
Malam hari, mbok Nah, mbok Yem dan pak Sobri supir mereka dipanggil kerumah gus Afnan untuk bertemu dengan Ziya dan Shaijiee..
Mereka tak tau ada apa mereka dipanggil karena mereka sedang di kamar masing masing yang disediakan khusus buat tamu yang datang dari wilayah yang jauh..
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam.. Duduk mbok.. Ziya lagi di kamar sebentar.. Tak panggilin dulu" kata Shahia
"Terimakasih bu" kata pak Sobri
Ziya dan Shaijiee menghampiri mereka dan duduk di hadapan mereka bertiga..
"Pak Sobri, mbok Nah dan mbok Yem.. Sekarang kan kita sudah di Indonesia.. Sebelum kita pulang kerumah yang akan kita tempatin Ziya ingin memberi kalian libur.. Ziya kasih waktu libur selama seminggu yaa buat melepas kangen sama keluarga" kata Ziya
"Alhamdulillah terimakasih non" kata mereka
"Ini ada sedikit rezeki buat keluarga dirumah.. Mohon di terima yaa" kata Ziya memberikan amplop kepada mereka
Masing masing mendapatkan uang 10 juta
"Ya Allah non, baru minggu kemarin kita gajian, sekarang sudah diberi uang lagi" kata mbok Nah
"Gak papa mbok, makasih yaa sudah bantu Ziya.. Jangan kapok kerja sama Ziya dan Shaijiee" kata Ziya
"Ndak akan kapok non.. Malah kami senang." kata Pak Sobri yang di iyakan oleh mbok Nah dan mbok Yem
"Besok pihak pondok akan mengantarkan kalian pulang yaa.. Nanti dijemput lagi seminggu kemudian" kata Ziya
"Gak usah non, rumah kami deket ko", kata mbok Yem
__ADS_1
"Tidak apa apa mbok, biar diantar saja" kata Shaijiee
"Terimakasih banyak pak" kata mereka
"Maaf, saya bukannya tidak mau diantar tapi besok saya mau beli hadiah dulu untuk anak saya dirumah, jadi saya pulang sendiri saja dan nanti saya naik kereta" kata pak Sobri
Ya rumah pak Sobri di Malang, beda dengan mbok Nah dan mbok Yem yang hanya beda kampung saja dari kampungnya Ziya..
"Yasudah kalau memang maunya seperti itu" kata Ziya
Keesokkan harinya, pagi pagi gus Afnan sedang menggendong cucu kesayangannya.. Ia merasa sedang menggendong Ziya kecil.. Teringat dulu betapa cantiknya Ziya baru lahir.. Lalu masa masa Ziya mulai bisa berjalan, berbicara.. Ahh rasanya waktu cepat sekali berlalu..
Sekarang anak anaknya sudah pada besar.. Tidak ada tangis lagi yang ia dengar dirumah.. Hanya ada suara teriakkan dari Maheer dan Faris yang saling menjahili..
Di elus dan ditimang timang baby Zanna oleh gus Afnan.. Di ajak berbicara dan dicium pucuk kepalanya baby Zanna..
"Cucu nya yayah ini yaa.. Masya Allah cantik, sholehah, pinter, baik hati" kata gus Afnan
Gus Afnan membawa Zanna berkeliling pesantren.. Banyak para asatidz dan santri yang bersapa memanggil Zanna..
"Ihh si cantik ini anak abii" kata Nawir
"Gak ke bengkel wir?" tanya gus Afnan
"Agak siangan yah.. Bengkel kan bukanya jam 8, ini masih jam setengah 7" jawab Nawir
"Hey Zanna.. Main yuk sama Dilara.. Kita cari cowo ganteng di asrama putra" kata Nawir
"Yeee sembarangan kamu" kata gus Afnan
__ADS_1
"Ehh wir, mana Dilara? ko gak diajak?" tanya Ziya yang baru datang bersama Shaijiee
"Ada onoh lagi pacaran" jawab Nawir
Ziya yang mendengar langsung tertawa.. Jangan sampai Dilara menuruni sifat bapaknya yang sedari kecil sudah konyol..
"Ayoo Zanna cepat besar dong.. Biar kaya Dilara sudah punya pacar 5" kata Nawir memegang tangan Zanna
Gus Afnan dan Shaijiee hanya menggelengkan kepala saja, dan Ziya masih tertawa karena ucapan Nawir..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung