu


"Kakaku di rumah sakit.. Katanya harus di operasi lahirannya tapi aku tidak ada uang" kata anak itu


"Bapak bapak, saya berterimakasih karena sudah membantu istri saya.. Biar masalah ini saya dan istri saya yang selesai.. Terimakasih banyak pak" kata Shaijiee


Akhirnya para warga sekitar pergi..


Setelah berbincang sebentar, Ziya mengajak anak itu untuk dipertemukan dengan kakaknya yang ingin melahirkan..


"Berapa uang yang tadi anak itu ambil sayang?" tanya Shaijiee pelan saat di dalam mobil bersama Ziya dan anak itu


"Kurang lebih 3 juta sayang"


"Yasudah, kasih saja nanti"


"Iya sayang"


Sesampainya dirumah sakit, Ziya mencari tau tentang kakak anak itu.. Ternyata kakaknya sudah lahiran 3 hari yang lalu.. Hari ini ia sudah bisa pulang tapi tidak dengan bayinya.. Karena bayinya harus ditahan oleh pihak rumah sakit karena tidak bisa membayar operasi dan pengobatan dirumah sakit..


"Assalamualaikum" salam mereka


"Wa'alaikumussalam" tangis kakanya pecah melihat adiknya


"Maaf sebelumnya nama mba siapa?" tanya Ziya


"Nama saya Nur mba"


"Mba Nur katanya baru selesai operasi ya?"


"Iyaa tapi sekarang saya bingung mba, anak saya tidak bisa pulang karena saya tidak bisa membayar rumah sakit"


"Memang berapa totalnya?" tanya Ziya


"Tadi katanya 11 juta sekian mba" lirih mba Nur


"Yasudah mba tenang saja.. Nanti biar saya urus yaa" kata Ziya


"Bener mba? ya Allah terimakasih banyak mba"


"Sama sama.. Tunggu disini yaa saya pergi ke bagian administrasi dulu.. Ayuk sayang"


Ziya dan Shaijiee menuju ruang administrasi.. Shijiee mengeluarkan kartu atmnya lalu membayar tagihan rumah sakit itu..


Tak lama mereka langsung menuju kamar ruangan rawat lagi.. Dan ternyata sudah ada dedek bayinya yang baru saja dibawa suster..


"Terimakasih banyak mba, pak.. Sudah membantu saya"


"Iyaa sama sama.. Semoga anaknya menjadi anak yang sholeh yaa.. Berbakti sama orang tua.. Taat sama agama.. Aamiin"


"Ini ada sedikit rezeki buat mba dan adek dan anaknya.. Gak seberapa tapi semoga cukup yaa" kata Ziya memberikan uang 3 juta tadi kepada mba Nur itu.. Lalu Ziya berpamitan untuk pulang..


Kejadian hari ini membuat pelajaran untuk Ziya.. Ternyata masih banyak orang yang membutuhkan bantuan.. Bersyukur ia bisa hidup enak selama ini apalagi ditambah mendapatkan suami yang banyak uang.. Ia akan manfaatkan uang suaminya untuk hal hal baik membantu orang disekitarnya yang membutuhkan..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2