Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
80. Perjalanan Ziya


__ADS_3

"Sayang.. Apa yang kamu rasa?" tanya Ziya


"Cuma lemes dan sedikit pusing" jawab Shaijiee


"Mau makan gak? atau mau minum?" tanya Ziya


"Mau peluk kamu aja" kata Shaijiee manja


"Uluh uluh sayang.. Sini aku peluk" kata Ziya sambil memeluk suaminya


Ziya menceritakan kepanikannya saat tau Shaijiee sakit.. Dan masih banyak lagi.. Ia menghibur Shaijiee..


Tak lama Nawir pun datang..


"Assalamualaikum" salam Nawir


"Wa'alaikumussalam"


"Gimana mas kondisinya?" tanya Nawir


"Alhamdulillah mendingan" jawab Shaijiee


"Alhamdulillah.. Nawir akan disini nemenin mas.. Nisrine pas tau mas sakit dia langsung khawatir, sampai aku disuruh buru buru kesini padahal tadi aku lagi makan" kata Nawir


"Hehe maaf yaa" kata Shaijiee


"Gak papa ko"


"Kamu gak ke bengkel wir?" tanya Ziya


"Gak, males"


"Kerja ko males"


"Yakali kali libur ty"


Tak terasa hari hampir sore.. Ziya yang tadinya mau menemani Shaijiee di rumah sakit tapi dilarang.. Karena ia harus mengutamakan Zanna.. Akhirnya Ziya pulang dan esok hari akan datang lagi..


Malam ini Ziya makan di temani mbok Nah, mbok Yem dan mbak Nina.. Zanna berada di baby bouncer nya..


"Bapak gimana kabarnya non?" tanya mbok Nah


"Alhamdulillah mendingan mbok"


"Alhamdulillah.. Semoga cepet sehat yaa non"


"Aamiin.. Ayuk di makan lagi.. Jangan sungkan" kata Ziya

__ADS_1


"Mba Nina, Zanna tidak rewel kan tadi?" tanya Ziya


"Alhamdulillah enggak non.. Sama sekali gak rewel"


"Alhamdulillah syukurlah.. Saya sudah selesai.. Saya mau ke kamar, biar Zanna tidur sama saya saja.. Saya duluan yaa"


"Iyaa non, istirahat biar besok fit badannya"


"Siiaap mbok" kata Ziya tersenyum


Keesokkan harinya, Ziya datang ke rumah sakit.. Keluarga Ziya juga akan berkunjung saat siang hari..


Saat Ziya sampai, terlihat Andre asistennya Shaijiee..


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


"Loh Nawir mana?" tanya Ziya


"Nawir aku suruh pulang, dia kan harus ke bengkel.. Jadi Andre yang nemenin aku sekarang"


"Sudah makan mas Andre?" tanya Ziya


"Sudah bu" jawab Andre ramah


"Alhamdulillah.. Sayang udah makan?" tanya Ziya


"Bos, jangan mesra mesraan di depan jomblo dong" kata Andre dalam hati


"Di kantor siapa yang ngurus jadinya kalo Andre disini?" tanya Ziya


"Ada sekretaris sayang.. Tenang saja.. Walau Andre disini, masih tetep dipantau sama dia ko"


"Iya bu, kantor masih saya awasin walau dari sini" kata Andre


"Syukurlah"


"Oh ya bu, kemarin ada yang kirim barang endorse katanya.. Mau saya bawa kerumah atau gimana?" tanya Andre


"Kalau ada barang endorse langsung bawa kerumah aja.. Yang minta endorse udah konfirmasi ke saya ko kalau barang mereka sudah di kantor"


"Baik bu, nanti akan saya suruh orang buat antar kerumah"


"Iyaa, makasih banyak yaa"


"Sama sama bu"

__ADS_1


Kegiatan Ziya sehari hari yaa seperti itu.. Endorse, ngurus anak, ngurus suami, bantu mbok masak sesekali.. Kalau sudah sama Zanna, Ziya pasti selalu mengajarkan Zanna berbagai macam ilmu.. Mulai dari pengenalan buah, binatang, warna.. Ziya juga mengajarkan berbagai bahasa kepada Zanna..


Ia menjadwalkan hari hari mana saja yang diharuskan ia berbicara bahasa Indonesia, Arab dan Inggris kepada Zanna.. Anak seusia Zanna walau belum sepenuhnya mengerti, tapi ia bisa menangkap apa yang dia lihat dan dia dengar.. Makanya orang tua itu harus berkata baik kepada dan di depan anak agar anak mengikuti tutur kata yang baik pula.. Jangan sesekali orang tua berkata kasar kepada dan di depan anak.. Karena nantinya telinga mereka mendengar dan otak mereka merekam yang akhirnya membuat anak itu juga berkata kasar..


"Sayang.. Aku kan setiap seminggu sekali ikut pengajian di pesantren yaa sama kaum ibu ibu.. Nah tadi aku dapat chat dari temen yang katanya ngajakin aku ngaji mingguan juga bareng sama ibu ibu sosialita gitu.. Kebanyakan istri istri pengusaha disini.. Boleh gak?" tanya Ziya


"Boleh, tapi hanya ngaji yaa.. Jangan ngeghibah.. Nanti bukan pahala yang kamu bawa pulang kerumah malah dosa" kata Shaijiee


"Iyaa sayang cukup ngaji saja ko"


"Kalo ikut arisan boleh gak?" tanya Ziya


"Arisan boleh saja.. Tapi kalau isinya di barengin ngeghibah, terus juga jika dalam arisan itu diwajibkan di patokin harganya.. Itu gak boleh.. Lebih baik gak usah.. Contoh, kamu mau ikut arisan.. Nah saat kamu mau ikut arisan kamu dibilangin "nanti uang yang kamu dapat di potong yaa buat admin yang megang uang", itu gak boleh sayang.. Karena pada dasarnya arisan itu adalah pinjam meminjam.. Yang ikut arisan 10 orang, nah kamu dapet nih, berarti sama saja kamu meminjam uang dari orang yang 9 ini"


"Tapi kalo kita mau kasih uang ke admin sebagai tanda terimakasih gak papa kan?" tanya Ziya


"Gak papa.. Asal dari peraturan arisan itu tidak di patokkin harga.. Jadi seikhlasnya aja yang kita kasih buat admin.. Arisan dianggap haram apabila uang yang kamu dapat itu tidak full.. Jadi harus full dulu kamu dapatnya, setelah itu terserah kamu mau ngasih admin berapa.. Tapi kalo misal kamu dapat nih 10juta, 10 juta sudah termasuk uang kamu.. Berarti kalo kamu gak ikut ngumpulin dulu kan 9juta tuh? nah harus full dapet 9juta.. Gak boleh kurang dipotong admin.. Misal seharusnya dapet 9juta, tapi yang diterima dari admin 8juta 800rb, itu gak boleh."


"Kalo misalkan ada biaya uang kas atau uang makan makan gitu gimana yank?" tanya Ziya


"Ya kan itu beda lagi.. Misal iuran 150rb termasuk kas dan konsumsi.. Nah perjelas tuh, konsumsi berapa? kas berapa? arisan berapa? kan yang kita bicarakan disini arisannya" jelas Shaijiee


"Berarti gak papa nih kalo aku arisan?" tanya Ziya mastiin


"Gak papa, selagi gak ngeghibah, terus dapetnya itu full sesuai yang memang seharusnya di dapat tidak ada potongan yang di patokin" kata Shaijiee


"Uluh lagi sakit tetep aja ngasih ilmu buat aku" kata Ziya mencubit pipi Shaijiee


"Itulah suami.. Harus mengajari istrinya"


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2