
"Mahh, sudahlah.. Jangan paksakan Nawir untuk menikahi Nisrine disini.. Kita kan bisa ke Indonesia" pinta Shaijiee yang turun tangan
"Mamah tau kita bisa ke Indonesia tapi mamah ingin Nisrine nikah disini juga" kekeh mamah Nisrine
"Maah.. Kita lihat dari Nawir.. Dia sudah mau nerima anak mamah yang sudah lecet.. Dia menerima Nisrine dan anaknya dengan hati yang ikhlas dan tulus.. Jangan karena masalah nikah disini atau disana mereka jadi batal nikah." kata Shaijiee
Mamah Nisrine terdiam..
Nawir menghampiri mamah Nisrine, ia menurunkan kakinya dan menangkup tangannya..
"Nawir mohon, terimalah Nawir dengan segala kekurangan Nawir ini." kata Nawir yang sudah berkaca kaca
"Mah, kita bisa saja membiayai pernikahan mereka disini.. Tetapi kita juga harus menghargai usahanya Nawir.. Selama Nisrine mengandung, ia bekerja keras di Indonesia agar bisa membiayai persalinan Nisrine dan menabung untuk biaya pernikahan.. Sekarang Nawir hanya mampu segitu.. Tolong lah hargai.. Mereka ingin menghindari zina mah.. Ingin menjalankan sunah" kata Shaijiee
"Mamah tetap tidak setujuu!!" kekeh mamah Nisrine
"Maahh" lirih Nisrine
"Kalau mamah tidak ikut serta membiayai pernikahan kalian" lanjut mamah Nisrine
Akhirnya semua pihak setuju, Nawir dan Nisrine menikah di Indonesia dengan syarat orang tua Nisrine ikut serta dalam pendanaan nikah..
Rencananya setelah usia baby Dilara 40 hari, mereka akan langsung terbang ke Indonesia.. Keluarga pihak Nawir akan pulang terlebih dahulu.. Kurang lebih 3 minggu lagi acara pernikahan akan di selenggarakan..
Pihak Nawir dan Nawir akan pulang ke Indonesia lusa.. Karena akan mempersiapkan acara untuk pernikahan.. Waktunya sangat mepet sekali..
Papah Nisrine memberikan sejumlah uang untuk Nawir pegang untuk menambah biaya pernikahan.. Uang itu akan Nawir tukar dengan uang rupiah saat tiba nanti di Indonesia..
Tak tanggung tanggung, papah Nisrine memberi uang sebanyak 150 juta jika d rupiahkan.. Jujur, Nawir tak enak hati, tapi mau gimana lagi.. Calon mertuanya setuju menggelar pernikahan di Indonesia saja membuat Nawir bersyukur..
"Alhamdulillah akhirnya mamah setuju juga ya sayang" kata Ziya kepada Shaijiee saat sudah berada di kamar
"Alhamdulillah.. Kita mau membantu apa sayang untuk mereka?" tanya Shaijiee
__ADS_1
"Aku juga bingung.. Kira kira apa ya?" tanya Ziya balik
"Apa kita belikan rumah saja?" tanya Shaijiee
"Jangan, takut Nawir tak enak hati.. Ia tak mau merepotkan orang sayang" jawab Ziya
"Yasudah lebih baik apa?" tanya Shaijiee
"Aku juga bingung.. Lihat nanti saja lah" kata Ziya
"Yasudah aku mau shalat Zuhur dulu.. Kamu belum shalat kan? jamaah yuk" ajak Shaijiee
"Ayukk, bangunin" pinta Ziya merentangkan tangannya
"Manja sekali istriku" goda Shaijiee
"Aku marah marah salah, aku manja salah" ketus Ziya
Dikamar gus Arkan, ada gus Arkan, Nida dan Nawir yang sedang membicarakan rencana pernikahan nanti..
Mulai dari mahar, seserahan, sampai hidangan yang akan disajikan nanti..
"Kamu mau kasih mahar apa?" tanya gus Arkan
"Apa ya bi? seperangkat alat shalat pasti.. Nah yang lainnya apa?" tanya Nawir
"Lahh, kamu yang mau nikah malah nanya abi, kalau abi yang jawab abi yang nikah" celetuk gus Arkan
"Oh mau nikah lagi? emangnya kurang punya aku? emangnya aku kurang cantik? emangnya aku kurang perhatian? emangnya selama ini aku kurang memuaskan? emangnya aku kurang.."
"Stooppp... Kepala abi pusing.. Sekarang balik ke omongan awal" kata gus Arkan
"Heleh, cari topik lain.. Awas aja kalo sampe nikah lagi.. Aku bakalan ngamuk sengamuk ngamuknya" ketus Nida
__ADS_1
"Uluh sayang, cintanya Arkan.. Aku cinta kamu, aku sayang kamu, cuma kamu di hati aku, bidadari surganya aku, permaisuri ku.. Tapi kalo ikhlas aku akan cari" kata gus Arkan
"Tuh kan kamu mah begitu.. Bodo ah aku marah.. Udah punya cucu masih aja ganjen mau cari cari yang lain.. Emangnya begitu yaa, dasar tua tua keladi.. Tua tua berkelana di sana sini" marah Nida
"Woooyyyyy ngomong apah siii" teriak Nawir yang sudah jengah dengan perdebatan orang tuanya
"Huuhhhh ni anak sama orang tua way woy way woy" ketus gus Arkan melempar bantal ke Nawir
"Lagian abi sama umi, orang lagi ngomongin nikahan Nawir kenapa berantem sih.. Udah pada tua.. Yakali nanti kalo abi nikah lagi, anak Nawir manggil istri ke dua abi dengan sebutan nenek muda" kata Nawir yang langsung dapat timpukan benda disekitar Arkan dan Nida
"Terus umi nenek tua gitu?" saut Nida marah
Nawir tertawa terbahak bahak..
"Dah sekarang gimana ini?" tanya Nawir sambil mengusap air matanya karena puas tertawa
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1